Tolak Ganti Rugi, Rumah Kakek Makmun Masih Berdiri di Jalur Tol Trans Jawa

Kamis, 18 Mei 2017 - 09:38 WIB
Tolak Ganti Rugi, Rumah...
Tolak Ganti Rugi, Rumah Kakek Makmun Masih Berdiri di Jalur Tol Trans Jawa
A A A
SEMARANG - Seorang kakek memilih bertahan dan enggan pindah dari rumahnya yang terkena proyek pembangunan jalan tol Trans Jawa ruas Semarang Batang. Kakek ini bahkan menolak uang ganti rugi, karena luas tanah yang dimilikinya justru berkurang saat dihitung untuk ganti rugi.

Kakek berusia 75 tahun ini tetap beraktivitas di rumahnya di Desa Sambongsari RT 1 RW 4 Kecamatan Weleri, Kendal, Jawa Tengah. Meski rumah di kanan kirinya sudah dibongkar untuk pembangunan jalan tol, Makmun Abdullah tetap bertahan dan enggan pindah.

Bahkan jembatan layang untuk tol semarang batang sudah berdiri di sebelah rumahnya, kakek ini tetap memilih untuk menempati rumahnya. Makmun Abdullah menolak pindah dan tidak menerima uang ganti rugi, karena proses pembayaran yang tidak sesuai.

Luas tanah miliknya berkurang, saat pengukuran untuk pembebasan lahan. Berdasarkan sertifikat yang dimiliki, luas tanah miliknya 300 meter persegi. Namun ia kaget, saat pengukuran untuk pembebasan lahan tol, tanahnya hanya 260 meter persegi.

Tidak hanya itu, luas bangunan juga berkurang hingga 20 meter persegi. Jadi ganjalan dirinya, justru tanah di sebelah timur rumahnya menjadi bertambah. Pemilik rumah di sebelahnya bahkan menerima ganti rugi dan sudah pindah dari lokasi.

Makmun sudah menanyakan hal tersebut ke perangkat desa Sambongsari, terkait luas tanahnya yang berkurang. Namun jawaban dari pihak terkait, Makmun diminta mengajukan keberatan di pengadilan. Padahal nilai ganti rugi tidak dipermasalahkan yang dipertanyakan hanya luas tanahnya yang berkurang.

Kakek ini tetap akan bertahan, meski harus dibongkar paksa karena ia menilai ada ketidak adilan dalam pengukuran lahan dan merugikan dirinya. Jalan tol Semarang Batang yang melintas di kabupaten kendal, dipastikan tidak bisa dilalui untuk arus mudik karena masih banyak wilayah yang belum selesai pembebasan lahan dan bermasalah.
(ysw)
Berita Terkait
Gunakan Mortar Busa...
Gunakan Mortar Busa Ringan, Perbaikan Jalan TAA Dikebut
Siap Kontrak Jalan Daerah...
Siap Kontrak Jalan Daerah Rp7,2 Triliun, PUPR: Kita Bahagiakan Orang yang Tak Bisa Pakai Tol
Proyek Jalan Tol Baleno...
Proyek Jalan Tol Baleno Seksi 3 Dikebut, Ditarget Selesai Juni 2024
Pemilik Lahan Belum...
Pemilik Lahan Belum Sepakat Soal Harga, Pembangunan Jalan Baru di Padalarang Terhambat
Pembangunan Jalan Dinilai...
Pembangunan Jalan Dinilai Solusi Mudahkan Akses bagi Masyarakat
Bahas Jalan, Rapat DPRD...
Bahas Jalan, Rapat DPRD Bone dan Masyarakat Desa Usa dan Mico Memanas
Berita Terkini
Bandar Narkoba yang...
Bandar Narkoba yang Bikin 3 Polisi Gugur di Katingan Ditangkap!
1 jam yang lalu
Yayasan Gugah Nurani...
Yayasan Gugah Nurani Indonesia Sabet CSR Award 2026 Pemkab Bekasi
2 jam yang lalu
Pemprov DKI Bakal Bangun...
Pemprov DKI Bakal Bangun 11 Rusun Baru, Pramono: Baru Dua yang Sudah Ada Angggarannya
3 jam yang lalu
Perbaikan MBG Harus...
Perbaikan MBG Harus Dimulai dari Ketepatan Sasaran hingga Transparansi Tata Kelola
3 jam yang lalu
Polisi Sebut Kaca Gedung...
Polisi Sebut Kaca Gedung BGN Pecah Akibat Pemuaian, Bukan Penembakan
3 jam yang lalu
LRT Jakarta Fase 1B...
LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai Tersambung 100 Persen, Ditargetkan Beroperasi Agustus 2026
3 jam yang lalu
Infografis
5 Proyek Jalan Tol di...
5 Proyek Jalan Tol di Pulau Jawa Bakal Beroperasi Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved