Elite Politik Diminta Jaga Kondusifitas Pascavonis Ahok

Sabtu, 13 Mei 2017 - 17:04 WIB
Elite Politik Diminta...
Elite Politik Diminta Jaga Kondusifitas Pascavonis Ahok
A A A
JAKARTA - Elite politik diminta untuk tidak memperkeruh keadaan di Ibu Kota Jakarta pascavonis Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) 2 tahun penjara. Karena setelah putusan sidang kasus penistaan agama, muncul isu intoleransi dan radikalisme.

"Proses hukum di Indonesia ini seharusnya independen, karena yang berperkara itu Gubernur DKI (Ahok) memungkinkan terjadinya tafsir politik. Tafsir-tafsir politik ini yang menjadi dramaturgi yang mana efeknya dahsyat," ujar Pengamat Sosiologi Politik Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Ubedilah Badrun di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (14/5/2017).

Menurutnya, dalam kasus tersebut, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah berstatmen tak melakukan intervensi, langkah tersebut dianggap tepat sehingga proses hukum dalam kasus tersebut sudah bisa dikatakan independen. "Bahkan, pengadilan sudah mempersilakan banding bila tak terima hasil vonisnya, itu bukti hukum independen," tuturnya.

Namun, kata dia, di masyatakat malah berkembang isu-isu akan adanya gerakan intoleransi dan radikalisme yang mana isu tersebut sejatinya diproduksi oleh elite politik belaka demi mendapatkan kekuasaan. Maka itu, elite politik bertanggung jawab untuk menenangkan suasana pascasidang vonis kasus penistaan agama sehingga keadaan yang tak kondusif ini tidak berlarut-larut.

"Elite politik kedua kubu harus tanggung jawab untuk meredakan suasana. Publik pun harus merespon secara rasional isu-isu yang berkembang terkait ini. Biarkan proses hukum berjalan," jelasnya.

Selain dua isu tersebut, bebernya, ada pula isu pemisahan wilayah yang mana itu dianggap respon yang berlebihan. Isu tersebut muncul karena vonis kepada Ahok tak sesuai dengan keinginan elit politik tertentu, muncul gerakam sosial dan direspon publik dengan semangat perlawanan.

"Apapun putusannya, publik harusnya menerima. Sebab, tak ada korelasi hukum antara pemisahan wilayah dengan perkara Ahok, jangan karena kasus ini terjadi perpecahan, ini terlalu mahal," katanya.
(mhd)
Berita Terkait
Ahok Kebanjiran Pertanyaan...
Ahok Kebanjiran Pertanyaan Soal Apikasi Jangkau Besutannya
Kaesang soal Ahok Mundur...
Kaesang soal Ahok Mundur dari Komut: Dari TKN Banyak Kok
Ahok Diperiksa Kejagung...
Ahok Diperiksa Kejagung Terkait Mega Korupsi Pertamina
Dukung Ganjar-Mahfud,...
Dukung Ganjar-Mahfud, Ahok Mundur dari Komisaris Utama Pertamina
Ahok Sebut BUMN Seperti...
Ahok Sebut BUMN Seperti Titipan Politik: Kalau Saya Bukan Teman Presiden, Tidak Mungkin Saya Komut
Anak Ahok Dicecar 20...
Anak Ahok Dicecar 20 Pertanyaan Terkait Dugaan Penganiayaan Ayu Thalia
Berita Terkini
Imigrasi Semarang Bongkar...
Imigrasi Semarang Bongkar Praktik Love Scamming, Tangkap 4 WNA China
4 jam yang lalu
Keluhkan Bongkar Muat...
Keluhkan Bongkar Muat Batu Bara di Laut, Nelayan Pulau Ampel: Jadi Susah Tangkap Ikan
4 jam yang lalu
Makin Fleksibel! Keliling...
Makin Fleksibel! Keliling Dunia Nggak Masalah, Daftar BRImo Kini Bisa dari 15 Negara
5 jam yang lalu
Bhakti TNI, Satgas Yonif...
Bhakti TNI, Satgas Yonif 631/Antang Bangun MCK di Dagai Puncak Jaya
5 jam yang lalu
Wujudkan Desa Mandiri,...
Wujudkan Desa Mandiri, BRI Peduli Dorong Wisata dan Edukasi Berbasis Masyarakat di Ketapanrame
5 jam yang lalu
15.080 Peserta Siap...
15.080 Peserta Siap Ikuti Riau Bhayangkara Run 2026
5 jam yang lalu
Infografis
4 Perempuan yang Mengguncang...
4 Perempuan yang Mengguncang Politik Global Sepanjang 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved