Dihantam Banjir Bandang, Jalan Penghubung 2 Kecamatan Putus
Kamis, 11 Mei 2017 - 13:23 WIB
Dihantam Banjir Bandang, Jalan Penghubung 2 Kecamatan Putus
A
A
A
MERANGIN - Pasca diguyur hujan semalaman, jalan penghubung dua kecamatan yakni Pamenang Selatan dan Renah Pamenang, Kabupaten Merangin, Jambi terputus.
Hujan yang mengguyur sejak Rabu 10 Mei 2017 hingga Kamis (11/5/2017) dini hari, menyebabkan banjir bandang hingga menutup seluruh jalan penghubung utama dua kecamatan, akibatnya aktivitas warga pun lumpuh.
Beberapa kendaraan pun terjebak di jalan yang mencoba memaksa melintas. Bahkan, satu unit mobil milik warga terpaksa ditinggalkan karena terjebak di tengah banjir. Beberapa warga pun terpaksa memikul kendaraan karena tidak sabar menunggu air surut.
Kepala Desa Lantak Seribu Kecamatan Renah Pamenang, Samono saat ditemui mengatakan, jika banjir ini diakibatkan meluapnya sungai di desanya.
"Pasca hujan debit air meninggi dan tidak bisa lagi menampung debit air hingga meluber ke jalan. Akibatnya aktivitas warga kami pun lumpuh" jelas Samono.
Pantauan di lokasi, banjir bandang yang datang setiap hujan lebat ini juga diakibatkan banyaknya aktivitas tambang emas ilegal milik warga yang merusak DAS (Daerah Aliran Sungai).
Hujan yang mengguyur sejak Rabu 10 Mei 2017 hingga Kamis (11/5/2017) dini hari, menyebabkan banjir bandang hingga menutup seluruh jalan penghubung utama dua kecamatan, akibatnya aktivitas warga pun lumpuh.
Beberapa kendaraan pun terjebak di jalan yang mencoba memaksa melintas. Bahkan, satu unit mobil milik warga terpaksa ditinggalkan karena terjebak di tengah banjir. Beberapa warga pun terpaksa memikul kendaraan karena tidak sabar menunggu air surut.
Kepala Desa Lantak Seribu Kecamatan Renah Pamenang, Samono saat ditemui mengatakan, jika banjir ini diakibatkan meluapnya sungai di desanya.
"Pasca hujan debit air meninggi dan tidak bisa lagi menampung debit air hingga meluber ke jalan. Akibatnya aktivitas warga kami pun lumpuh" jelas Samono.
Pantauan di lokasi, banjir bandang yang datang setiap hujan lebat ini juga diakibatkan banyaknya aktivitas tambang emas ilegal milik warga yang merusak DAS (Daerah Aliran Sungai).
(kri)