Bukti Hilang Jika Kejaksaan Tunggu hingga Agustus Selidiki Kasus Sukajaya

Selasa, 09 Mei 2017 - 06:02 WIB
Bukti Hilang Jika Kejaksaan...
Bukti Hilang Jika Kejaksaan Tunggu hingga Agustus Selidiki Kasus Sukajaya
A A A
BOGOR - Aparat kejaksaan diminta jangan menunggu hingga bulan Agustus untuk menyelidiki kasus pembangunan Gedung Kecamatan Sukajaya. Karena dikhawatirkan barang bukti dugaan penyelewengan proyek tersebut dapat dihilangkan.

"Idealnya harus ada team kejaksaan segera turun, supaya jangan ada indikasi menghilangkan bukti-bukti kerugian uang negara, apabila terlalu lama turunnya," kata sang pengusaha asal Kabupaten Bogor yang enggan disebutkan namanya.

Dia mengaku geram dengan apa yang terjadi di Sukajaya, karena sebagai pengusaha asli daerah Kabupaten Bogor dia akan bekerja sungguh-sungguh untuk membangun daerahnya.

"Saya tentunya merasa kecewa kalau ada pengusaha luar daerah yang punya kesempatan kerja di Kabupaten Bogor yang diduga menang lelang dengan cara-cara yang tidak sehat, lalu kerja semaunya apalagi sampai merugikan uang negara," kata dia.

Menurutnya, pengusaha di daerah pasti menduga ada tebang pilih dalam penegakan hukum jika aparat kejaksaan tidak segera menyelidiki kasus tersebut. Apalagi dirinya juga meragukan audit BPK Jawa Barat terhadap kasus tersebut.

"Mau jadi apa Kabupaten Bogor ke depan jika seperti ini. Padahal Kecamatan Sukajaya hanyalah contoh kecil," timpalnya.

Terpisah Ketua Forum Mahasiswa Bogor (FMB) Rahmatullah mengharapkan pengumpulan bukti dugaan penyelewengan proyek Gedung Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor bisa dilakukan oleh tim kejaksaan tanpa menunggu hingga Agustus 2017.

Karena jika aparat kejaksaan berani mengungkap 'aktor' yang bermain dalam proyek tersebut akan banyak menemukan data mengenai penyimpangan di wilayah tersebut.

Sementara Ketua LSM Pasundan Raya Idris Santoso mengaku lebih percaya jika pengusutan kasus ini diambil alih oleh Kejati Jawa Barat dengan dibantu supervisi Kejaksaan Agung dibanding oleh tim Kejari Kabupaten Bogor.
"Tentunya akan lain hasilnya jika tim yang turun dari Kejati Jawa Barat dibantu supervisi Kejagung," timpalnya.
(sms)
Berita Terkait
Respon OTT KPK, Presiden:...
Respon OTT KPK, Presiden: Tiap Proyek Besar Pasti Ada Masalah
Soal OTT Proyek Kereta...
Soal OTT Proyek Kereta Trans Sulawesi, Jokowi: Tak Mungkin Semua Proyek Tak Ada Masalah
Tak Ada Masalah Hukum,...
Tak Ada Masalah Hukum, Luhut Minta Proyek PSEL Jalan Terus
Pembebasan Lahan, Masalah...
Pembebasan Lahan, Masalah Klasik Penghambat Proyek Kereta Api di Sulsel
Berjalan Satu Dekade,...
Berjalan Satu Dekade, Proyek CPEC China Pakistan Diwarnai Beragam Masalah
KPK Diminta Soroti Dugaan...
KPK Diminta Soroti Dugaan Masalah Proyek di Dua Eks Stafsus Milenial
Berita Terkini
Pengendara Ninja yang...
Pengendara Ninja yang Pukul Pemotor Lain di Jagakarsa Ditangkap, Begini Penampakannya
49 menit yang lalu
Bupati Langkat Syah...
Bupati Langkat Syah Afandin Jadi Tersangka Kasus Suap, Hartanya Rp10,6 Miliar
1 jam yang lalu
Polri Presisi Dinilai...
Polri Presisi Dinilai Telah Sampai di Hati Masyarakat
1 jam yang lalu
Dihadiri Komedian Narji,...
Dihadiri Komedian Narji, Khitanan Massal PSI Banten di Tangsel Diikuti Ratusan Peserta
3 jam yang lalu
Polresta Bandara Soetta...
Polresta Bandara Soetta Gerebek Pabrik Narkoba Internasional Beromzet Rp360 Miliar, Transaksi Pakai Kripto
5 jam yang lalu
KM Makmur Jaya Mati...
KM Makmur Jaya Mati Mesin di Perairan Pulau Pari, 150 Penumpang Dievakuasi
5 jam yang lalu
Infografis
Rentetan Kasus Korupsi...
Rentetan Kasus Korupsi di Jateng: Tiga Bupati Terjaring KPK pada Awal 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved