K-Sarbumusi Tuntut Pemerintah Serius Urus Masalah Perburuhan

Minggu, 30 April 2017 - 20:39 WIB
K-Sarbumusi Tuntut Pemerintah...
K-Sarbumusi Tuntut Pemerintah Serius Urus Masalah Perburuhan
A A A
JAKARTA - Dewan Pimpinan Pusat Konfederasi Sarikat Buruh Muslimin Indonesia Nahdlatul Ulama (DPP K-Sarbumusi NU) meminta Presiden dan DPR untuk segera melakukan sentralisasi peran Kementerian Ketenagakerjaan dari pusat sampai daerah.

Pasalnya banyak persoalan ketenagakerjaan yang masih menjadi permasalahan daerah. Terkadang terjadi aturan yang tumpang tindih dan menyulitkan advokasi jika terjadi permasalahan.

"Seharusnya urusan ketenagakerjaan menjadi bagian yang di desentralisasi menjadi urusan pemerintahan absolut dari pusat sampai daerah dengan merevisi nomenklatur kementerian tenaga kerja menjadi urusan pemeirntahan absolut," ujarSekjen K-Sarbumusi Eko Darwanto saat menggelar koferensi pers di Kantor DPP K-Sarbumusi Jalan Raden Saleh, Jakarta Pusat, Minggu, (30/4/2017).

Eko menambahkan, tidak hanya persoalan desentralisasi kewenangan Kementerian ketenagakerjaan, keinginan pemerintah untuk melakukan revisi Undang-Undang No 21/2000 tentang Serikat Pekerja/Serikat Buruh, akan mendapatkan penolakan. Jika alasannya Revisi Undang-Undang tersebut karena pemerintah ingin memperkecil jumlah serikat buruh.

"Alasan threshould yang didengung-dengungkan oleh Kemnaker sebenarnya selama ini sudah dilaksanakan oleh Kemnaker hanya persoalannya Kemnaker sendiri tidak menghormati hasil verifikasi SP/SB yang dilakukannya. Selalu semuanya dilibatkan baik SP/SB yang punya anggota ataupun tidak, lalu untuk apa hasil verifikasi kalau begitu," lanjut Eko.

Sementara itu, Wakil Presiden Konfederasi Sarikat Buruh Muslimin Indonesia (K-Sarbumusi) bidang Dalam Negeri Sukitman melihat, union busting/pemberangusan serikat buruh di dalam perusahaan semakin massif dan sering terjadi, serta dilakukan oleh perusahaan-perusahaan dengan berbagai cara. Tanpa rasa takut perusahaan-perusahaan ini melakukan kriminalisasi terhadap pegurus dan keberadaan serikat buruh di Indonesia.

"Pemberangusan buruh terjadi karena sangat lemahnya pengawasan dan banyaknya pengawas yang dapat dibeli dan berkolaborasi dengan pengusaha," kata Sukitman

Wakil Presiden K-Sarbumusi Bidang Luar Negeri, Muhammad Miftah Farid menyoroti kinerja dari pemerintah dalam menangani TKA. Miftah menganggap pemerintah harus mengambil tindakan atas TKA unskill tersebut.

"Untuk menyerap tenaga kerja dalam negeri, pemerintah harus mengembalikan TKA unskill yang masuk di Indonesia," tutur Miftah. Miftah juga meminta kepada pemerintah melalui Menteri Ketenagakerjaan untuk memperkuat pengawasan ketenagakerjaan.

"Nasib buruh di Indonesia harus mendapatkan hak yang semestinya," ucap Miftah.
(whb)
Berita Terkait
Jokowi: Buruh Adalah...
Jokowi: Buruh Adalah Aset Besar Bangsa
Deretan Isu yang Diangkat...
Deretan Isu yang Diangkat Buruh saat Peringatan May Day
HT: Hari Buruh Momentum...
HT: Hari Buruh Momentum Tingkatkan Kompetensi dan Produktivitas
May Day Depan DPR, Sing...
May Day Depan DPR, Sing Along Massa Bareng The Jansen Disambut Water Cannon Polisi
Ratusan Buruh Makassar...
Ratusan Buruh Makassar Turun Jalan Peringati May Day, Tuntut Pendidikan Gratis
Hari Buruh, Uji Formil...
Hari Buruh, Uji Formil UU Cipta Kerja ke MK Dinilai Tepat
Berita Terkini
118 Mangrove Rusak di...
118 Mangrove Rusak di Riau, Kapolda: Tidak Ada Ruang bagi Pelaku
31 menit yang lalu
Penahanan Babe Aldo...
Penahanan Babe Aldo di Polda Kalsel, Pengacara Mencium Dugaan Ada Pesanan
40 menit yang lalu
Perkuat Desa Bugisan...
Perkuat Desa Bugisan Klaten, Pendapatan UMKM di Wisata Candi Plaosan Meningkat
45 menit yang lalu
Gempa Magnitudo 5,5...
Gempa Magnitudo 5,5 Guncang Sarmi Papua Sore Ini
1 jam yang lalu
Bandung Jadi Tuan Rumah...
Bandung Jadi Tuan Rumah Perdana Erafone Run 2026, Targetkan 2.000 Peserta
1 jam yang lalu
Tokoh Masyarakat Merauke:...
Tokoh Masyarakat Merauke: PSN Wanam Harus Jamin Masa Depan Pendidikan Anak
1 jam yang lalu
Infografis
Mel Gibson Serukan Pemerintah...
Mel Gibson Serukan Pemerintah AS Bongkar Kebenaran Serangan 9/11
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved