Terpengaruh Medsos, Dua Keluarga di Jambi Nekat Pergi ke Suriah
Sabtu, 22 April 2017 - 13:30 WIB
Terpengaruh Medsos, Dua Keluarga di Jambi Nekat Pergi ke Suriah
A
A
A
JAMBI - Ketua Forum Koordinasi Penanggulangan Terorisme (FKPT) Provinsi Jambi Lukman Jafri mengakui ada dua keluarga asal Pemerintah Provinsi Jambi yang pernah berangkat ke Suriah.
"Ada dua keluarga dan semuanya warga Sabak, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi. Mereka ini ada berangkat ke Suriah pada akhir tahun lalu," ungkapnya saat berbincang di lobi salah satu hotel di Kampung Manggis, Pasar, Kota Jambi, Sabtu (22/4/2017).
Namun, Lukman menolak memberikan identitas kedua keluarga tersebut. "Tanya saja kepada pihak Polda Jambi, lengkap semua datanya," tandasnya.
Dia hanya memberikan keterangan singkat, bahwa kedua keluarga tersebut berangkat ke Suriah melalui Pulau Kalimantan.
"Kayak kejadian Gafatar dulu itu. Berarti apa? Analisa sendiri lah," tutur Lukman
Mantan Inpsektur Pengawasan Polda Jambi ini juga mengakui kedua keluarga asal Sabak, Tanjung Jabung Timur itu terpengaruh paham radikalis dari dari akun-akun di media sosial.
Sementara, Siti Darajatul Aliah dari Yayasan Prasasti Perdamaian Jakarta membenarkan informasi tersebut.
Menurut dia, saat ini kedua keluarga asal Jambi tersebut sudah dikembalikan ke daerah asalnya melalui Dinas Sosial Provinsi Jambi. "Karena masih belum terlibat, keduanya dipulangkan. Kecuali sudah terlibat jauh ke Syuriah," katanya.
Kedua keluarga tersebut, ketahuan petugas di Turki saat akan menuju Suriah. "Kejadiannya pada akhir tahun lalu," ujar Siti.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, mereka nekat berangkat lantaran terpengaruh paham radikalisme dari akun yang beredar di media sosial.
"Hati-hati dengan medsos, karena susah dibendung. Medsos itu tidak ada wasitnya. Jadi pengguna medsos harus bisa memfilter setiap informasi yang didapat. Ada manfaatnya tidak?" ucap Siti.
Siti juga mengungkapkan, apa yang ada di medsos merupakan tulisan propaganda dari pihak-pihak tidak bertanggung jawab
"Ini diketahui dari mereka yang sudah pulang dari Suriah. Kenyataannya berbeda jauh. Jadi baiknya di Indonesia saja membantu pemerintah membangun negeri," tuturnya.
"Ada dua keluarga dan semuanya warga Sabak, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi. Mereka ini ada berangkat ke Suriah pada akhir tahun lalu," ungkapnya saat berbincang di lobi salah satu hotel di Kampung Manggis, Pasar, Kota Jambi, Sabtu (22/4/2017).
Namun, Lukman menolak memberikan identitas kedua keluarga tersebut. "Tanya saja kepada pihak Polda Jambi, lengkap semua datanya," tandasnya.
Dia hanya memberikan keterangan singkat, bahwa kedua keluarga tersebut berangkat ke Suriah melalui Pulau Kalimantan.
"Kayak kejadian Gafatar dulu itu. Berarti apa? Analisa sendiri lah," tutur Lukman
Mantan Inpsektur Pengawasan Polda Jambi ini juga mengakui kedua keluarga asal Sabak, Tanjung Jabung Timur itu terpengaruh paham radikalis dari dari akun-akun di media sosial.
Sementara, Siti Darajatul Aliah dari Yayasan Prasasti Perdamaian Jakarta membenarkan informasi tersebut.
Menurut dia, saat ini kedua keluarga asal Jambi tersebut sudah dikembalikan ke daerah asalnya melalui Dinas Sosial Provinsi Jambi. "Karena masih belum terlibat, keduanya dipulangkan. Kecuali sudah terlibat jauh ke Syuriah," katanya.
Kedua keluarga tersebut, ketahuan petugas di Turki saat akan menuju Suriah. "Kejadiannya pada akhir tahun lalu," ujar Siti.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, mereka nekat berangkat lantaran terpengaruh paham radikalisme dari akun yang beredar di media sosial.
"Hati-hati dengan medsos, karena susah dibendung. Medsos itu tidak ada wasitnya. Jadi pengguna medsos harus bisa memfilter setiap informasi yang didapat. Ada manfaatnya tidak?" ucap Siti.
Siti juga mengungkapkan, apa yang ada di medsos merupakan tulisan propaganda dari pihak-pihak tidak bertanggung jawab
"Ini diketahui dari mereka yang sudah pulang dari Suriah. Kenyataannya berbeda jauh. Jadi baiknya di Indonesia saja membantu pemerintah membangun negeri," tuturnya.
(dam)