DPR Nilai Penembakan Satu Keluarga Sejarah Kelam Kepolisian
Kamis, 20 April 2017 - 11:28 WIB
DPR Nilai Penembakan Satu Keluarga Sejarah Kelam Kepolisian
A
A
A
JAKARTA - Anggota Komisi III DPR Nasir Djamil mengutuk aksi penembakan mobil satu keluarga oleh oknum polisi di Lubuklinggau, Sumatera Selatan. Satu orang tewas di tempat dan lima lainnya kritis akibat aksi koboi jalanan ini.
Nasir menilai, perilaku oknum polisi di Lubuklinggau tersebut mencerminkan belum ada reformasi di tubuh Polri. Polri masih menampakkan wajah garangnya di hadapan rakyat sipil.
"Ini menunjukkan bahwa mindset polisi tidak berubah dan (oknum ini) layak dipecat tidak hormat," kata Nasir melalui keterangan tertulis, Kamis (20/4/2017).
Atas dasar itu, politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mendesak Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian agar segera mencopot Kapolda Sumsel dan Kapolres Lubuk Linggau.
Pencopotan ini, kata Nasir, adalah bentuk tanggungjawab struktural dan moral Kapolri untuk menyelamatkan jargon profesionalisme, modren, dan terpercaya.
"Para korban diperlakukan seperti teroris, padahal mereka akan pergi ke undangan. Ini sejarah kelam dan gelap dunia kepolisian kita," ucap Nasir.
Nasir menilai, perilaku oknum polisi di Lubuklinggau tersebut mencerminkan belum ada reformasi di tubuh Polri. Polri masih menampakkan wajah garangnya di hadapan rakyat sipil.
"Ini menunjukkan bahwa mindset polisi tidak berubah dan (oknum ini) layak dipecat tidak hormat," kata Nasir melalui keterangan tertulis, Kamis (20/4/2017).
Atas dasar itu, politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mendesak Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian agar segera mencopot Kapolda Sumsel dan Kapolres Lubuk Linggau.
Pencopotan ini, kata Nasir, adalah bentuk tanggungjawab struktural dan moral Kapolri untuk menyelamatkan jargon profesionalisme, modren, dan terpercaya.
"Para korban diperlakukan seperti teroris, padahal mereka akan pergi ke undangan. Ini sejarah kelam dan gelap dunia kepolisian kita," ucap Nasir.
(nag)