Selesai Mencoblos, Menkes: Kita Harapkan Pemimpin Baik dan Bertanggung Jawab
Rabu, 19 April 2017 - 10:02 WIB
Selesai Mencoblos, Menkes: Kita Harapkan Pemimpin Baik dan Bertanggung Jawab
A
A
A
JAKARTA - Menteri Kesehatan Nila F Moeloek hari ini menggunakan hak pilihnya di Tempat Pemungutan Suara (TPS) Nomor 5 Patra Kuningan, Kelurahan Kuningan Timur, Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan.
Dari pantauan SINDOnews di lokasi, Rabu (19/4/2017), Nila bersama sang suami FA Moeloek datang ke TPS sekitar pukul 08.30 WIB. Nila mendapat nomor urut 259.
Seusai menggunakan hak pilihnya, Nila sempat mengutarakan harapannya untuk pemimpin baru DKI Jakarta. Dia berharap, gubernur DKI Jakarta hasil Pilkada 2017 bisa membawa masyarakat di Ibu Kota semakin baik dan sejahtera.
"Saya rasa kita tentu mengharapkan pemimpin yang baik ya. Saya rasa itu yang kita harapkan. Pemimpin yang bertanggung jawab, bisa membawa masyarakat dengan sebaiknya. Tentu kita ingin negara kita menjadi sejahtera," katanya.
Menurutnya, pesta demokrasi ini jangan dinodai dengan perpecahan di antara masyarakat. Menentukan pilihan pemimpin baru DKI Jakarta, tambahnya, juga harus berdasarkan logika karena menyangkut hajat hidup orang banyak.
"Perpecahan ini sebenarnya tidak perlu terjadi atau tidak boleh terjadi atau saya kira tidak boleh dibuat terjadi," ujarnya.
Dari pantauan SINDOnews di lokasi, Rabu (19/4/2017), Nila bersama sang suami FA Moeloek datang ke TPS sekitar pukul 08.30 WIB. Nila mendapat nomor urut 259.
Seusai menggunakan hak pilihnya, Nila sempat mengutarakan harapannya untuk pemimpin baru DKI Jakarta. Dia berharap, gubernur DKI Jakarta hasil Pilkada 2017 bisa membawa masyarakat di Ibu Kota semakin baik dan sejahtera.
"Saya rasa kita tentu mengharapkan pemimpin yang baik ya. Saya rasa itu yang kita harapkan. Pemimpin yang bertanggung jawab, bisa membawa masyarakat dengan sebaiknya. Tentu kita ingin negara kita menjadi sejahtera," katanya.
Menurutnya, pesta demokrasi ini jangan dinodai dengan perpecahan di antara masyarakat. Menentukan pilihan pemimpin baru DKI Jakarta, tambahnya, juga harus berdasarkan logika karena menyangkut hajat hidup orang banyak.
"Perpecahan ini sebenarnya tidak perlu terjadi atau tidak boleh terjadi atau saya kira tidak boleh dibuat terjadi," ujarnya.
(zik)