Jelang 19 April, Ini Bentuk Kecurangan yang Ditemukan Tim Anies-Sandi

Minggu, 16 April 2017 - 17:51 WIB
Jelang 19 April, Ini...
Jelang 19 April, Ini Bentuk Kecurangan yang Ditemukan Tim Anies-Sandi
A A A
JAKARTA - Tim Pemenangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno menyebut sejak tiga hari terakhir ini kecurangan kampanye putaran kedua kian terlihat di depan mata. Peningkatan permohonan Surat Keterangan (Suket) yang tidak jelas, politik uang dan intimidasi serta mobilasi massa sangat kental terjadi.

Wakil Ketua Tim Pemenangan Anies-Sandi, Muhammad Taufik mengatakan, tiga hari terakhir ini kecurangan-kecurangan kampanye putaran kedua sangat terlihat di depan mata. Sembako dari tim pasangan kotak-kotak membanjiri Jakarta dan bahkan ketika Ketua Bawaslu DKI Jakarta Mimah Susanti coba menegur, justru dicekik oleh oknum tersebut.

"Kita terjunkan 30.000 relawan untuk mengawal pencoblosan pada 19 April 2017 mendatang," kata Taufik di di Posko Pemenangan Anies-Sandi di Jalan Cicurug, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (16/4/2017)
Taufik mengatakan, telah memberikan pembekalan kepada seluruh relawan dan satgas di setiap kecamatan agar dapat mengawal setiap kecurangan-kecurangan yang berpotensi terjadi pada 19 April nanti.

Pengawalan itu pun akan dilakukan hingga rekapitulasi suara di tingkat provinsi. Taufik juga meminta Dinas Pendudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Pemprov DKI Jakarta membuka data suket yang akan digunakan pemilih pada pencoblosan.

Hal itu dilakukan karena permintaan suket di Pilgub DKI putaran kedua meningkat cukup tajam yaitu di angka 138.741 lembar. Pembuatan suket tidak diperketat sehingga menjadi pintu masuk kecurangan dengan modus penggelembungan suara.

Untuk itu, pemilih yang membawa suket diminta menyertakan kartu keluarga. Mengenai alasan Taufik meminta data suket dibuka by name by addres, agar dapat dilakukan penyisiran secaran random di waktu yang singkat ini.

Selain itu, Wakil Ketua DPRD itu juga meminta pengguna suket harus warga asli di suatu wilayah. Orang luar yang bukan warga asli disarankan tidak menggunakan suket.

"Masak suket Menteng dipakai di Tanjung Priuk. Itu tidak boleh. Makanya kami anggap bermasalah. Kami minta data suket dibuka by name by addres. Karena angka kenaikan 138.741 sangat mencurigakan kenaikannya sangat signifikan," ujarnya.

Taufik mengimbau seluruh pihak yang terkait Pilgub DKI Jakarta melaksanakannya secara bersih untuk memenangkan pertarungan di putaran kedua.

Berdasarkan data Disdukcapil Pemprov DKI Jakarta, suket periode Oktober 2016 hingga 13 April 2017, naik signifikan mencapai 138.741. Jumlah tersebut secara rinci Kepulauan Seribu 110, Jakarta Pusat 9.043, Jakarta Utara 25.962, Jakarta Barat 34.605, Jakarta Selatan 26.193, dan Jakarta Timur 42.828.

Pada Pilkada putaran pertama, suket hanya sejumlah 84.591 dengan jumlah per wilayah; Kepulauan Seribu 84, Jakarta Pusat 5.667, Jakarta Utara 14.188, Jakarta Barat 23.230, Jakarta Selatan 16.226, dan Jakarta Timur 25.196.
(whb)
Berita Terkait
Penasaran, Ini Mahakarya...
Penasaran, Ini Mahakarya Gubernur DKI dari Sutiyoso hingga Anies
Saefullah, Sekda DKI...
Saefullah, Sekda DKI 4 Gubernur dari Jokowi, Ahok, Djarot hingga Anies
Menakar Peluang Duet...
Menakar Peluang Duet Anies-Ahok di Pilkada DKI Jakarta
Survei Polstat: Elektabilitas...
Survei Polstat: Elektabilitas Anies Tertinggi di Pilgub DKI Jakarta, Ahok Kedua
Respons Ganjar soal...
Respons Ganjar soal Wacana Duet Anies-Ahok di Pilkada DKI Jakarta
Survei Cagub DKI: Anies...
Survei Cagub DKI: Anies Baswedan Terkuat, Elektabilitas Ahmad Sahroni di atas Djarot
Berita Terkini
BPDP Dorong UMKM Perkebunan...
BPDP Dorong UMKM Perkebunan Naik Kelas lewat Inovasi Produk
20 menit yang lalu
Jelang Hari Bhayangkara,...
Jelang Hari Bhayangkara, Kapolri Ziarah ke Makam Gus Dur
2 jam yang lalu
Sambut 5 Abad Jakarta,...
Sambut 5 Abad Jakarta, Pramono Anung Siapkan 500 Ondel-ondel Karya Desainer Top
7 jam yang lalu
Warga Rawa Buaya Bersyukur...
Warga Rawa Buaya Bersyukur Terima Bantuan Kursi Roda dari Dina Masyusin dan Dinsos
8 jam yang lalu
Kisah Cinta Sutan Sjahrir...
Kisah Cinta Sutan Sjahrir dan Maria Mieske, Dipisahkan Penjara hingga Politik Kolonial Belanda
9 jam yang lalu
Almamater Lima Soroti...
Almamater Lima Soroti Dugaan Penyusutan Lahan Taman Potret Tangerang
16 jam yang lalu
Infografis
Virus Hanta Merebak!...
Virus Hanta Merebak! Ini 5 Gejalanya yang Perlu Diwaspadai
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved