Hasil Survei Indomatrix, Anies-Sandi Menang Tipis dari Pasangan Ahok-Djarot
Kamis, 13 April 2017 - 20:09 WIB
Hasil Survei Indomatrix, Anies-Sandi Menang Tipis dari Pasangan Ahok-Djarot
A
A
A
JAKARTA - Lembaga survei Indomatrix merilis hasil survei pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur DKI Jakarta, yang dilakukan pada 1 sampai 8 April 2017, dengan 1.250 responden.
Direktur eksekutif Indomatrix, Husen Yazid, mengatakan, dari survei yang dilakukan, hasilnya sangat tipis dan saling bersaing ketat antara kedua pasang calon.
"Dalam hasil survei kami, Ahok-Djarot meraih 46,17 %. Anies-Sandiaga 48,40%. Sedangkan tidak tahu atau tidak jawab sebesar 5,44 %," ucap Husen di Jalan Sabang, Jakarta Pusat, Kamis (13/4/2017).
Meski Anies unggul, kata Husein, namun hal ini tak bisa menjadi jaminan. Karena, jika dilihat dari margin of error kurang lebih 2,8 %, dengan metode multistage random sampling itu, semuanya belum pasti.
"Walaupun Anies-Sandi unggul, tapi kemudian jika melihat margin of error kurang lebih 2,8 %, ini tidak bisa disimpulkan siapa yang unggul. Teori statistiknya seperti itu," jelas Husen.
Sementara itu, ujar Husein, dari hasil survei yang dilakukan, ajakan elit politik ternyata tidak terlalu berpengaruh. Karenanya, ini menandakan sosok figur atau ketokohan pasangan calon sangat berpengaruh.
"Jadi yang menyatakan tidak terpengaruh dengan ajakan elit politik sebesar 62,24%. Kemudian yang menyatakan terpengaruh 22,41 % dan masih ragu 15,35%," tutur Husen.
Berbeda dengan hasil survei yang dirilis oleh LSI Denny JA, pasangan Anies-Sandi menang telak dengan 51,4% dibanding Ahok-Djarot yang hanya 42,7%.
Direktur eksekutif Indomatrix, Husen Yazid, mengatakan, dari survei yang dilakukan, hasilnya sangat tipis dan saling bersaing ketat antara kedua pasang calon.
"Dalam hasil survei kami, Ahok-Djarot meraih 46,17 %. Anies-Sandiaga 48,40%. Sedangkan tidak tahu atau tidak jawab sebesar 5,44 %," ucap Husen di Jalan Sabang, Jakarta Pusat, Kamis (13/4/2017).
Meski Anies unggul, kata Husein, namun hal ini tak bisa menjadi jaminan. Karena, jika dilihat dari margin of error kurang lebih 2,8 %, dengan metode multistage random sampling itu, semuanya belum pasti.
"Walaupun Anies-Sandi unggul, tapi kemudian jika melihat margin of error kurang lebih 2,8 %, ini tidak bisa disimpulkan siapa yang unggul. Teori statistiknya seperti itu," jelas Husen.
Sementara itu, ujar Husein, dari hasil survei yang dilakukan, ajakan elit politik ternyata tidak terlalu berpengaruh. Karenanya, ini menandakan sosok figur atau ketokohan pasangan calon sangat berpengaruh.
"Jadi yang menyatakan tidak terpengaruh dengan ajakan elit politik sebesar 62,24%. Kemudian yang menyatakan terpengaruh 22,41 % dan masih ragu 15,35%," tutur Husen.
Berbeda dengan hasil survei yang dirilis oleh LSI Denny JA, pasangan Anies-Sandi menang telak dengan 51,4% dibanding Ahok-Djarot yang hanya 42,7%.
(pur)