ACTA Minta Bawaslu Segera Usut Video Kampanye Ahok-Djarot
Selasa, 11 April 2017 - 17:57 WIB
ACTA Minta Bawaslu Segera Usut Video Kampanye Ahok-Djarot
A
A
A
JAKARTA - ACTA menyebutkan, video kampanye paslon nomor urut 2, Basuki T Purnama (Ahok) - Djarot Saiful Hidayat diduga bermuatan SARA dan propaganda sehingga Bawaslu DKI harus mengusutnya hingga tuntas.
Wakil Ketua ACTA Ade Irfan Pulungan mengatakan, adanya peredaran video yang diduga berisi SARA di kampanye Ahok itu patut dipertanyakan. Pertama, mengapa video itu beredarnya menjelang pencoblosan dan kedua menjelang pembacaan tuntutan dugaan kasus penistaan agama.
"Ini yang membuat kami menduga-duga apa maksud dan tujuan video ini ditayangkan dan juga apa maksud pembuatan video itu yang iklannya ada unsur bermuatan SARA?" ujarnya pada wartawan, Selasa (11/4)2017).
Menurutnya, dalam video itu, tergambar sosok umat muslim yang mengenakan sorban dan berteriak-teriak, ada pula gambar sebuah keributan, dan spanduk yang bertuliskan ganyang Cina.
Dia pun mempertanyakan motifnya karena dia menduga dalam pembuatan iklan tersebut ada skenario dan maksudnya.
"Bisa jadi ini sebuah propaganda supaya umat Islam ribut dan ini jadi alasan agar pihak kepolisian melakukan penundaan (sidang tuntutan pula), saya rasa ada korelasinya juga, tapi mudah-mudahan tidak terjadi," tuturnya.
"Maka itu, Bawaslu dan Bareskrim harus cepat menindak laporan itu, kami juga sudah melaporkannya," katanya.
Wakil Ketua ACTA Ade Irfan Pulungan mengatakan, adanya peredaran video yang diduga berisi SARA di kampanye Ahok itu patut dipertanyakan. Pertama, mengapa video itu beredarnya menjelang pencoblosan dan kedua menjelang pembacaan tuntutan dugaan kasus penistaan agama.
"Ini yang membuat kami menduga-duga apa maksud dan tujuan video ini ditayangkan dan juga apa maksud pembuatan video itu yang iklannya ada unsur bermuatan SARA?" ujarnya pada wartawan, Selasa (11/4)2017).
Menurutnya, dalam video itu, tergambar sosok umat muslim yang mengenakan sorban dan berteriak-teriak, ada pula gambar sebuah keributan, dan spanduk yang bertuliskan ganyang Cina.
Dia pun mempertanyakan motifnya karena dia menduga dalam pembuatan iklan tersebut ada skenario dan maksudnya.
"Bisa jadi ini sebuah propaganda supaya umat Islam ribut dan ini jadi alasan agar pihak kepolisian melakukan penundaan (sidang tuntutan pula), saya rasa ada korelasinya juga, tapi mudah-mudahan tidak terjadi," tuturnya.
"Maka itu, Bawaslu dan Bareskrim harus cepat menindak laporan itu, kami juga sudah melaporkannya," katanya.
(ysw)