Driver Grab Ini Kirim Video Persiapan Gantung Dirinya ke Pacar
Jum'at, 07 April 2017 - 14:12 WIB
Driver Grab Ini Kirim Video Persiapan Gantung Dirinya ke Pacar
A
A
A
BEKASI - Kasus gantung diri yang direkam via media sosial kembali terjadi. Kali ini, seorang pengemudi ojek online Grab Bike, Yohanes Praga Janu Peragupi (24) mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri menggunakan seutas tali dikediamanya.
Ironisnya, aksi bunuh diri itu sengaja direkam secara live oleh korban melalui aplikasi WhatsApp. Aksi bunuh diri Yohanes dilakukan di rumahnya di Kampung Pedurenan RT 01/07, Jatiasih, Kota Bekasi. Bahkan, korban mengirimkan video detik-detik aksi bunuh diri tersebut kepada kekasihnya melalui WhatsApp.
Kapolsek Jatiasih Kompol Rajiman mengatakan, aksi gantung diri korban diketahui keluarganya pada Jumat (7/4/2017) pagi. Saat itu, ayah korban yakni, Tyo Y Ngadiyo (45) hendak membangunkan korban tidur.
Saat pintu diketuk, Yohanes tidak menyahutnya dan pintu terkunci dari dalam.Tyo lalu mengintip situasi kamar anaknya lewat celah jendela. Tyo pun terkejut, mendapati sang anak telah gantung diri di tengah kamar.
"Di lantai dekat jenazah korban terdapat ponsel milik korban. Saat dicek petugas, Yohanes telah mengirimkan video gantung dirinya ke sang kekasih," kata Rajiman kepada wartawan tadi pagi.
Penyidik berencana memeriksa kekasih korban untuk mengungkap motif Yohanes gantung diri. Namun diduga, Yohanes nekat mengakhiri hidupnya dengan cara tragis karena persoalan asmara.
Rajiman menuturkan, pihak keluarga menolak upaya polisi untuk mengautopsi jenazah Yohanes.
Kasus gantung diri ini hampir mirip yang dilakukan oleh Pahinggar Indrawan alias Indra, warga Jagakarsa, Jakarta Selatan pada Jumat, 13 Maret 2017 lalu. Hanya saja, Indra menyiarkan aksi nekatnya itu melalui media sosial Facebook secara langsung (live) yang bisa disaksikan oleh ribuan temannya.
Ironisnya, aksi bunuh diri itu sengaja direkam secara live oleh korban melalui aplikasi WhatsApp. Aksi bunuh diri Yohanes dilakukan di rumahnya di Kampung Pedurenan RT 01/07, Jatiasih, Kota Bekasi. Bahkan, korban mengirimkan video detik-detik aksi bunuh diri tersebut kepada kekasihnya melalui WhatsApp.
Kapolsek Jatiasih Kompol Rajiman mengatakan, aksi gantung diri korban diketahui keluarganya pada Jumat (7/4/2017) pagi. Saat itu, ayah korban yakni, Tyo Y Ngadiyo (45) hendak membangunkan korban tidur.
Saat pintu diketuk, Yohanes tidak menyahutnya dan pintu terkunci dari dalam.Tyo lalu mengintip situasi kamar anaknya lewat celah jendela. Tyo pun terkejut, mendapati sang anak telah gantung diri di tengah kamar.
"Di lantai dekat jenazah korban terdapat ponsel milik korban. Saat dicek petugas, Yohanes telah mengirimkan video gantung dirinya ke sang kekasih," kata Rajiman kepada wartawan tadi pagi.
Penyidik berencana memeriksa kekasih korban untuk mengungkap motif Yohanes gantung diri. Namun diduga, Yohanes nekat mengakhiri hidupnya dengan cara tragis karena persoalan asmara.
Rajiman menuturkan, pihak keluarga menolak upaya polisi untuk mengautopsi jenazah Yohanes.
Kasus gantung diri ini hampir mirip yang dilakukan oleh Pahinggar Indrawan alias Indra, warga Jagakarsa, Jakarta Selatan pada Jumat, 13 Maret 2017 lalu. Hanya saja, Indra menyiarkan aksi nekatnya itu melalui media sosial Facebook secara langsung (live) yang bisa disaksikan oleh ribuan temannya.
(whb)