Merokok Mirip Pesta Sabu, 22 Bocah SD Ini Dites Urine Petugas BNN
Senin, 27 Maret 2017 - 18:01 WIB
Merokok Mirip Pesta Sabu, 22 Bocah SD Ini Dites Urine Petugas BNN
A
A
A
KOTAWARINGIN BARAT - Petugas Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Kotawaringin Barat mentes urine 22 murid SDN 3 Candi, Kecamatan Kumai, Kotawaringin Barat (Kobar), Kalteng, Senin (27/3/2017).
Sebelumnya sebanyak 22 murid SDN 3 Candi, Kecamatan Kumai, Kotawaringin Barat (Kobar), Kalteng diduga berpesta narkoba di lingkungan sekolah. Peristiwa ini terjadi pada Sabtu 25 Maret 2017.
"Awalnya ada laporan dari murid perempuan hari Sabtu ke guru kelas bahwa puluhan murid laki laki seperti merokok menggunakan alat mirip bong sabu di lingkungan sekolah," ujar Kepala Sekolah (Kepsek) SDN 3 Candi, Kecamatan Kumai, Imam Ustadi di sekolah, Senin (27/3/2017).
Diri situ, lanjut Imam, kemudian puluhan anak anak tersebut dipanggil dan pihak sekolah langsung melaporkan kejadian tersebut ke petugas BNNK Kotawaringin Barat untuk ditindak lanjuti.
"Baru hari ini petugas BNNK tiba di sekolah kami dan langsung kami temukan dengan anak anak tersebut beserta barang bukti sejumlah peralatannya. Karena kita takut itu ada narkobanya," tambah Imam.
Dari 22 murid, tiga diantaranya langsung dibawa ke ruang kepala sekolah untuk dipertemukan dengan Kepala BNNK Kobar AKBP I Wayan Korna beserta petugas. AKBP I Wayan Korna langsung menginterograsi tiga bocah berinisial A, R dan L.
"Kita ini dapat alat dari teman di SDN 1 Candi. Yang mengajari orang dewasa," ujar A saat ditanya petugas.
A mengaku cara memakainya yakni fiting lampu dikasih sedotan, kemudian di bawahnya ditaruh kapas yang sudah dibubuhi cairan rokok elektrik beserta susu cair.
"Habis itu kita bakar, asapnya kita rokok seperti biasa. Awalnya saya mencoba dan tenggorokan terasa gatal," akunya.
Selanjutnya petugas langsung melakukan tes urine kepada 3 bocah tersebut. Setelah dicek memang negatif narkoba.
"Ini kasus pertama di Indonesia yang peralatannya mirip sekali dengan cara menggunakan sabu. Setelah kita tes urine memang negatif narkoba. Tapi setelah kita tanya ini sudah memberi efek yakni tenggorokan gatal dan lain lain," ujar AKBP I Wayan Korna usai menginterogasi bocah bocah ini di sekolah, Senin (27/3/2017).
Pihaknya tak mau kecolongan jika dibiarkan akan mencoba ke narkoba sungguhan. "Ini sudah pintu masuk para pengedar narkoba yang menyasar anak anak kecil. Awalnya memang masih berisi cairan rokok elektrik. Tapi ke depan kita tidak tahu. Kita harus sama sama mencegahnya," paparnya.
Dia berharap para guru dan orangtua untuk selalu mengawasi anak anaknya dalam bergaul. "Mari kita jaga bersama anak anak kita dari pengaruh narkoba sejak dini, karena kalo tidak kita siapa lagi yang bisa mencegah," tandasnya.
Sebelumnya sebanyak 22 murid SDN 3 Candi, Kecamatan Kumai, Kotawaringin Barat (Kobar), Kalteng diduga berpesta narkoba di lingkungan sekolah. Peristiwa ini terjadi pada Sabtu 25 Maret 2017.
"Awalnya ada laporan dari murid perempuan hari Sabtu ke guru kelas bahwa puluhan murid laki laki seperti merokok menggunakan alat mirip bong sabu di lingkungan sekolah," ujar Kepala Sekolah (Kepsek) SDN 3 Candi, Kecamatan Kumai, Imam Ustadi di sekolah, Senin (27/3/2017).
Diri situ, lanjut Imam, kemudian puluhan anak anak tersebut dipanggil dan pihak sekolah langsung melaporkan kejadian tersebut ke petugas BNNK Kotawaringin Barat untuk ditindak lanjuti.
"Baru hari ini petugas BNNK tiba di sekolah kami dan langsung kami temukan dengan anak anak tersebut beserta barang bukti sejumlah peralatannya. Karena kita takut itu ada narkobanya," tambah Imam.
Dari 22 murid, tiga diantaranya langsung dibawa ke ruang kepala sekolah untuk dipertemukan dengan Kepala BNNK Kobar AKBP I Wayan Korna beserta petugas. AKBP I Wayan Korna langsung menginterograsi tiga bocah berinisial A, R dan L.
"Kita ini dapat alat dari teman di SDN 1 Candi. Yang mengajari orang dewasa," ujar A saat ditanya petugas.
A mengaku cara memakainya yakni fiting lampu dikasih sedotan, kemudian di bawahnya ditaruh kapas yang sudah dibubuhi cairan rokok elektrik beserta susu cair.
"Habis itu kita bakar, asapnya kita rokok seperti biasa. Awalnya saya mencoba dan tenggorokan terasa gatal," akunya.
Selanjutnya petugas langsung melakukan tes urine kepada 3 bocah tersebut. Setelah dicek memang negatif narkoba.
"Ini kasus pertama di Indonesia yang peralatannya mirip sekali dengan cara menggunakan sabu. Setelah kita tes urine memang negatif narkoba. Tapi setelah kita tanya ini sudah memberi efek yakni tenggorokan gatal dan lain lain," ujar AKBP I Wayan Korna usai menginterogasi bocah bocah ini di sekolah, Senin (27/3/2017).
Pihaknya tak mau kecolongan jika dibiarkan akan mencoba ke narkoba sungguhan. "Ini sudah pintu masuk para pengedar narkoba yang menyasar anak anak kecil. Awalnya memang masih berisi cairan rokok elektrik. Tapi ke depan kita tidak tahu. Kita harus sama sama mencegahnya," paparnya.
Dia berharap para guru dan orangtua untuk selalu mengawasi anak anaknya dalam bergaul. "Mari kita jaga bersama anak anak kita dari pengaruh narkoba sejak dini, karena kalo tidak kita siapa lagi yang bisa mencegah," tandasnya.
(sms)