Pemerintah Dinilai Lambat Atasi Konflik Transportasi Online dan Konvensional

Sabtu, 25 Maret 2017 - 12:33 WIB
Pemerintah Dinilai Lambat...
Pemerintah Dinilai Lambat Atasi Konflik Transportasi Online dan Konvensional
A A A
JAKARTA - Lambatnya kehadiran pemerintah dalam mengatasi masalah yang dialami transportasi online dan konvensional disesali sejumlah pihak. Pemerintah baru bergerak setelah adanya dampak yang dialami dua kubu transportasi itu.

Pengamat kebijakan publik UI Harryadin Mahardika mengatakan, Indonesia memiliki sejarah dalam persoalan regulasi, inovasi, dan komunikasi. Namun, dalam hal transportasi online, pemerintah hadir terlambat sehingga terjadi dampak yang kini dirasakan kalangan para pengemudi transportasi online dan konvensional.

"Di segi transportasi online, pemerintah hadir belakangan. Meski begitu, kita tak bisa sepenuhnya menyalahkan pemerintah," ujar Harryadin dalam diskusi Polemik SINDOTrijaya bertema Kisruh Transportasi Online di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (25/3/2017).

Menurut Harrayadin, ada dua hal penting yang perlu digarisbawahi soal regulasi dan inivasi. Pertama, regulasi tak boleh dilalukan secara berlebihan, misalnya menyangkut tarif dari transportasi tersebut karena bisa menghentikan inovasi.

"Tapi kalau inivasi itu tak diregulasi, maka akan ada efek sosial dan semacamnya seperti yang terjadi di Bogor ini," tuturnya.

Kedua, lanjut dia, pemilik aplikasi harus membuka semua data tentang transportasi onlinenya itu sehingga semua bisa berjalan dengan teratur, seperti persoalan jumlah moda transportasi dan tarifnya. Sehingga, bisa diketahui kehadiran transportasi online apakah berdampak pada transportasi lainnya.

"Ini penting pula, bukan cuma untuk konsumen, kompetitor, dan pemerintah, tapi juga bagi driver-nya. Misal, saat dia dijanjikan sekian (gaji), lalu ada pesaing makin banyak, sehingga penting bagi mereka dalam melakukan (peningkatan) pekerjaannya itu," katanya.
(whb)
Berita Terkait
Pemkot Medan Siapkan...
Pemkot Medan Siapkan Rp30 Miliar untuk BLT Angkot, Betor dan Ojol
Ribuan Pengemudi Angkutan...
Ribuan Pengemudi Angkutan Online di Malang Raya Mogok Massal, Ini Tuntutannya
Ekosistem Transportasi...
Ekosistem Transportasi Online Terjaga, ORASKI: Jangan Rusak dengan Regulasi Keliru Arah
ORASKI Perjuangkan Kesejahteraan...
ORASKI Perjuangkan Kesejahteraan Pengemudi Online, Tolak Intervensi Berlebihan
Ojek Online dan Sopir...
Ojek Online dan Sopir Angkot Bentrok di Depan Balai Kota Sukabumi, Ini Pemicunya
Tentukan Nasib Tarif...
Tentukan Nasib Tarif Ojol Pasca Kenaikan BBM, Kemenhub Gelar Rapat Sore Ini
Berita Terkini
Bobby Nasution Dukung...
Bobby Nasution Dukung Kongres HMI ke-33 Digelar di Sumatera Utara
2 jam yang lalu
Aksi Pelemparan ke KRL...
Aksi Pelemparan ke KRL Masih Terjadi, KAI Commuter Ingatkan Pelaku Bisa Dipenjara 15 Tahun
2 jam yang lalu
Gunung Merapi Luncurkan...
Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas Guguran Sejauh 2.000 Meter
3 jam yang lalu
Gempa M7,8 Filipina...
Gempa M7,8 Filipina Picu Tsunami di Indonesia, Alarm Zona Megathrust yang Terlupakan
4 jam yang lalu
Ada FIFA Matchday Indonesia...
Ada FIFA Matchday Indonesia Vs Mozambik, Masyarakat Diimbau Hindari Kawasan GBK
5 jam yang lalu
Yeho Gathering 2026,...
Yeho Gathering 2026, Merayakan 20 Tahun Perjalanan Sekolah
16 jam yang lalu
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved