BNN Jambi Lakukan Tes Urine Mendadak Karyawan Swiss Belhotel
Jum'at, 17 Maret 2017 - 10:10 WIB
BNN Jambi Lakukan Tes Urine Mendadak Karyawan Swiss Belhotel
A
A
A
JAMBI - Ratusan karyawan Swiss Belhotel Jambi terkejut saat diminta menjalani tes urine secara mendadak oleh petugas Badan Nasional Narkotika (BNN) Jambi. Tes urine dilakukan mendadak setelah dilakukan kegiatan sosialisasi bahaya oleh Kabid Pencegahan, Pemberantasan, dan Pemasyarakatan BNN Jambi AKBP Abdul Razak.
Satu per satu karyawan Swiss Belhotel memasuki toilet untuk diambil sampel urinenya. Petugas BNN pun langsung memeriksa sampel urine karyawan hotel dengan alat yang sudah disiapkan.
Sendi Situmorang Food and Beverage Manager Swiss Belhotel mengaku terkejut dengan adanya tes urine oleh pihak hotel dan BNN Jambi. "Saya tidak tahu sekali. Awalnya sih hanya sosialisasi bahayanya narkotika. Ngak tahunya ada tes urine," katanya, Kamis (16/3/2017).
GM Swiss Belhotel Ivan Bakara mengaku sengaja melakukan tes urine kepada ratusan karyawannya sesuai standar pihak hotel. Dia tidak menginginkan karyawannya terlibat narkoba, apalagi menjadi pengedar jaringan barang haram tersebut.
"Selain itu, kami tidak ingin di hotel ada tamu yang membawa narkotika dan mengadakan transaksi di dalam hotel. Karena itu, para karyawan harus ikut serta untuk mengetahui jenis tamu yang terlibat narkotika," ungkap Ivan.
Sementara itu, AKBP Abdul Razak menyambut baik program dari Swiss Belhotel. "Masalahnya, saat ini hampir semua profesi apa pun bisa terlibat narkoba. Yakinkan bahaya narkoba itu. Jangan sampai karyawan terlibat narkoba," tuturnya.
Satu per satu karyawan Swiss Belhotel memasuki toilet untuk diambil sampel urinenya. Petugas BNN pun langsung memeriksa sampel urine karyawan hotel dengan alat yang sudah disiapkan.
Sendi Situmorang Food and Beverage Manager Swiss Belhotel mengaku terkejut dengan adanya tes urine oleh pihak hotel dan BNN Jambi. "Saya tidak tahu sekali. Awalnya sih hanya sosialisasi bahayanya narkotika. Ngak tahunya ada tes urine," katanya, Kamis (16/3/2017).
GM Swiss Belhotel Ivan Bakara mengaku sengaja melakukan tes urine kepada ratusan karyawannya sesuai standar pihak hotel. Dia tidak menginginkan karyawannya terlibat narkoba, apalagi menjadi pengedar jaringan barang haram tersebut.
"Selain itu, kami tidak ingin di hotel ada tamu yang membawa narkotika dan mengadakan transaksi di dalam hotel. Karena itu, para karyawan harus ikut serta untuk mengetahui jenis tamu yang terlibat narkotika," ungkap Ivan.
Sementara itu, AKBP Abdul Razak menyambut baik program dari Swiss Belhotel. "Masalahnya, saat ini hampir semua profesi apa pun bisa terlibat narkoba. Yakinkan bahaya narkoba itu. Jangan sampai karyawan terlibat narkoba," tuturnya.
(wib)