Bikin Resah Masyarakat, JQH NU DKI Minta Isu SARA Dihentikan
Senin, 13 Maret 2017 - 09:53 WIB
Bikin Resah Masyarakat, JQH NU DKI Minta Isu SARA Dihentikan
A
A
A
JAKARTA - Maraknya isu SARA dalam hajatan Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI telah membuat resah masyarakat Jakarta. Sebagian masyarakat menilai bahwa isu SARA dihembuskan secara sengaja demi menciptakan rasa tidak aman dan tidak nyaman.
Menyikapi isu tersebut, Pengurus Wilayah Jam’iyyatul Qurra’ wal Huffazh (PW JQH) NU DKI Jakarta mengadakan Halaqah demi menetralisir isu SARA yang dimainkan di tengah masyarakat.
Ketua PW JQH, Ustaz Achmad Zarkasyi mengatakan, acara halaqah ini digelar dalam rangka memberikan pemahaman kepada para ustaz, kiai, dan tokoh agama agar ikut memberikan pemahaman yang benar tentang agama.
"Agama tidak bisa diseret sedemikian jauh dalam gelanggang politik praktis, apa lagi menyebabkan keresahan di tengah umat," kata Achmad Zarkasyi, dalam acara Halaqah PW JQH NU DKI Jakarta di Diraja Hotel, Jakarta, Minggu 12 Maret 2017.
Ustaz Zarkasyi mengatakan, adanya cara-cara tidak sehat, mempermainkan agama dalam memenangkan calon tertentu di Pilgub DKI Jakarta. Menurutnya, gerakan massif dan sistematis tersebut sudah cukup mengganggu ketenangan masyarakat.
"Ingat ya, agama itu terlalu suci untuk dibajak demi kepentingan politik sesaat. Saya mengajak agar kita menghentikan cara-cara kotor seperti itu. Jika diteruskan, saya khawatir pemilik agama, Allah SWT, akan murka pada kita semua," tambah Zakasyi.
Maka itu, dia mengajak, para tokoh agama untuk kembali menyebarkan ajaran agama yang mendamaikan dan menenangkan umat.
"Islam itu agama rahmat. Para ustaz dan tokoh agama harus mengajarkan nilai-nilai moral dan kebaikan kepada masyarakat. Kita semua bertanggung-jawab di dunia dan akhirat," kata Zarkasy.
Menyikapi isu tersebut, Pengurus Wilayah Jam’iyyatul Qurra’ wal Huffazh (PW JQH) NU DKI Jakarta mengadakan Halaqah demi menetralisir isu SARA yang dimainkan di tengah masyarakat.
Ketua PW JQH, Ustaz Achmad Zarkasyi mengatakan, acara halaqah ini digelar dalam rangka memberikan pemahaman kepada para ustaz, kiai, dan tokoh agama agar ikut memberikan pemahaman yang benar tentang agama.
"Agama tidak bisa diseret sedemikian jauh dalam gelanggang politik praktis, apa lagi menyebabkan keresahan di tengah umat," kata Achmad Zarkasyi, dalam acara Halaqah PW JQH NU DKI Jakarta di Diraja Hotel, Jakarta, Minggu 12 Maret 2017.
Ustaz Zarkasyi mengatakan, adanya cara-cara tidak sehat, mempermainkan agama dalam memenangkan calon tertentu di Pilgub DKI Jakarta. Menurutnya, gerakan massif dan sistematis tersebut sudah cukup mengganggu ketenangan masyarakat.
"Ingat ya, agama itu terlalu suci untuk dibajak demi kepentingan politik sesaat. Saya mengajak agar kita menghentikan cara-cara kotor seperti itu. Jika diteruskan, saya khawatir pemilik agama, Allah SWT, akan murka pada kita semua," tambah Zakasyi.
Maka itu, dia mengajak, para tokoh agama untuk kembali menyebarkan ajaran agama yang mendamaikan dan menenangkan umat.
"Islam itu agama rahmat. Para ustaz dan tokoh agama harus mengajarkan nilai-nilai moral dan kebaikan kepada masyarakat. Kita semua bertanggung-jawab di dunia dan akhirat," kata Zarkasy.
(mhd)