Pengamat: Mestinya Perlintasan Sebidang Tak Lagi Ada di Jakarta
Sabtu, 11 Maret 2017 - 04:30 WIB
Pengamat: Mestinya Perlintasan Sebidang Tak Lagi Ada di Jakarta
A
A
A
JAKARTA - Pengamat Transportasi Universitas Trisakti, Nirwono Jogo mengatakan, semestinya masalah perlintasan ini sudah diselesaikan. Maka itu, dia menyarankan, agar Pemprov DKI dan KAI melakukan komunikasi dan duduk bareng.
"Untuk mengetahui siapa yang melakukan pembangunan," tuturnya saat dihubungi di Jakarta, Jumat 10 Maret 2017.
Nirwono menjabarkan penanganan perlintasan sebidang seringkali mengganggu, pada waktu tertentu keberdaan kereta dengan headway (jarak tempuh) yang intens, membuat pintu perlintasan sering kali buka tutup.
"Jadi semestinya perlintasan sebidang tidak lagi ada di Jakarta dan langsung dibangun flyover," tuturnya.
Sementara itu, Kasatlantas Wilayah Jakarta Barat, AKBP Sudarmanto mengakui perlintasan sebidang seringkali menimbulkan kecekalaan. Bahkan menurutnya, selama dirinya menjabat sebagai kasat di Jakarta Barat kecekalaan kerap terjadi tak hanya di perlintasan liar dan tak berpintu. Namun di tempat yang berpintu.
Menyikapi hal itu, Sudarmanto mengaku, telah melakukan upaya rekayasa lalu lintas. Di beberapa titik, seperti kawasan Rawa Buaya dan titik lainnya. Hanya saja menyikapi hal itu, belum bisa mengurangi angka kecelakaan.
"Apalagi ketika jam sibuk, pintu perlintasan membuat kendaraan menumpuk dan akhirnya menyebabkan kemacetan," tutupnya.
"Untuk mengetahui siapa yang melakukan pembangunan," tuturnya saat dihubungi di Jakarta, Jumat 10 Maret 2017.
Nirwono menjabarkan penanganan perlintasan sebidang seringkali mengganggu, pada waktu tertentu keberdaan kereta dengan headway (jarak tempuh) yang intens, membuat pintu perlintasan sering kali buka tutup.
"Jadi semestinya perlintasan sebidang tidak lagi ada di Jakarta dan langsung dibangun flyover," tuturnya.
Sementara itu, Kasatlantas Wilayah Jakarta Barat, AKBP Sudarmanto mengakui perlintasan sebidang seringkali menimbulkan kecekalaan. Bahkan menurutnya, selama dirinya menjabat sebagai kasat di Jakarta Barat kecekalaan kerap terjadi tak hanya di perlintasan liar dan tak berpintu. Namun di tempat yang berpintu.
Menyikapi hal itu, Sudarmanto mengaku, telah melakukan upaya rekayasa lalu lintas. Di beberapa titik, seperti kawasan Rawa Buaya dan titik lainnya. Hanya saja menyikapi hal itu, belum bisa mengurangi angka kecelakaan.
"Apalagi ketika jam sibuk, pintu perlintasan membuat kendaraan menumpuk dan akhirnya menyebabkan kemacetan," tutupnya.
(mhd)