Lagi, Tim SAR Temukan Jasad Korban Longsor di Lima Puluh Kota
Rabu, 08 Maret 2017 - 20:55 WIB
Lagi, Tim SAR Temukan Jasad Korban Longsor di Lima Puluh Kota
A
A
A
SARILAMAK - Memasuki hari keenam pascalongsor di Kecamatan Pangkalan, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat, pencarian terhadap korban membuahkan hasil. Jenazah korban longsor dengan ciri-ciri berjenis kelamin laki-laki, berusia 20 hingga 25 tahun, ditemukan dalam posisi tertelungkup.
Korban ditemukan tim gabungan Kelok 17, Nagari Koto Alam, Kabupaten Lima Puluh Kota, Rabu (8/3/2017). Korban longsor ini ditemukan dengan posisi tertelungkup di dasar jurang berkedalaman sekitar 200 meter dari jalan raya. Kaki kanannya putus.
Korban longsor ini diduga adalah Roni Emrizal (23 tahun), warga Nagari Ladang Rimbo, Kecamatan Sungai Geringging, Kabupaten Padang Pariaman.
Salah seorang anggota tim gabungan, Lettu Polo Antonius Sigiro mengatakan, korban longsor ini ditemukan tak jauh dari penemuan dompet dan ponsel milik Roni, sekitar 10 meter dari posisi truk colt diesel yang ditumpangi Roni.
"Posisi korban tertelungkup, wajah dan perut ke bawah, ciri-ciri laki-laki sekitar 20-25 tahun, pakai gelang rajut benang di tangan kanan dan cincin di tangan kiri, pakai celana pendek," kata Lettu Polo Antonius Sigiro.
Kapolres Lima Puluh Kota yang juga Kepala Satgas Tanggap Bencana AKBP Bagus Suropratomo menyebutkan, korban longsor yang ditemukan pukul 11.00 WIB itu merupakan korban tewas kelima yang ditemukan di lokasi longsor Kelok 17.
"Ini temuan korban kelima di lokasi ini. Sampai kini ada dua masyarakat yang melapor kehilangan keluarganya dan saat ini sedang kami tindaklanjuti. Bilamana ada masyarakat yang merasa kehilangan keluarganya yang diduga melalui jalur Pangkalan ini agar menghubungi kami di posko tanggap darurat di Kabupaten Lima Puluh Kota," kata AKBP Bagus.
Seusai dievakuasi dari dasar jurang, jenazah korban longsor langsung dibawa ke RSUD Adnan WD Payakumbuh untuk proses identifikasi dan untuk memastikan identitas korban.
Sementara, Tim SAR kembali melanjutkan pencarian potongan kaki kanan korban yang terpisah dari tubuhnya. Selain itu, petugas juga masih melakukan pencarian korban lain.
Sebelumnya, pada Selasa (7/3/2017) siang kemarin, warga melaporkan temuan mobil L 300 dengan nomor polisi BB 8670 LR kepada polisi. Mobil ini dikenal warga merupakan milik Azwar alias Pampam (43), warga Padang Sidempuan, Sumatera Utara.
Mobil pedagang anak getah ini ditemukan tertimbun longsor di dasar jurang. Azwar diduga menjadi korban longsor di Kelok 17 ini. Selain mobil, warga juga menemukan anak pohon getah dan sepeda motor Honda Win yang diangkut korban.
Hingga Rabu ini, korban tewas yang telah berhasil dievakuasi dari lokasi ini berjumlah lima orang yakni Doni Fernandes (31), warga Gasan Gadang, Kabupaten Padang Pariaman; Teja (19) dan Yogi Saputra (23), kakak beradik warga Nagari Tigo Jangko, Kecamatan Lintau Buo, Kabupaten Tanah Datar; Karudin (25), asal Sungai Geringging, Kabupaten Padang Pariaman. Terakhir, korban longsor yang ditemukan hari ini diduga Roni Emrizal (23), warga Nagari Ladang Rimbo, Kecamatan Sungai Geringging, Kabupaten Padang Pariaman.
Di lokasi juga ditemukan tujuh bangkai mobil masing-masing dua unit minibus Avanza dan Xenia, dua unit mobil pikap L 300, dan tiga unit truk colt diesel.
Korban ditemukan tim gabungan Kelok 17, Nagari Koto Alam, Kabupaten Lima Puluh Kota, Rabu (8/3/2017). Korban longsor ini ditemukan dengan posisi tertelungkup di dasar jurang berkedalaman sekitar 200 meter dari jalan raya. Kaki kanannya putus.
Korban longsor ini diduga adalah Roni Emrizal (23 tahun), warga Nagari Ladang Rimbo, Kecamatan Sungai Geringging, Kabupaten Padang Pariaman.
Salah seorang anggota tim gabungan, Lettu Polo Antonius Sigiro mengatakan, korban longsor ini ditemukan tak jauh dari penemuan dompet dan ponsel milik Roni, sekitar 10 meter dari posisi truk colt diesel yang ditumpangi Roni.
"Posisi korban tertelungkup, wajah dan perut ke bawah, ciri-ciri laki-laki sekitar 20-25 tahun, pakai gelang rajut benang di tangan kanan dan cincin di tangan kiri, pakai celana pendek," kata Lettu Polo Antonius Sigiro.
Kapolres Lima Puluh Kota yang juga Kepala Satgas Tanggap Bencana AKBP Bagus Suropratomo menyebutkan, korban longsor yang ditemukan pukul 11.00 WIB itu merupakan korban tewas kelima yang ditemukan di lokasi longsor Kelok 17.
"Ini temuan korban kelima di lokasi ini. Sampai kini ada dua masyarakat yang melapor kehilangan keluarganya dan saat ini sedang kami tindaklanjuti. Bilamana ada masyarakat yang merasa kehilangan keluarganya yang diduga melalui jalur Pangkalan ini agar menghubungi kami di posko tanggap darurat di Kabupaten Lima Puluh Kota," kata AKBP Bagus.
Seusai dievakuasi dari dasar jurang, jenazah korban longsor langsung dibawa ke RSUD Adnan WD Payakumbuh untuk proses identifikasi dan untuk memastikan identitas korban.
Sementara, Tim SAR kembali melanjutkan pencarian potongan kaki kanan korban yang terpisah dari tubuhnya. Selain itu, petugas juga masih melakukan pencarian korban lain.
Sebelumnya, pada Selasa (7/3/2017) siang kemarin, warga melaporkan temuan mobil L 300 dengan nomor polisi BB 8670 LR kepada polisi. Mobil ini dikenal warga merupakan milik Azwar alias Pampam (43), warga Padang Sidempuan, Sumatera Utara.
Mobil pedagang anak getah ini ditemukan tertimbun longsor di dasar jurang. Azwar diduga menjadi korban longsor di Kelok 17 ini. Selain mobil, warga juga menemukan anak pohon getah dan sepeda motor Honda Win yang diangkut korban.
Hingga Rabu ini, korban tewas yang telah berhasil dievakuasi dari lokasi ini berjumlah lima orang yakni Doni Fernandes (31), warga Gasan Gadang, Kabupaten Padang Pariaman; Teja (19) dan Yogi Saputra (23), kakak beradik warga Nagari Tigo Jangko, Kecamatan Lintau Buo, Kabupaten Tanah Datar; Karudin (25), asal Sungai Geringging, Kabupaten Padang Pariaman. Terakhir, korban longsor yang ditemukan hari ini diduga Roni Emrizal (23), warga Nagari Ladang Rimbo, Kecamatan Sungai Geringging, Kabupaten Padang Pariaman.
Di lokasi juga ditemukan tujuh bangkai mobil masing-masing dua unit minibus Avanza dan Xenia, dua unit mobil pikap L 300, dan tiga unit truk colt diesel.
(zik)