Bayi Dua Hari Jadi Korban Banjir di Kabupaten Lima Puluh Kota

Senin, 06 Maret 2017 - 00:43 WIB
Bayi Dua Hari Jadi Korban...
Bayi Dua Hari Jadi Korban Banjir di Kabupaten Lima Puluh Kota
A A A
JAKARTA - umlah korban meninggal dunia akibat banjir dan longsor di Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat, bertambah menjadi enam orang. Bayi berusia dua hari pun jadi korban.

Menurut Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, bayi berusia dua hari itu tewas setelah terendam banjir.

"Informasi dari Posko, bayi meninggal di Puskesmas Pangkalan. Kronologinya setelah prosesi kelahiran di puskesmas kemudian bayi dimasukkan inkubator pada Rabu (1/3/2017). Saat masih dalam inkubator, tiba-tiba air deras masuk dan merendam Puskesmas Pangkalan sehingga bayi tidak dapat diselamatkan pada 2/3/2017. Saat kejadian, listrik padam karena banyak tiang listrik roboh terkena longsor," jelas Sutopo dalam rilisnya, Minggu (5/3/2017) malam.

Sebelumnya, ada lima korban meninggal dunia yang telah dirilis yakni Doni Fernandes (33 tahun) karena tertimbun longsor, Teja (19 tahun) karena tertimbun longsor, Yogi Saputra (23 tahun) karena tertimbun longsor, Karudin (25 tahun) karena tertimbun longsor, dan Muklis (45 tahun) karena hanyut banjir. Korban luka berat karena longsor adalah Syamsul Bahri (22 tahun) dan Candra (42 tahun).

Menurut Sutopo, banjir dan longsor terjadi pada 25 titik (13 titik longsor dan 12 titik banjir). Longsor tersebar pada sembilan titik di Kecamatan Pangkalan. Sedangkan banjir tersebar pada tujuh kecamatan dengan titik banjir tertinggi mencapai 1,5 meter di Kecamatan Pangkalan yang disebabkan oleh meluapnya Sungai Batang Maek di Kecamatan Pangkalan, Sungai Batang Kapur di Kecamatan Kapur IX, Sungai Batang Sinamar di Lareh Sago Halaban, dan Sungai Batang Harau di Kecamatan Harau.

Hingga saat ini, lanjut Sutopo, akses jalan nasional yang menghubungkan Sumatera Barat-Riau putus dan belum dapat dilalui akibat longsor. Sebagian material longsor sudah dibersihkan dengan mengerahkan alat berat. Namun ada ruas jalan yang longsor dan ambles sehingga perlu perbaikan.

"BNPB terus mendampingi BPBD dalam penanganan darurat. Kepala BNPB, Deputi Penanganan Darurat BNPB dan personel Tim Reaksi Cepat telah berada di lokasi bencana. Koordinasi dengan Bupati Kabupaten Lima Puluh Kota dan unsur lainnya dilakukan," jelasnya.

Sutopo menambahkan, BNPB menyerahkan bantuan Rp500 juta dana siap pakai untuk operasional penanganan darurat kepada BPBD Kabupaten Lima Puluh Kota. BPBD bersama TNI, Polri, Basarnas, Tagana, PMI, SKPD, relawan, dan masyarakat melakukan penanganan darurat. Bantuan terus dikirim ke lokasi bencana. Sebagian besar masyarakat telah kembali ke rumah masing-masing membersihkan rumah karena banjir sudah surut.

"Kebutuhan mendesak saat ini adalah alat berat, mobil tangki air, makanan siap saji, permakanan, air bersih, peralatan rumah untuk membersihkan lumpur, dan obat-obatan," pungkasnya.
(zik)
Berita Terkait
Presiden AS Joe Biden:...
Presiden AS Joe Biden: Jakarta Tenggelam 10 Tahun Mendatang
Hal yang Dilakukan Ketika...
Hal yang Dilakukan Ketika Terjadi Bencana Banjir Bandang
Sejumlah Wilayah di...
Sejumlah Wilayah di Bekasi Masih Tergenang Banjir
Simak! Ini 10 Langkah...
Simak! Ini 10 Langkah Penyelamatan Diri dari Bencana Banjir
Daftar Beberapa Ruas...
Daftar Beberapa Ruas Tol yang Tergenang Menurut Jasa Marga
Jakarta Diancam Banjir,...
Jakarta Diancam Banjir, Tiga Hal Ini Perlu Diantisipasi
Berita Terkini
Gempa Besar Berkekuatan...
Gempa Besar Berkekuatan M6,7 Guncang Palu Sulteng
34 menit yang lalu
Soal Insiden di UGM,...
Soal Insiden di UGM, Wamentan: Kita Demokratis, Siap Diskusi dengan Siapapun
1 jam yang lalu
Sambut 1 Muharram, Ulama...
Sambut 1 Muharram, Ulama Ajak Masyarakat Tolak Provokasi dan Jaga Persatuan Umat
3 jam yang lalu
Kronologi Mahasiswa...
Kronologi Mahasiswa Geruduk Budiman Sudjatmiko, Sudaryono dan Nusron Wahid saat Diskusi di UGM
3 jam yang lalu
Dari Keinginan Bahagiakan...
Dari Keinginan Bahagiakan Orang Tua, Lahir Warung Irine Gresik
4 jam yang lalu
Nabung Emas di BRImo...
Nabung Emas di BRImo Kini Otomatis Lewat Fitur Toggle, Modal Mulai Rp10 Ribu!
16 jam yang lalu
Infografis
26 Perwira Dimutasi...
26 Perwira Dimutasi Jadi Kapolres di Pulau Jawa pada Mutasi Juni 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved