Memotret Putaran Kedua Pilgub DKI Jakarta 2017

Minggu, 05 Maret 2017 - 15:16 WIB
Memotret Putaran Kedua...
Memotret Putaran Kedua Pilgub DKI Jakarta 2017
A A A
JAKARTA - Head to head pasangan calon (paslon) gubernur dan wakil gubernur Ahok-Djarot dengan Anies-Sandi memperebutkan limpahan suara pasangan Agus-Sylvi semakin ketat jelang putaran kedua Pilgub DKI Jakarta, 19 April 2017.

Direktur Eksekutif Voxpol Center Pangi Syarwi Chaniago mengatakan, untuk mendapatkan limpahan suara Agus-Sylvi ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh dua pasang kandidat yang ikut bertarung pada putaran kedua.

Pertama, dilihat dari faktor partai pengusung, koalisi poros Cikeas dinilai tidak terlalu signifikan mendongkrak suara Agus-Sylvi. Pasalnya, kata Pangi, sebagian besar pemilih Agus-Sylvi adalah pemilih muda, pemilih pemula dan sebagian ibu rumah tangga yang lebih tertarik dengan figur Agus.

"Faktor figur tetap lebih dominan dibandingkan efek parpol pengusung dalam memikat hati konstituen," ucap Pangi kepada SINDOnews, Minggu (5/3/2017).

Kedua, lanjut Pangi, jika dilihat dari rasionalitas pemilih, pemilih Agus-Sylvi punya kemiripan yang sama dengan pemilih Ahok-Djarot. Keduanya merupakan pemilih rasional.

Soal figur kandidat seperti integritas, mumpuni, kredibilitas, kapabilitas serta progam dari kandidat menjadi referensi utama untuk menjatuhkan pilihan ketimbang faktor letupan parpol pengusung.

Ketiga, kata Pangi, Anies-Sandi punya potensi untuk mengambil limpahan suara Agus-Sylvi. Syaratnya, Anies harus mampu memenangkan pertarungan isu serta program dan kebijakan populis.

Keempat, segmentasi pemilih Agus-Sylvi dan Ahok-Djarot memiliki kemiripan. Yakni, pemilih Ahok lebih banyak berbasis udara, artinya kebanyakan para pemilih mengkonsumsi informasi yang berkembang di media sosial.

Ahok, beber Pangi, juga merajai pasukan udara (pasukan media sosial) sehingga memudahkan preferensi pemilih. Perang asimetris media sosial (proxy war) seperti instagram, twitter, facebook, bloger mengambil peran penting.

Sementara itu, ucap Pangi, Agus lebih dominan menguasai segmen kekuatan media sosial, namun lemah pada segmen kekuatan di lapangan.

"Adanya faktor kemiripan antara pemilih paslon nomor 1 dan 2 tentunya akan membuat pasangan Anies-Sandi harus bekerja lebih keras lagi untuk membuka sekrup elektoral Agus-Sylvi," kata Pangi.
(mhd)
Berita Terkait
Noer Fajrieansyah Didorong...
Noer Fajrieansyah Didorong Maju Pilgub DKI Jakarta 2024
Respons PAN soal Kaesang...
Respons PAN soal Kaesang Bakal Maju Pilgub DKI: Semua Punya Hak
Ditanya Mau Jadi Gubernur,...
Ditanya Mau Jadi Gubernur, Wagub Ariza: Kita Lagi Mikirin Omicron
Pemuda Pancasila Deklarasi...
Pemuda Pancasila Deklarasi Dukung Anies Baswedan di Pilgub Jakarta
Demokrat Pamer Jagoan...
Demokrat Pamer Jagoan Pilgub DKI, Golkar: Pilkadanya Tahun 2024, Masih Jauh
DPD Hanura Sodorkan...
DPD Hanura Sodorkan Nama Djafar Badjeber Cawagub Jakarta, Ketua DPW Perindo: Kita Sambut Baik
Berita Terkini
Lanjutan Sidang Praperadilan,...
Lanjutan Sidang Praperadilan, Roy Suryo Siapkan 3 Saksi dan 1 Ahli
26 menit yang lalu
Jelang Upacara HUT Ke-80...
Jelang Upacara HUT Ke-80 Bhayangkara, Begini Situasi Satlat Brimob Cikeas
2 jam yang lalu
Ini Daftar Jalan di...
Ini Daftar Jalan di Jakarta yang Ditutup Sementara saat Presiden Belarus Melintas
2 jam yang lalu
Tak Hanya Andalkan Teknologi,...
Tak Hanya Andalkan Teknologi, KAI Bangun Loyalitas via Pelayanan Berkualitas
10 jam yang lalu
Program ParenTRING,...
Program ParenTRING, Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 Gelar Khitanan Massal
11 jam yang lalu
Komut Pertamina Kunjungan...
Komut Pertamina Kunjungan Kerja ke Jatim hingga Nusa Tenggara, Ini Hasilnya
13 jam yang lalu
Infografis
Pasar di Jakarta Hasilkan...
Pasar di Jakarta Hasilkan 500 Ton Sampah Per Hari
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved