64 Titik Longsor di Limapuluh Kota Dibersihkan, Kendaraan Bisa Melintas
Minggu, 05 Maret 2017 - 08:26 WIB
64 Titik Longsor di Limapuluh Kota Dibersihkan, Kendaraan Bisa Melintas
A
A
A
LIMAPULUH KOTA - Sekitar 64 titik longsor di Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat sudah dibersihkan sehingga bisa dilintasi kendaraan. Ribuan kendaraan yang sebelumnya terjebak sudah bisa melintas, hanya pengendara dari Sumatera Barat menuju Riau dan sebaliknya belum bisa melintas karena ada 2 titik jalan yang masih tertutup.
“Ada 64 titik longsor, banjir besar, dan jalan putus. Lokasi jalan putus, di perbatasan dengan Riau namanya Nagari Tanjung Balik. Hari ini berkat kerja sama semua pihak, ada ribuan mobil yang terjebak sudah bisa melintas. Cuma untuk akses dari Pekanbaru ke Padang lewat Limapuluh Kota dihentikan dulu karena masih ada satu titik yang sampai hari ini belum bisa kita perbaiki,” kata Bupati Limapuluh Kota Irfendi Arbi, Minggu (5/3/2017).
Irfendi menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota telah menetapkan masa tanggap darurat selama tujuh hari. Akses jalan diperkirakan baru akan kembali normal mulai hari keempat, terhitung sejak Sabtu 4 Maret 2017.
“Para pengemudi mobil dan truk dari Padang tujuan Pekanbaru, diminta untuk tidak melewati Kabupaten Lima Puluh Kota dan mengambil jalan memutar lewat Kiliran Jao, Kabupaten Sijunjung. Untuk jalan alternatif ini, pengendara akan menempuh jarak dua kali lipat, sekitar 12 jam dari waktu normal yang hanya 5 sampai 6 jam,” ujarnya.
Sejak Sabtu 4 Maret 2017 sore, titik longsor yang menimbun ruas jalan di Kecamatan Pangkalan, Kabupaten Limapuluh Kota, sudah dibersihkan. Satu per satu sepeda motor dari arah Riau menuju Payakumbuh sudah mulai melintas. Sementara untuk kendaraan roda empat ke atas masih belum dapat melintas.
Yogi, seorang pengendara sepeda motor dari Pekanbaru tujuan Payakumbuh mengaku sudah bisa melewati ruas jalan yang sebelumnya tertutup longsor. Namun, menurut Yogi ada dua titik jalan tertutup longsor yang hanya dapat dilewati dengan cara digotong, sedangkan kendaraan roda empat belum dapat melintas.
“Ada 2 jalan yang putus, untuk melewati motor terpaksa digotong, lokasinya sekitar 3 kilometer dari sini. Di situ tidak bisa dilewati mobil, cuma baru bisa dilewati motor,” katanya.
Yogi menambahkan, untuk dapat melewati jalan yang terban harus dibantu warga setempat untuk menggotong sepeda motornya. Yogi mengaku membayar Rp100.000 untuk upah 4 warga yang menggotong motornya melewati jalan yang tertutup longsor.
“Ada 64 titik longsor, banjir besar, dan jalan putus. Lokasi jalan putus, di perbatasan dengan Riau namanya Nagari Tanjung Balik. Hari ini berkat kerja sama semua pihak, ada ribuan mobil yang terjebak sudah bisa melintas. Cuma untuk akses dari Pekanbaru ke Padang lewat Limapuluh Kota dihentikan dulu karena masih ada satu titik yang sampai hari ini belum bisa kita perbaiki,” kata Bupati Limapuluh Kota Irfendi Arbi, Minggu (5/3/2017).
Irfendi menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota telah menetapkan masa tanggap darurat selama tujuh hari. Akses jalan diperkirakan baru akan kembali normal mulai hari keempat, terhitung sejak Sabtu 4 Maret 2017.
“Para pengemudi mobil dan truk dari Padang tujuan Pekanbaru, diminta untuk tidak melewati Kabupaten Lima Puluh Kota dan mengambil jalan memutar lewat Kiliran Jao, Kabupaten Sijunjung. Untuk jalan alternatif ini, pengendara akan menempuh jarak dua kali lipat, sekitar 12 jam dari waktu normal yang hanya 5 sampai 6 jam,” ujarnya.
Sejak Sabtu 4 Maret 2017 sore, titik longsor yang menimbun ruas jalan di Kecamatan Pangkalan, Kabupaten Limapuluh Kota, sudah dibersihkan. Satu per satu sepeda motor dari arah Riau menuju Payakumbuh sudah mulai melintas. Sementara untuk kendaraan roda empat ke atas masih belum dapat melintas.
Yogi, seorang pengendara sepeda motor dari Pekanbaru tujuan Payakumbuh mengaku sudah bisa melewati ruas jalan yang sebelumnya tertutup longsor. Namun, menurut Yogi ada dua titik jalan tertutup longsor yang hanya dapat dilewati dengan cara digotong, sedangkan kendaraan roda empat belum dapat melintas.
“Ada 2 jalan yang putus, untuk melewati motor terpaksa digotong, lokasinya sekitar 3 kilometer dari sini. Di situ tidak bisa dilewati mobil, cuma baru bisa dilewati motor,” katanya.
Yogi menambahkan, untuk dapat melewati jalan yang terban harus dibantu warga setempat untuk menggotong sepeda motornya. Yogi mengaku membayar Rp100.000 untuk upah 4 warga yang menggotong motornya melewati jalan yang tertutup longsor.
(wib)