Buat SIM Palsu, Teknisi Komputer Ditangkap

Jum'at, 03 Maret 2017 - 18:04 WIB
Buat SIM Palsu, Teknisi...
Buat SIM Palsu, Teknisi Komputer Ditangkap
A A A
SOLO - Praktik dugaan pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM) palsu yang dilakukan Haryono alias Hari (34) warga Kecamatan Banyudono, Boyolali berhasil diungkap jajaran Polresta Solo. Barang hasil pemalsuan terdeteksi ketika Polisi menggelar Operasi Simpatik Candi 2017 di Jalan Adi Sucipto, Solo.

Kasat Reskrim Polresta Solo Kompol Agus Puryadi mengatakan, SIM palsu terungkap dari salah satu pengendara yang diperiksa saat melintas di Jalan Adi Sucipto.

Polisi curiga karena SIM yang ditunjukkan agak berbeda dengan SIM asli. Setelah dilakukan penyelidikan dan pemeriksaan, akhir terungkap bahwa SIM palsu dibuat oleh Hari.

Yang bersangkutan lalu diringkus di rumahnya pada Kamis petang 2 Maret 2017. “Kami juga menemukan satu unit komputer, monitor LCD, keyboard dan adaptor yang dipakai membuat SIM palsu,” ungkap Agus Puryadi, Jumat (3/3/2017).

Hasil pengembangan, Hari diduga kuat juga bisa memalsukan sejumlah surat penting lainnya. Pasalnya ketika digeladah, polisi juga menemukan SIM C atas nama Heru Fitri Satmoko, satu lembar ijazah SMA atas nama Wahyudi Bayu Supratman.

Dari pemeriksaan, yang bersangkutan mengaku surat surat penting itu memang buatannya. Setiap pemesan, satu lembar SIM dipatok Rp250 ribu, ijazah Rp150 ribu/lembar. Sedangkan kartu keluarga (KK) dan KTP rata-rata Rp50 ribu setiap pemesanan.

Tersangka, lanjut Agus, mengaku sudah membuat SIM untuk memenuhi pesanan sebanyak 15 lembar.

Selain itu juga mencetak ijazah, KK, dan KTP. Atas perbuatannya, dia dijerat Pasal 263 KUHP tentang Tindak Pidana Pemalsuan dengan ancaman hukuman maksimal enam tahun penjara. Dalam keseharian, Hari dikenal sebagai tukang servis komputer, sekaligus peternak bebek.

Sementara itu, Hari mengaku keahlian memalsukan surat didapat dari seorang temannya. Setelah itu, dia mengembangkan dengan menggunakan software photoshop dan coreldraw.

Setelah selesai diedit, lalu dicetak dirental. “Awalnya dulu bantu-bantu orang yang membutuhkan ijazah. Lalu lama-lama makin banyak, mau nolak gak enak. Ya udah saya kerjakan,” kata Hari.

Bapak dua anak ini mengaku permintaan untuk membuatkan ijazah palsu rata-rata dari pencari kerja ke pabrik. Sebab perusahaan kebanyakan mematok usia kerja bagi para pelamarnya.

“Ijazah palsu digunakan untuk mencari kerja. Biasanya, usia mereka dibuat lebih muda supaya dapat masuk bekerja di pabrik,” timpalnya.
(sms)
Berita Terkait
Peredaran Oli Palsu...
Peredaran Oli Palsu Merajalela, EMLI Buka Store Online
International Trademark...
International Trademark Association Gelorakan Kempanye Anti Pemalsuan di Indonesia
Merasa Tidak Menjual...
Merasa Tidak Menjual Tanahnya, Fatmawati Laporkan Pembuat Kwitansi Palsu
Polisi Tangkap 2 Pelaku...
Polisi Tangkap 2 Pelaku Pemalsuan SIM hingga Ijazah di Setiabudi
LPPOM MUI Desak Kasus...
LPPOM MUI Desak Kasus Pemalsuan Daging Diusut dan Ditindak Tegas
Polisi Ringkus 2 Sindikat...
Polisi Ringkus 2 Sindikat Penjual Surat Bebas COVID-19 Palsu di Bali
Berita Terkini
Gubernur Riau Nonaktif...
Gubernur Riau Nonaktif Abdul Wahid Dituntut 8,5 Tahun Penjara dalam Kasus Pemerasan PUPR
41 menit yang lalu
SMP IL Kapten Fatubaa...
SMP IL Kapten Fatubaa NTT Raih Juara Utama di Kompetisi AIA Healthiest Schools 2026
1 jam yang lalu
Mobil Maung Tabrak Rambu...
Mobil Maung Tabrak Rambu di Tol Dalam Kota, Begini Kronologinya
1 jam yang lalu
3 Pekerja Proyek Tewas...
3 Pekerja Proyek Tewas di Gorong-gorong Jaktim, Diduga Kehabisan Napas
2 jam yang lalu
Kapuspen TNI Tegaskan...
Kapuspen TNI Tegaskan Tak Ada Personel Datangi Polda Metro Jaya
3 jam yang lalu
Rantis Brimob Siaga...
Rantis Brimob Siaga di Mabes Polri di Tengah Pengusutan Dugaan Korupsi Batu Bara-Asabri
3 jam yang lalu
Infografis
Daftar Pemimpin Dunia...
Daftar Pemimpin Dunia Terseret Skandal Ijazah Palsu dan Disertasi Plagiat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved