Lakukan Evaluasi, Relawan Anies-Sandi Rumuskan 3 Catatan Penting
Kamis, 02 Maret 2017 - 09:37 WIB
Lakukan Evaluasi, Relawan Anies-Sandi Rumuskan 3 Catatan Penting
A
A
A
JAKARTA - Tim relawan Anies-Sandi mencatat ada tiga hal penting terkait evaluasi Pilgub DKI Jakarta putaran pertama. Tiga catatan ini merupakan resemu dari pertemuan Rembug Reboan yang dilakukan Relawan Melawai Anies-Sandi.
Rembug Reboan sudah menjadi ajang kumpul mingguan relawan Anies-Sandi. Ajang pertemuan yang digelar setiap hari Rabu itu dilaksanakan di 267 kelurahan di seluruh Jakarta. Ketua Koordinator Relawan Melawai Novita Dewi mengatakan, dari hasil refleksi selama putaran pertama, pihaknya menemukan ada tiga hal penting yang mewakili realitas dinamika politik di tengah warga.
“Pertama, pentingnya perspektif warga dalam proses pembangunan dan dalam proses pilkada. Yang dimaksudkan dengan perspektif warga, cara pandang warga atas kenyataan dan harapan-harapan,” kata Novita pada Rabu, 1 Maret 2017 malam tadi.
Cara pandang warga, lanjut Novita, adalah cara pandang dari mereka yang setiap saat bergulat dengan perjuangan hidup. Oleh sebab itulah, strategi pemenangan Anies-Sandi, sedari awal tidak mengandalkan strategi tunggal, melainkan multi-strategi, dan kesemuanya mengandalkan strategi yang disusun langsung oleh warga melalui rembug diantara warga.
Kedua, tingginya aspirasi perubahan atau besarnya keinginan warga terhadap perubahan di DKI Jakarta ini. “Kami menemukan hal yang berkebalikan dengan klaim sejumlah pihak bahwa warga puas dan tidak ingin perubahan. Justru yang jelas tertangkap bahwa warga ingin perubahan kepemimpinan. Atau tepatnya warga menginginkan gubernur baru,” jelas Novita.
Terakhir adalah potensi ekonomi warga. Novita menjelaskan, banyak yang mengira bahwa warga adalah sumber masalah. Namun yang sesungguhnya adalah warga itu merupakan sumber potensi sendiri. Warga sesungguhnya memiliki tekad ingin menolong dirinya sendiri.
Oleh sebab itulah, ketika Anies-Sandi melempar ide OK OCE, dengan segera gagasan tersebut menemukan lahan untuk tumbuh. Apa yang tampak, bahwa warga sangat dahaga kesempatan untuk bisa mengembangkan diri.
“Dengan perubahan akses dan peningkatan SDM, kita semua percaya bahwa ekonomi warga akan bisa tumbuh dan menjadi kekuatan baru yang membuka lapangan kerja dan memajukan kesejahteraan warga,” ucapnya.
Rembug Reboan sudah menjadi ajang kumpul mingguan relawan Anies-Sandi. Ajang pertemuan yang digelar setiap hari Rabu itu dilaksanakan di 267 kelurahan di seluruh Jakarta. Ketua Koordinator Relawan Melawai Novita Dewi mengatakan, dari hasil refleksi selama putaran pertama, pihaknya menemukan ada tiga hal penting yang mewakili realitas dinamika politik di tengah warga.
“Pertama, pentingnya perspektif warga dalam proses pembangunan dan dalam proses pilkada. Yang dimaksudkan dengan perspektif warga, cara pandang warga atas kenyataan dan harapan-harapan,” kata Novita pada Rabu, 1 Maret 2017 malam tadi.
Cara pandang warga, lanjut Novita, adalah cara pandang dari mereka yang setiap saat bergulat dengan perjuangan hidup. Oleh sebab itulah, strategi pemenangan Anies-Sandi, sedari awal tidak mengandalkan strategi tunggal, melainkan multi-strategi, dan kesemuanya mengandalkan strategi yang disusun langsung oleh warga melalui rembug diantara warga.
Kedua, tingginya aspirasi perubahan atau besarnya keinginan warga terhadap perubahan di DKI Jakarta ini. “Kami menemukan hal yang berkebalikan dengan klaim sejumlah pihak bahwa warga puas dan tidak ingin perubahan. Justru yang jelas tertangkap bahwa warga ingin perubahan kepemimpinan. Atau tepatnya warga menginginkan gubernur baru,” jelas Novita.
Terakhir adalah potensi ekonomi warga. Novita menjelaskan, banyak yang mengira bahwa warga adalah sumber masalah. Namun yang sesungguhnya adalah warga itu merupakan sumber potensi sendiri. Warga sesungguhnya memiliki tekad ingin menolong dirinya sendiri.
Oleh sebab itulah, ketika Anies-Sandi melempar ide OK OCE, dengan segera gagasan tersebut menemukan lahan untuk tumbuh. Apa yang tampak, bahwa warga sangat dahaga kesempatan untuk bisa mengembangkan diri.
“Dengan perubahan akses dan peningkatan SDM, kita semua percaya bahwa ekonomi warga akan bisa tumbuh dan menjadi kekuatan baru yang membuka lapangan kerja dan memajukan kesejahteraan warga,” ucapnya.
(whb)