Terdakwa Ahok Tak dinonaktifkan, Pengamat Nilai Terlalu Riskan
Kamis, 09 Februari 2017 - 05:41 WIB
Terdakwa Ahok Tak dinonaktifkan, Pengamat Nilai Terlalu Riskan
A
A
A
JAKARTA - Menjelang masa cuti kampanye habis, Mendagri belum juga memberhentikan sementara terdakwa kasus penistaan agama Basuki T Purnama (Ahok) sebagai gubernur DKI.
Dengan kembali menjabat sebagai gubernur, dikhawatirkan Ahok-Djarot memanfaatkannya demi kepentingan mereka di hari pencoblosan 15 Februari mendatang.
Pengamat Politik dari Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta Masnur Marzuki mengatakan, dengan kembali aktif sudah barang tentu Ahok-Djarot bisa saja memanfaatkan pengaruhnya dalam dunia birokrasi dan pelayanan warga untuk kepentingan paslon tersebut di Pilkada.
"Paslon tersebut dapat mengambil keuntungan dengan kembali aktif di Balai Kota. Kalau sampai itu dilakukan dengan cara curang tentu akan merugikan bagi Ahok sendiri karena bukan tidak mungkin akan ada sanksi dan konsekuensi nantinya," kata Masnur saat dihubungi SINDOnews, Kamis (9/2/2017).
Masnur melanjutkan, banyak celah bisa dimanfaatkan oleh Ahok-Djarot dengan menggunakan kesempatan tersebut demi memenangkan Pilkada baik dengan cara yang vulgar maupun sembunyi-sembunyi.
"Oleh sebab itu Bawaslu bersama masyarakat DKI harus proaktif mengawasi keduanya di masa-masa kritis jelang Pilgub DKI," katanya.
Dengan kembali menjabat sebagai gubernur, dikhawatirkan Ahok-Djarot memanfaatkannya demi kepentingan mereka di hari pencoblosan 15 Februari mendatang.
Pengamat Politik dari Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta Masnur Marzuki mengatakan, dengan kembali aktif sudah barang tentu Ahok-Djarot bisa saja memanfaatkan pengaruhnya dalam dunia birokrasi dan pelayanan warga untuk kepentingan paslon tersebut di Pilkada.
"Paslon tersebut dapat mengambil keuntungan dengan kembali aktif di Balai Kota. Kalau sampai itu dilakukan dengan cara curang tentu akan merugikan bagi Ahok sendiri karena bukan tidak mungkin akan ada sanksi dan konsekuensi nantinya," kata Masnur saat dihubungi SINDOnews, Kamis (9/2/2017).
Masnur melanjutkan, banyak celah bisa dimanfaatkan oleh Ahok-Djarot dengan menggunakan kesempatan tersebut demi memenangkan Pilkada baik dengan cara yang vulgar maupun sembunyi-sembunyi.
"Oleh sebab itu Bawaslu bersama masyarakat DKI harus proaktif mengawasi keduanya di masa-masa kritis jelang Pilgub DKI," katanya.
(ysw)