Diancam Orang Tak Dikenal, Riski Terpaksa Serahkan Motor Kesayangan
Kamis, 02 Februari 2017 - 20:17 WIB
Diancam Orang Tak Dikenal, Riski Terpaksa Serahkan Motor Kesayangan
A
A
A
PALEMBANG - M Riski Saputra (14), bernasib apes. Bocah yang tercatat sebagai pelajar di salah satu SMP Negeri ini di Palembang ini harus kehilangan sepeda motor kesayangannya jenis Yamaha Vega ZR warna hitam tahun 2012 nopol BG 5390 ZR, setelah dilarikan kawanan orang tak dikenal.
Kejadian yang menimpa korban terjadi di Jalan Hamzah Kelurahan 15 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu 1, Kamis (2/2/2017). Ketika itu, korban bersama rekannya yang hendak pulang ke kediamannya di Kelurahan 5 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu 1, melintas di jalan tersebut.
Saat di lokasi kejadian, rupanya ada sepeda motor lain yang dikendarai dua orang memepet kendaraannya. Ketika itu, satu pelaku langsung memegang tangan korban dan meraih kunci kontak sepeda motor korban.
"Mereka dari belakang langsung memepet dan mengambil kunci motor saya," kata korban saat melapor ke Mapolresta Palembang.
Saat sepeda motornya berhenti, kedua pelaku langsung memaksa korban untuk turun. Korban sempat menolak. Namun, lantaran diancam pelaku, korban akhirnya pasrah. "Sempat saya lawan. Tapi mereka mengancam akan mematahkan tangan saya. Karena takut, akhirnya saya serahkan motornya," ungkap korban.
Korban mengaku, ia dan rekannya memang biasa melintas di lokasi kejadian saat pulang sekolah. "Biasa lewat situ dan tidak apa-apa. Memang sekitar situ agak sepi. Saya tidak mengenal orang itu," katanya.
Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Maruly Pardede mengatakan pihaknya masih menyelidiki laporan korban guna menangkap pelakunya. "Korban dan saksi masih kita periksa. Kita juga sudah mendatangi lokasi tempat kejadian itu. Pasti akan ditindaklanjuti."
Kejadian yang menimpa korban terjadi di Jalan Hamzah Kelurahan 15 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu 1, Kamis (2/2/2017). Ketika itu, korban bersama rekannya yang hendak pulang ke kediamannya di Kelurahan 5 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu 1, melintas di jalan tersebut.
Saat di lokasi kejadian, rupanya ada sepeda motor lain yang dikendarai dua orang memepet kendaraannya. Ketika itu, satu pelaku langsung memegang tangan korban dan meraih kunci kontak sepeda motor korban.
"Mereka dari belakang langsung memepet dan mengambil kunci motor saya," kata korban saat melapor ke Mapolresta Palembang.
Saat sepeda motornya berhenti, kedua pelaku langsung memaksa korban untuk turun. Korban sempat menolak. Namun, lantaran diancam pelaku, korban akhirnya pasrah. "Sempat saya lawan. Tapi mereka mengancam akan mematahkan tangan saya. Karena takut, akhirnya saya serahkan motornya," ungkap korban.
Korban mengaku, ia dan rekannya memang biasa melintas di lokasi kejadian saat pulang sekolah. "Biasa lewat situ dan tidak apa-apa. Memang sekitar situ agak sepi. Saya tidak mengenal orang itu," katanya.
Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Maruly Pardede mengatakan pihaknya masih menyelidiki laporan korban guna menangkap pelakunya. "Korban dan saksi masih kita periksa. Kita juga sudah mendatangi lokasi tempat kejadian itu. Pasti akan ditindaklanjuti."
(zik)