Genjot Perekonomian, Banten Andalkan 12 Proyek Strategis
Selasa, 31 Januari 2017 - 12:43 WIB
Genjot Perekonomian, Banten Andalkan 12 Proyek Strategis
A
A
A
SERANG - Pemerintah Pusat mempunyai harapan besar pada Provinsi Banten. Sebanyak 12 proyek strategis akan dibangun, bahkan sebagian sudah berjalan guna meningkatkan perekonomian.
Proyek jalan tol menjadi fokus dengan membangun Tol Serang-Panimbang, Tol Kunciran- Serpong, Tol Serang-Cinere, dan Tol Serpong-Balaraja. Jalur kereta api ekspres yang menghubungkan Soekarno Hatta- Sudirman, Bandara Banten Selatan Panimbang, dan pengembangan Bandara Soetta juga jadi proyek andalan.
Selain itu terdapat pembangunan terminal elpiji Banten berkapasitas 1 juta ton per tahun, energi asal sampah kota-kota besar di Tangerang, Waduk Karian, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung, serta percepatan infrastruktur transportasi, listrik, dan air bersih untuk kawasan strategis pariwisata nasional (KSN) Tanjung Lesung.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Banten Hadi Suryadi mengatakan, semua proyek nasional yang ada di Banten sudah berjalan, di antaranya pembebasan lahan. "Semua proyek sudah berjalan. Khusus untuk jalan Tol Serang- Penimbang sudah ada pemenang tendernya, yaitu dari PT WIKA," kata Hadi.
Menurutnya, dengan adanya pembangunan infrastruktur ini akan sangat berhubungan erat dengan pembangunan ekonomi. "Perbaikan dan peningkatan infrastruktur jalan pada umumnya akan dapat meningkatkan mobilitas penduduk, terciptanya penurunan ongkos pengiriman barangbarang, terdapatnya pengangkutan barang-barang dengan kecepatan yang lebih tinggi, dan perbaikan kualitas dari jasa- jasa pengangkutan tersebut," katanya.
Sementara itu, infrastruktur jalan dan fasilitas moda transportasi di Banten sudah terus berkembang. Seperti halnya kondisi Stasiun Rangkasbitung. Walaupun dibilang lamban dalam perkembangannya dibandingkan stasiun lain di Indonesia, Stasiun Rangkasbitung sudah terlihat perubahannya.
Menurut salah satu pelanggan kereta api, Unro Al Juhri, perkembangan dan pembenahan fasilitas kereta api baru terlihat dua tahun terakhir ini. "Kondisi perkeretaapian Jakarta-Rangkasbitung terlihat meningkat positif, baik dari fasilitas stasiun maupun gerbong kereta api,"kata Unro.
Unro menjelaskan, peningkatan pelayanan yang dirasakan saat ini tidak lagi berdesak-desakan di dalam kereta api. Sebab, penumpang yang masuk kereta sudah dibatasi. "Saat ini pengamanan dalam kereta api maupun di stasiun terjamin, karena ada pengamanan dan pengawalan ketat dalam kereta oleh petugas keamanan yang dimiliki PT KAI," ujarnya.
Kebersihan pun baik di stasiun dan dalam kereta api saat ini sudah sangat terjaga. Jadi, anggapan stasiun dan kereta kumuh itu sudah mulai hilang. "Di gerbong saat ini nyaman dan bersih karena terdapat On Train Cleaning (OTC),"ujarnya.
Unro juga sangat berharap kereta api dari Jakarta-Rangkasbitung terus berkembang lebih cepat lagi. "Kami berharap segera ada Commuter Line," ujarnya. (Teguh Mahardika)
![Genjot Perekonomian, Banten Andalkan 12 Proyek Strategis]()
Proyek jalan tol menjadi fokus dengan membangun Tol Serang-Panimbang, Tol Kunciran- Serpong, Tol Serang-Cinere, dan Tol Serpong-Balaraja. Jalur kereta api ekspres yang menghubungkan Soekarno Hatta- Sudirman, Bandara Banten Selatan Panimbang, dan pengembangan Bandara Soetta juga jadi proyek andalan.
Selain itu terdapat pembangunan terminal elpiji Banten berkapasitas 1 juta ton per tahun, energi asal sampah kota-kota besar di Tangerang, Waduk Karian, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung, serta percepatan infrastruktur transportasi, listrik, dan air bersih untuk kawasan strategis pariwisata nasional (KSN) Tanjung Lesung.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Banten Hadi Suryadi mengatakan, semua proyek nasional yang ada di Banten sudah berjalan, di antaranya pembebasan lahan. "Semua proyek sudah berjalan. Khusus untuk jalan Tol Serang- Penimbang sudah ada pemenang tendernya, yaitu dari PT WIKA," kata Hadi.
Menurutnya, dengan adanya pembangunan infrastruktur ini akan sangat berhubungan erat dengan pembangunan ekonomi. "Perbaikan dan peningkatan infrastruktur jalan pada umumnya akan dapat meningkatkan mobilitas penduduk, terciptanya penurunan ongkos pengiriman barangbarang, terdapatnya pengangkutan barang-barang dengan kecepatan yang lebih tinggi, dan perbaikan kualitas dari jasa- jasa pengangkutan tersebut," katanya.
Sementara itu, infrastruktur jalan dan fasilitas moda transportasi di Banten sudah terus berkembang. Seperti halnya kondisi Stasiun Rangkasbitung. Walaupun dibilang lamban dalam perkembangannya dibandingkan stasiun lain di Indonesia, Stasiun Rangkasbitung sudah terlihat perubahannya.
Menurut salah satu pelanggan kereta api, Unro Al Juhri, perkembangan dan pembenahan fasilitas kereta api baru terlihat dua tahun terakhir ini. "Kondisi perkeretaapian Jakarta-Rangkasbitung terlihat meningkat positif, baik dari fasilitas stasiun maupun gerbong kereta api,"kata Unro.
Unro menjelaskan, peningkatan pelayanan yang dirasakan saat ini tidak lagi berdesak-desakan di dalam kereta api. Sebab, penumpang yang masuk kereta sudah dibatasi. "Saat ini pengamanan dalam kereta api maupun di stasiun terjamin, karena ada pengamanan dan pengawalan ketat dalam kereta oleh petugas keamanan yang dimiliki PT KAI," ujarnya.
Kebersihan pun baik di stasiun dan dalam kereta api saat ini sudah sangat terjaga. Jadi, anggapan stasiun dan kereta kumuh itu sudah mulai hilang. "Di gerbong saat ini nyaman dan bersih karena terdapat On Train Cleaning (OTC),"ujarnya.
Unro juga sangat berharap kereta api dari Jakarta-Rangkasbitung terus berkembang lebih cepat lagi. "Kami berharap segera ada Commuter Line," ujarnya. (Teguh Mahardika)

(bbk)