Diduga Mati Tak Wajar, Polisi Bongkar Kuburan Balita Panti Asuhan
Sabtu, 28 Januari 2017 - 03:31 WIB
Diduga Mati Tak Wajar, Polisi Bongkar Kuburan Balita Panti Asuhan
A
A
A
PEKANBARU - Kepolisian akan membongkar kuburan jenazah Zikli, balita 18 bulan, penghuni Panti Asuhan Tunas Bangsa di Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru, Riau. Pembongkaran itu dilakukan untuk memastikan penyebab kematian korban yang diduga karena aksi kekerasan.
Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, Kompol Bimo Arianto mengatakan, rencananya pada 28 Januari 2017, polisi akan melakukan pembongkaran makam tersebut. "Besok rencananya tim akan membongkar makam Zikli. Ini akan mengusut kasus ini sampai tuntas,"ucap Bimo, Jumat (27/1/2017).
Setelah dibongkar, jenazah akan dibawa ke Rumah Sakit Bayangkara Polda Riau. Disana jenazah akan diotopsi. Setelah digelar otopsi, akan ketahuan apa penyebab kematian Zikli, apakah meninggal karena sakit atau akibat penganiayaan. "Ini dilakukan untuk memastikan penyebab kematian. Nanti ahli forensik yang akan menanganinya,"ucap lagi.
Sementara itu, Komnas Lembaga Perlindingan Anak (KPA) Riau menyebutkan bahwa diduga korban meninggal akibat dianiaya."Korban kita duga meninggal karena penganiyaan. Ini karena ditemukan bekas luka sundutan rokok di kemaluan dan perut korban. Selain itu tim dokter yang sempat menanganinya menyebutkan korban demam tinggi, muntah mengeluarkan cacing dan mengalami dehidrasi,"ucap Kepala Bidang Pemenuhan Hak Anak LPA, Propinsi Riau, Nanda Pratama.
Sementara itu, paman korban, Dwiyatmoko, dalam laporannya ke Polresta Pekanbaru, mengatakan, ada keganjilan dari kematian keponakannya tersebut. Hasil pemeriksaan di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru, ada bekas luka hampir di sekujur tubuh Zikli di antaranya di kemaluan, telinga, punggung, bibir, tangan dan kaki.
Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, Kompol Bimo Arianto mengatakan, rencananya pada 28 Januari 2017, polisi akan melakukan pembongkaran makam tersebut. "Besok rencananya tim akan membongkar makam Zikli. Ini akan mengusut kasus ini sampai tuntas,"ucap Bimo, Jumat (27/1/2017).
Setelah dibongkar, jenazah akan dibawa ke Rumah Sakit Bayangkara Polda Riau. Disana jenazah akan diotopsi. Setelah digelar otopsi, akan ketahuan apa penyebab kematian Zikli, apakah meninggal karena sakit atau akibat penganiayaan. "Ini dilakukan untuk memastikan penyebab kematian. Nanti ahli forensik yang akan menanganinya,"ucap lagi.
Sementara itu, Komnas Lembaga Perlindingan Anak (KPA) Riau menyebutkan bahwa diduga korban meninggal akibat dianiaya."Korban kita duga meninggal karena penganiyaan. Ini karena ditemukan bekas luka sundutan rokok di kemaluan dan perut korban. Selain itu tim dokter yang sempat menanganinya menyebutkan korban demam tinggi, muntah mengeluarkan cacing dan mengalami dehidrasi,"ucap Kepala Bidang Pemenuhan Hak Anak LPA, Propinsi Riau, Nanda Pratama.
Sementara itu, paman korban, Dwiyatmoko, dalam laporannya ke Polresta Pekanbaru, mengatakan, ada keganjilan dari kematian keponakannya tersebut. Hasil pemeriksaan di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru, ada bekas luka hampir di sekujur tubuh Zikli di antaranya di kemaluan, telinga, punggung, bibir, tangan dan kaki.
(pur)