300 Atribut Kampanye Berbau Provokatif Ditertibkan

Sabtu, 14 Januari 2017 - 03:16 WIB
300 Atribut Kampanye...
300 Atribut Kampanye Berbau Provokatif Ditertibkan
A A A
JAKARTA - Sebanyak 300 atribut kampanye Pilgub DKI 2017 bernada provokatif ditertibkan sejak Oktober hingga Desember 2016. Atribut tersebut mayoritas berada di jalur protokol.

Wakil Kepala Satpol PP DKI Jakarta Hidayatullah mengatakan, sejak dimulainya kampanye Pilgub DKI Jakarta 2017 pada 28 Oktober 2016 hingga akhir Desember lalu, pihaknya telah menurunkan sebanyak 300 atribut kampanye berbau provokatif. Atribut-atribut tersebut, didapatkan di jalan-jalan raya protokol dan tempat yang tidak boleh terpasang atribut kampanye.

"Sebanyak 300 atribut kampanye itu berunsur menghujat dan memecah belah. Kami selalu berkordinasi dengan Panwaslu kecamatan," kata Hidayatullah di Balai Kota, jumat, 13 Januari 2017 kemarin.

Hidayat menjelaskan, Satpol PP itu merupakan petugas tampung tantra yang bertugas menertibkan semua aturan, baik itu pedagang kaki lima (PKL), angkutan umum, kebersihan dan sebagainya. Artinya, Satpol PP tidak bisa menindaklanjuti para pemasang atribut provokatif tersebut meski tengah mendapatkan laporan dari warga.

Mereka yang tertangkap tangan memasang atribut provokatif, lanjut Hidayat hanya diberikan peringatan dengan membuat perjanjian tidak akan memasang lagi. "Perjanjian itu disaksikan oleh Panwaslu kecamatan. Kami siap melaksanakan Pilgub DKI yang berdemokrasi," ujarnya.

Ketua Bawaslu DKI Mimah Susanti mengatakan, adanya penolakan warga ketika menertibkan spanduk yang memuat provokasi dan fitnah tersebut. Penolakan masyarakat yang umumnya berjumlah 10-20 warga biasanya ditunjukkan kala petugas Panwaslu datang untuk menurunkan spanduk.

Namun, hal itu tidak berkepanjangan lantaran pihaknya bersama Satpol PP DKI membuka ruang dialog kepada warga. "Jadi ketika ingin menurunkan spanduk, kami pasti melakukan dialog dengan warga yang memasangnya. Kami tidak mau ada konflik sosial. Sampai saat ini penanganan hanya teguran," ujarnya.

Spanduk bernada provokatif dan fitnah paling banyak ditemui di kawasan Jakarta Pusat. Selama satu bulan masa kampanye, ada 58 spanduk provokatif di Jakarta Pusat, Jakarta Selatan 46 spanduk dan sisanbya berada di Jakarta Barat, Jakarta Timur, Jakarta Utara.
(whb)
Berita Terkait
Noer Fajrieansyah Didorong...
Noer Fajrieansyah Didorong Maju Pilgub DKI Jakarta 2024
Respons PAN soal Kaesang...
Respons PAN soal Kaesang Bakal Maju Pilgub DKI: Semua Punya Hak
Ditanya Mau Jadi Gubernur,...
Ditanya Mau Jadi Gubernur, Wagub Ariza: Kita Lagi Mikirin Omicron
Pemuda Pancasila Deklarasi...
Pemuda Pancasila Deklarasi Dukung Anies Baswedan di Pilgub Jakarta
Demokrat Pamer Jagoan...
Demokrat Pamer Jagoan Pilgub DKI, Golkar: Pilkadanya Tahun 2024, Masih Jauh
DPD Hanura Sodorkan...
DPD Hanura Sodorkan Nama Djafar Badjeber Cawagub Jakarta, Ketua DPW Perindo: Kita Sambut Baik
Berita Terkini
Korban Terakhir Ledakan...
Korban Terakhir Ledakan Gas di Rumah Mewah di Medan Ditemukan Meninggal, Operasi SAR Ditutup
35 menit yang lalu
Punya KTP DKI dan Beli...
Punya KTP DKI dan Beli Rumah Pertama? Ini Syarat Dapat Diskon BPHTB 50 Persen
1 jam yang lalu
Polda Metro Jaya Bakal...
Polda Metro Jaya Bakal Panggil Hotman Paris Usai Dilaporkan PWI
2 jam yang lalu
APDSI dan PPPK Aksi...
APDSI dan PPPK Aksi Damai, Tuntut Pemenuhan Hak serta Gaji ke-13
3 jam yang lalu
Ketahanan Pangan Nasional,...
Ketahanan Pangan Nasional, Nestl Salurkan 90 Sapi Perah Impor di Jatim
3 jam yang lalu
PASTI Indonesia Desak...
PASTI Indonesia Desak Polda Kalsel Hentikan Kasus Babe Aldo dan Ditangani Bareskrim
3 jam yang lalu
Infografis
WHO: Gaza adalah Neraka...
WHO: Gaza adalah Neraka di Bumi, 300 Kematian Per Hari
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved