Aksi 121, Mahasiswa Yogya Sebut Kebijakan Jokowi-JK Mencekik Rakyat

Kamis, 12 Januari 2017 - 14:03 WIB
Aksi 121, Mahasiswa...
Aksi 121, Mahasiswa Yogya Sebut Kebijakan Jokowi-JK Mencekik Rakyat
A A A
YOGYAKARTA - Tiga elemen mahasiswa dari berbagai kampus melakukan aksi turun ke jalan melalui gerakan bela rakyat 121. Ketiga elemen mahasiswa itu mulai dari Gerakan Mahasiswa Pembebasan, kemudian dari BEM SI Jateng-DIY, dan terakhir dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah.

Aksi yang dilakukan ini mengkritik berbagai kebijakan pemerintah era Jokowi-JK yang dinilai mencekik rakyat banyak. Bahkan, janji-janji yang disampaikan jauh dari target dan yang diimpikan.

Sebagai contoh, kenaikan harga BBM, penghilangan subsidi listrik, kebutuhan hidup, hingga yang terbaru kenaikan biaya pajak kendaran yang diterapkan pada 6 Januari 2017. Begitu juga kebijakan terkait legalitas pekerja asing yang didominasi dari China.

"Kebijakan Jokowi-JK tidak pro rakyat, masyarakat merasakan begitu sulit di era sekarang. Ini kado pahit diawal tahun," kata Ricky Fattamazaya, koordinator Akai Gerakan Mahasiswa Pembebasan DIY di DPRD DIY, Kamis (12/1/2017).

Pemerintahan Jokowi-JK belum genap berjalan tiga tahun. Banyak kebijakan yang dinilai merugikan masyarakat, seperti pencabutan subsidi BBM, subsidi listrik, hingga yang terbaru kenaikan pajak kendaraan.

Bahkan, kebijakan melegalkan pekerja asing ke Indonesia dinilai bak buah simalakama.

Pasalnya, satu sisi tingkat pengangguran di Indonesia cukup tinggi, sementara berbagai proyek yang dikerjakan penerintah justru menggunakan tenaga asing.

Massa aksi tidak ditemui anggota dewan, karena tengah bertugas ke Jakarta. Mereka ditemui Kasubag Pelayanan Aspirasi Masyarakar Sekretaris Dewan, Dyah Prabandari. Dia akan menyampaikan aspirasi dari mahasiswa untuk disampaikan pada pinpinan dewan.

Tak jauh berbeda juga disampaikan eleman mahasiswa dari BEM SI Jateng - DIY. Mereka menanggap pemerintahan saai ini juga masih sama dengan sebelumnya, yakni neolib.

Hanya saja, pemerintahan saat ini berlindung dibalik slogan wong cilik untuk mengaet hati masyarakat.

"Mahasiswa bersatu lawan perindasan," seru salah satu orator dalam menyampaikan aspirasi.

Senada juga diserukan massa aksi dari IMM Kota Yogyakarta. Selain kebijakan pemerintah sekarang tak berpihak pada rakyat banyak, rezim yang baru berjalan tiga tahun ini juga carut marut dalam mengambil kebijakan.

"Kita harus akui saat ini sedang dalam kondisi carut marut dengan kebijakan publik yang tidak pro rakyat," tandas Abdul Madjud, korlab aksi IMM Yogyakarta.
(nag)
Berita Terkait
Demo Serentak Mahasiswa...
Demo Serentak Mahasiswa Se-Indonesia di Palembang Diwarnai Kericuhan
Aksi Demo Mahasiswa...
Aksi Demo Mahasiswa ‘Indonesia Gelap’ di Patung Kuda
Demo Indonesia Gelap,...
Demo Indonesia Gelap, Pakar Hukum: Bentuk Ekspresi Pesimisme Masyarakat Ubah Jadi Optimisme
Mahasiswa Demo DPR:...
Mahasiswa Demo DPR: Menagih 17+8 Tuntutan Rakyat
Demo Mahasiswa Uhamka...
Demo Mahasiswa Uhamka di Sudirman Diwarnai Saling Dorong dengan Polisi
Demo Indonesia Gelap...
Demo Indonesia Gelap di Patung Kuda, Ribuan Mahasiswa Kritik Kebijakan Pemerintah
Berita Terkini
Jelang Pelimpahan Tersangka...
Jelang Pelimpahan Tersangka Don Ritto dan Barang Bukti, Brimob Bersenjata Lengkap Berjaga
40 menit yang lalu
4.132 Personel Gabungan...
4.132 Personel Gabungan Dikerahkan Kawal Aksi Demo Mahasiswa di Monas
58 menit yang lalu
20 Tahun Tsunami Pangandaran,...
20 Tahun Tsunami Pangandaran, Ahli: Megathrust Ancaman Nyata
1 jam yang lalu
Marak Kepala Daerah...
Marak Kepala Daerah Terjerat OTT, Mendagri Dorong Pembatasan Biaya Kampanye
2 jam yang lalu
Prabowo: Pemimpin Indonesia...
Prabowo: Pemimpin Indonesia Bukan Pemimpin yang Bodoh, Naif, ataupun Penakut
3 jam yang lalu
Kebakaran Landa TPA...
Kebakaran Landa TPA Cipayung Depok, 8 Unit Damkar Dikerahkan
11 jam yang lalu
Infografis
9 Poin Penegasan Rektor...
9 Poin Penegasan Rektor UGM terkait Ijazah Jokowi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved