Main di Sungai, Dua Siswa SD Serang Tewas Tenggelam
Sabtu, 24 Desember 2016 - 13:32 WIB
Main di Sungai, Dua Siswa SD Serang Tewas Tenggelam
A
A
A
SERANG - Dua siswa SD, Rohim (9) dan Ananda (10) warga Cikeusal, Kabupaten Serang, Banten tewas tenggelam saat bermain di sungai Cibangor. Mayat kduanya baru ditemukan 14 jam kemudian atau pukul 06.00 WIB, Sabtu (24/12/2016) pagi setelah tim Basarnas melakukan pencarian.
Informasi yang dihimpun, kedua bocah malang tersebut diketahui mandi bersama tiga orang rekannya di sungai usai salat Jumat, kemarin. Namun, saat diajak untuk menyudahi bermain air di sungai oleh temannya, kedua bocah tersebut tak mau pulang.
Rekannya itu, kemudian meninggalkan Rohim dan Ananda disungai lantaran tak mau diajak pulang. Menjelang sore sekitar pukul 17.00 WIB Jumat (23/12/2016) orangtua korban merasa khawatir karena kedua anaknya tak kunjung pulang.
Saat dihampiri ke sungai, kedua bocah itu sudah tidak ada di lokasi. Setibanya di sana, orangtua korban hanya mendapati pakaian yang berada di pinggir sungai.
Orangtua kemudian melaporkan peristiwa tersebut ke warga lainnya dan pihak kepolisian. Dengan alat seadanya warga kemudian menyisir pinggir sungai dan menemukan Rohim dalam kondisi tidak bernyawa.
"Korban pertama yang ditemukan tewas atas nama Rohim bin Sarun oleh warga tak jauh dari lokasi tenggelamnya korban," kata Kepala Basarnas Banten Hairoe Amir Abyan, Sabtu (24/12/2016).
Pihak Basarnas Banten dan BPBD Kabupaten Serang yang mendapatkan informasi adanya korban tenggelam, langsung mengerahkan personel dan perahu karet ke lokasi untuk proses pencarian korban Ananda bin Sukaemi.
"Alhamdulillah, sekitar pukul enam pagi tadi korban tenggelam atas nama Ananda ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa," ujarnya.
Kesepakatan pihak keluarga, jasad korban tak dilakukan proses visum oleh pihak rumah sakit, sehingga kedua korban langsung disemayamkan dirumah duka.
"Kita menghimbau kepada seluruh masyarakat agar tetap waspada, jaga buah hati kita saat bermain di sungai," tandasnya.
Informasi yang dihimpun, kedua bocah malang tersebut diketahui mandi bersama tiga orang rekannya di sungai usai salat Jumat, kemarin. Namun, saat diajak untuk menyudahi bermain air di sungai oleh temannya, kedua bocah tersebut tak mau pulang.
Rekannya itu, kemudian meninggalkan Rohim dan Ananda disungai lantaran tak mau diajak pulang. Menjelang sore sekitar pukul 17.00 WIB Jumat (23/12/2016) orangtua korban merasa khawatir karena kedua anaknya tak kunjung pulang.
Saat dihampiri ke sungai, kedua bocah itu sudah tidak ada di lokasi. Setibanya di sana, orangtua korban hanya mendapati pakaian yang berada di pinggir sungai.
Orangtua kemudian melaporkan peristiwa tersebut ke warga lainnya dan pihak kepolisian. Dengan alat seadanya warga kemudian menyisir pinggir sungai dan menemukan Rohim dalam kondisi tidak bernyawa.
"Korban pertama yang ditemukan tewas atas nama Rohim bin Sarun oleh warga tak jauh dari lokasi tenggelamnya korban," kata Kepala Basarnas Banten Hairoe Amir Abyan, Sabtu (24/12/2016).
Pihak Basarnas Banten dan BPBD Kabupaten Serang yang mendapatkan informasi adanya korban tenggelam, langsung mengerahkan personel dan perahu karet ke lokasi untuk proses pencarian korban Ananda bin Sukaemi.
"Alhamdulillah, sekitar pukul enam pagi tadi korban tenggelam atas nama Ananda ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa," ujarnya.
Kesepakatan pihak keluarga, jasad korban tak dilakukan proses visum oleh pihak rumah sakit, sehingga kedua korban langsung disemayamkan dirumah duka.
"Kita menghimbau kepada seluruh masyarakat agar tetap waspada, jaga buah hati kita saat bermain di sungai," tandasnya.
(ysw)