Penguasaan Lahan di Pangandaran oleh WNA China Tidak Benar

Rabu, 21 Desember 2016 - 03:47 WIB
Penguasaan Lahan di...
Penguasaan Lahan di Pangandaran oleh WNA China Tidak Benar
A A A
PANGANDARAN - Jajaran perangkat Desa Kertamukti, Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pangandaran, membantah tudingan yang dilontarkan Ketua Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) yang menyebutkan ada penguasaan lahan tanah oleh bangsa asing.

Kepala Desa Kertamukti, Kecamatan Cimerak Asep Purnama didampingi Sekretaris Desa beserta BPD mengatakan, pihaknya selama ini tidak pernah memfasilitasi orang asing untuk menguasai tanah, apalagi menjadi hak milik.

“Tudingan itu tidak benar, aparatur pemerintah desa tidak pernah melakukan apa yang dituduhkan Ketua Pokmaswas,” kata Asep di Pangandaran, Selasa (20/12/2016).

Menurut Asep, yang memiliki lahan tanah di Desa Kertamukti bukan warga negara asing (WNA) China atau warga asing, tetapi Warga Negara Indonesia (WNI) keturunan China yang berdomisili di Tasikmalaya.

“Selain itu, aset lahan tanah yang dimiliki Hadiat hanya seluas 3 hektare itu pun diperoleh dari hak milik masyarakat,” ungkapnya.

Sedangkan tudingan telah terjadi penyertifikatan di sekitar harim laut pun tidak benar. Bahkan Asep menjelaskan, lokasi yang ada di areal harim laut statusnya hanya sewa seluas 200 bata.

“Apabila benar ada tanah desa atau harim laut yang di sertifikatkan, silakan tinggal cek ke kantor BPN (Badan Pertanahan Nasional). Semua yang dituduhkan Ketua Pokmaswas tidak mendasar dan tidak benar,” paparnya.

Sementara salah satu anggota BPD Kertamukti, Muhyat mengatakan, seandainya memang benar apa yang dituduingkan Ketua Pokmaswas, silahkan buktikan fakta dan datanya.

“Negara kita negara hukum, dan jangan sampai berkata bohong karena tudingan itu telah mencemarkan nama baik aparatur pemerintahan Desa,” tegas Muhyat.
(maf)
Berita Terkait
Lewat Kompetensi Praktik...
Lewat Kompetensi Praktik Lapangan, Praja Diharapkan Paham Pemerintahan Daerah
Sinergi Pemerintah Pusat...
Sinergi Pemerintah Pusat dan Daerah, BSKDN Kemendagri Tekankan Kolaborasi
Pulihkan Ekonomi, Daerah...
Pulihkan Ekonomi, Daerah Utang Rp12,24 Triliun ke Pusat
BSKDN Kemendagri: Konsep...
BSKDN Kemendagri: Konsep ITKPD Upaya Wujudkan Tujuan Otonomi Daerah
Mengukur Kunci Sukses...
Mengukur Kunci Sukses Daerah, RGSS Resmi Hadir
Majukan Suatu Daerah...
Majukan Suatu Daerah Perlu Merangkul Semua Elemen Termasuk Seniman
Berita Terkini
Peradi Profesional-Unisba...
Peradi Profesional-Unisba Perkuat Pendidikan Hukum dan Pengembangan Profesi Advokat
20 menit yang lalu
Perkuat Ekonomi Maluku...
Perkuat Ekonomi Maluku Utara, APHI Dorong Penerapan Multiusaha Kehutanan
28 menit yang lalu
Apresiasi Polda Sumut...
Apresiasi Polda Sumut Ungkap Ribuan Kasus Narkoba, Sahroni: Kejar Bandarnya, Selamatkan Masyarakat!
58 menit yang lalu
Prajurit TNI Kodam XVII...
Prajurit TNI Kodam XVII Cenderawasih Tewas Dikeroyok Sembilan Orang di Kabupaten Tangerang
1 jam yang lalu
Dukung Penguatan Ekonomi...
Dukung Penguatan Ekonomi Kerakyatan, Danantara Tinjau Pemberdayaan Nasabah PNM di Mojokerto
1 jam yang lalu
Korban Terakhir Ledakan...
Korban Terakhir Ledakan Gas di Rumah Mewah di Medan Ditemukan Meninggal, Operasi SAR Ditutup
4 jam yang lalu
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved