Pelaku Teror Bom di Java Mal Ditangkap

Selasa, 13 Desember 2016 - 00:02 WIB
Pelaku Teror Bom di...
Pelaku Teror Bom di Java Mal Ditangkap
A A A
SEMARANG - Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Semarang menangkap seorang pria pengangguran yang diduga jadi pelaku teror bom dengan sasaran Java Mal Semarang. Pria tersebut bernama Norman Dwiantoro (48) warga RT02/RW01 Kelurahan Banget, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus.

Penyidikan polisi, pria tersebut sudah 4 kali meneror Java Mal mulai September hingga Desember 2016.
Caranya dengan menelepon resepsionis, mengabarkan jika dia sudah memasang bom dan sebentar lagi akan meledak.

Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Abiyoso Seno Aji, menyebut pelaku ditangkap pada Senin (12/12/2016) sekira pukul 03.00 WIB di rumahnya. "Terakhir ancaman terjadi pada Selasa 6 Desember 2016 pukul 12.44 WIB," kata Abiyoso.

Aksi pelaku ini tentu membuat resah dan takut. Polisi, pada 4 kali teror itu, juga tetap menindaklanjuti dengan penyisiran termasuk oleh tim Gegana Brimob Polda Jawa Tengah. Hasilnya memang nihil.

"Motifnya, pelaku sakit hati ke orang tuanyatidak diberi jatah uang, kemudian pelaku menghubungi layanan 108 menanyakan nomor telepon Java Mal (resepsionis) setelah itu dihubungi," lanjutnya.

Pelaku dijerat Pasal 6 Undang-Undang nomor 15 Tahun 2003 tentang penetapan Peraturan Pemerintah pengganti UU nomor 1 Tahun 2002 tentang Pemberantasan Terorisme dan atau Pasal 29 junto Pasal 45 ayat (3) Undang-Undang nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE.

Ancaman hukumannya maksimal 20tahun penjara. Barang buktinya, sebuah ponsel dan sim card.
Informasi yang didapat dari keterangan isteri korban, pelaku memang sudah lama mengalami gangguan jiwa dan sekarang dalam rawat jalan.

Buktinya surat rawat jalan. Untuk ini, polisi akan meminta keterangan medis maupun melakukan pemeriksaan psikologis.

"Kami mengimbau masyarakat untuk tidan main-main, menyalahgunakan pemakaian handphone," kata Abiyoso.

Sementara pelaku mengaku khilaf dengan aksi itu. Dia mengaku pernah tinggal di Jalan Durian, Peterongan, Kecamatan Semarang Selatan, alias kompleks belakang Java Mal.

"Saya kesal tidak pernah dikasih uang orang tua, biasanya dikasih Rp1 juta. Untuk saya Rp300 ribu, istri saya Rp700 ribu, untuk beli susu anak. Saya minta maaf kepada semua masyarakat atas kejadian ini," ungkap pelaku.
(sms)
Berita Terkait
Sempat Heboh Mengaku...
Sempat Heboh Mengaku Bawa Bom, Pria di Bank Majalengka Ternyata Simpan Kabel Mainan
Bagaimana Perangkat...
Bagaimana Perangkat Elektronik Jadul Jadi Senjata Mematikan: Pelajaran dari Kasus Hizbullah
Ngeri! OTK Lempar Bom...
Ngeri! OTK Lempar Bom Molotov ke Asrama Mahasiswa di Makassar, 1 Mahasiswi Terluka
Ancaman Bom Dikirim...
Ancaman Bom Dikirim Pelaku ke 10 Sekolah di Depok via Email, Ternyata Begini Isinya
10 Sekolah di Depok...
10 Sekolah di Depok Diteror Bom, Gegana Langsung Menyisir
Rumah Ketua KPPS di...
Rumah Ketua KPPS di Pamekasan Dilempar Peledak hingga Rusak, Polisi Turun Tangan
Berita Terkini
Jadi Ruang Kolaborasi...
Jadi Ruang Kolaborasi Seniman, Menekraf Apresiasi ArtMoments Jakarta 2026
12 menit yang lalu
Mahasiswa hingga Dosen...
Mahasiswa hingga Dosen STIA Madinatul Ilmi Depok Ikuti Kegiatan Literasi Keuangan
22 menit yang lalu
World Chiz Day 2026,...
World Chiz Day 2026, Prochiz Sasar Lebih dari 1.000 Siswa SD di Tiga Kota
1 jam yang lalu
Keberhasilan Memanfaatkan...
Keberhasilan Memanfaatkan Bonus Demografi Bergantung pada Kualitas Generasi Muda
2 jam yang lalu
Warga Wanam Harap Pembangunan...
Warga Wanam Harap Pembangunan PSN di Papua Selatan Dilanjutkan
2 jam yang lalu
PLN Cikarang Tegaskan...
PLN Cikarang Tegaskan Jarak Aman 3 Meter, Kegiatan Berisiko Tinggi Wajib Koordinasi
3 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved