Amankan Sidang Ahok, Polda Metro 'Galau' Tentukan Jumlah Personel
Jum'at, 09 Desember 2016 - 19:06 WIB
Amankan Sidang Ahok, Polda Metro 'Galau' Tentukan Jumlah Personel
A
A
A
JAKARTA - Polda Metro Jaya tengah menghitung personel yang akan diterjunkan untuk mengamankan sidang, kasus penistaan agama dengan tersangka Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).
Pasalnya, sampai saat ini Biro Operasi dan Intelkam Polda Metro Jaya masih melakukan pemetaan serta estimasi massa yang akan menghadiri persidangan perdana tersebut.
"Kami masih kumpulkan data, kalau data sudah ada baru akan ketahuan jumlah personel pengamanan dan lainnya," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono di Jakarta, Jumat (9/12/2016).
Selain itu, sidang perdana yang rencananya digelar pada Selasa 13 Desember 2016 itu direncanalan akan dihadiri beberapa organisasi masyarakat (ormas) dan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI).
Tapi, hingga saat ini belum ada informasi atau pemberitahuan siapa saja yang akan hadir dipersidangan tersebut. "Belum ada kepastian berapa massa yang akan hadir," katanya.
Dalam waktu dekat ini, seluruh jajaran Polda Metro Jaya akan mengadakan koordinasi terkait sistem pengamanan dan apakah akan ada pengalihan arus lalu lintas atau tidak.
Selain itu, jumlah massa yang masuk juga akan dibatasi dan tentunya akan ada aturan yang harus ditaati oleh para pengunjung sidang. "Kalau jumlahnya itu kewenangan dari pengadilan. Kami (Polda Metro) tentunya hanya melakukan pengamanan," tegasnya.
Pasalnya, sampai saat ini Biro Operasi dan Intelkam Polda Metro Jaya masih melakukan pemetaan serta estimasi massa yang akan menghadiri persidangan perdana tersebut.
"Kami masih kumpulkan data, kalau data sudah ada baru akan ketahuan jumlah personel pengamanan dan lainnya," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono di Jakarta, Jumat (9/12/2016).
Selain itu, sidang perdana yang rencananya digelar pada Selasa 13 Desember 2016 itu direncanalan akan dihadiri beberapa organisasi masyarakat (ormas) dan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI).
Tapi, hingga saat ini belum ada informasi atau pemberitahuan siapa saja yang akan hadir dipersidangan tersebut. "Belum ada kepastian berapa massa yang akan hadir," katanya.
Dalam waktu dekat ini, seluruh jajaran Polda Metro Jaya akan mengadakan koordinasi terkait sistem pengamanan dan apakah akan ada pengalihan arus lalu lintas atau tidak.
Selain itu, jumlah massa yang masuk juga akan dibatasi dan tentunya akan ada aturan yang harus ditaati oleh para pengunjung sidang. "Kalau jumlahnya itu kewenangan dari pengadilan. Kami (Polda Metro) tentunya hanya melakukan pengamanan," tegasnya.
(mhd)