Lima Jenazah Korban Pesawat Polri Berhasil Diidentifikasi
Jum'at, 09 Desember 2016 - 11:40 WIB
Lima Jenazah Korban Pesawat Polri Berhasil Diidentifikasi
A
A
A
BATAM - Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Kepulauan Riau berhasil mengidentifikasi lima jenazah korban pesawat M-28 Skytruck yang jatuh di perairan Lingga, Kepri.
Menurut Kapolda Kepri Brigjen Pol Sam Budigusdian, lima kantong jenazah yang telah diserahkan ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri terdiri dari delapan body part yang terbagi dari organ tubuh. "Lima di antaranya sudah berhasil diidentifikasi," katanya, Kamis (8/12/2016).
Kelima jenazah yang telah berhasil diidentifikasi adalah Bripda Eri Dwi Perdana dari hasil ante mortem DNA identik bapak kandung korban. Lalu, Brigadir Suwarno, teridentifikasi dari hasil data DNA pembanding anak kandung korban. AKP Safran teridentifikasi dari hasil DNA ante mortem anak kandung korban.
Jenazah AKP Abdul Munir teridentifikasi dari data DNA anak kandung korban. Terakhir, jenazah Bripka Erwin berdasarkan ante mortem DNA pembanding anak kandung korban dan properti terdapat inisial Ew yang melekat pada bagian baju dinas yang ditemukan.
"Ada dua jenazah yang belum teridentifikasi, masih dalam proses identifikasi DNA di Lab Mabes Polri," kata Sam.
Jenazah yang sudah berhasil diidentifikasi akan segera dikembalikan ke keluarganya setelah operasi SAR yang dipimpin Basarnas selesai.
"Kita masih berharap menemukan body part lainnya. Bapak Kapolri sudah menyatakan 13 penumpang meninggal dunia. Kami ucapkan belasungkawa sebesar-besarnya. Semoga keluarga korban diberi ketabahan," ucapnya.
Sam juga mengatakan, Kamis (8/12/2016) pagi ditemukan satu jenazah tanpa kepala di perairan Bintan. Hasil keterangan dokter, orang tersebut diperkirakan meninggal enam hari.
"Kalau kita kaitkan bisa saja itu jenazah korban pesawat Polri. Selain jasad tersebut, tim juga menemukan properti kaki manusia," jelas Sam.
Menurut Kapolda Kepri Brigjen Pol Sam Budigusdian, lima kantong jenazah yang telah diserahkan ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri terdiri dari delapan body part yang terbagi dari organ tubuh. "Lima di antaranya sudah berhasil diidentifikasi," katanya, Kamis (8/12/2016).
Kelima jenazah yang telah berhasil diidentifikasi adalah Bripda Eri Dwi Perdana dari hasil ante mortem DNA identik bapak kandung korban. Lalu, Brigadir Suwarno, teridentifikasi dari hasil data DNA pembanding anak kandung korban. AKP Safran teridentifikasi dari hasil DNA ante mortem anak kandung korban.
Jenazah AKP Abdul Munir teridentifikasi dari data DNA anak kandung korban. Terakhir, jenazah Bripka Erwin berdasarkan ante mortem DNA pembanding anak kandung korban dan properti terdapat inisial Ew yang melekat pada bagian baju dinas yang ditemukan.
"Ada dua jenazah yang belum teridentifikasi, masih dalam proses identifikasi DNA di Lab Mabes Polri," kata Sam.
Jenazah yang sudah berhasil diidentifikasi akan segera dikembalikan ke keluarganya setelah operasi SAR yang dipimpin Basarnas selesai.
"Kita masih berharap menemukan body part lainnya. Bapak Kapolri sudah menyatakan 13 penumpang meninggal dunia. Kami ucapkan belasungkawa sebesar-besarnya. Semoga keluarga korban diberi ketabahan," ucapnya.
Sam juga mengatakan, Kamis (8/12/2016) pagi ditemukan satu jenazah tanpa kepala di perairan Bintan. Hasil keterangan dokter, orang tersebut diperkirakan meninggal enam hari.
"Kalau kita kaitkan bisa saja itu jenazah korban pesawat Polri. Selain jasad tersebut, tim juga menemukan properti kaki manusia," jelas Sam.
(zik)