Bupati Kudus Terapkan 4T dalam Layani Masyarakat

Selasa, 06 Desember 2016 - 16:33 WIB
Bupati Kudus Terapkan...
Bupati Kudus Terapkan 4T dalam Layani Masyarakat
A A A
KUDUS - Anggaran pemerintah harus selalu dioptimalkan untuk kepentingan masyarakat. Untuk itu dari proses perencanaan, pelaksanaan, pelaporan, serta evaluasi harus berprinsip pada aturan yang ada serta memiliki manfaat untuk rakyat.

Itulah yang disampaikan Bupati Kudus H Musthofa saat acara penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas Kinerja dan Tujuan Tertentu Semester II Tahun 2016.

Acara ini dihadiri oleh 11 kepala daerah dan ketua DPRD, serta diserahkan oleh Kepala Perwakilan BPK RI Jateng Hery Subowo di kantornya, Semarang, Senin (5/12/2016).

Bupati Kudus mengatakan, bahwa semua kepala daerah tentu ingin melayani masyarakat sebaik-baiknya. Namun semuanya belum tentu bisa memuaskan masyarakat secara luas. Karena pasti ada kekurangsempurnaan.

"Namun dengan dukungan DPRD kami terus berupaya berbuat yang terbaik untuk masyarakat," kata bupati yang siang itu menerima LHP atas efektivitas pelayanan administrasi kependudukan.

Dikatakannya, bahwa inovasi pelayanan kependudukan sudah dilakukannya sejak 2009 lalu. Yaitu dengan pelayanan KTP di desa. Namun kini telah berubah sesuai dengan regulasi dari pusat dalam pelayanan KTP elektronik.

"Kami hanya ingin masyarakat dipermudah dalam mendapatkan layanan. Maka kami terus berinovasi," imbuhnya.

Konsep cybercity yang digagasnya diyakini akan mempermudah kontrol dalam berbagai hal. Karena itu merupakan jembatan komunikasi secara online antara warga dan pemerintah secara mudah.

Termasuk kinerja jajaran birokrasinya pun akan terkontrol oleh sistem. Karena dengan TPP tertinggi di Jateng tahun depan, kinerja aparatur terus digenjot. Yang muara akhir untuk pelayanan masyarakat.

"Kami menerapkan ukuran kinerja dengan prinsip 4T," jelas bupati yang juga sebagai ketua harian ISEI Cabang Semarang ini.

4T yang dimaksud adalah pengelolaan keuangan daerah yang memenuhi prinsip-prinsip yang baik serta tidak bermasalah dengan hukum yang berlaku. Yaitu tepat aturan, tertib administrasi, tepat sasaran, dan tepat manfaat.

Sementara itu, Hery mengatakan masih ada kekurangsempurnaan dalam pengelolaan keuangan dan layanan di berbagai daerah. Pihaknya terus melakukan berbagai upaya untuk memperbaikinya. Dirinya sangat mendukung layanan dan transaksi secara online untuk menghindari pungli dan penyalahgunaan lainnya.
(sms)
Berita Terkait
Lewat Kompetensi Praktik...
Lewat Kompetensi Praktik Lapangan, Praja Diharapkan Paham Pemerintahan Daerah
Sinergi Pemerintah Pusat...
Sinergi Pemerintah Pusat dan Daerah, BSKDN Kemendagri Tekankan Kolaborasi
Pulihkan Ekonomi, Daerah...
Pulihkan Ekonomi, Daerah Utang Rp12,24 Triliun ke Pusat
BSKDN Kemendagri: Konsep...
BSKDN Kemendagri: Konsep ITKPD Upaya Wujudkan Tujuan Otonomi Daerah
Majukan Suatu Daerah...
Majukan Suatu Daerah Perlu Merangkul Semua Elemen Termasuk Seniman
Lebih dari 3 Dekade,...
Lebih dari 3 Dekade, Lintasarta Andal Beri Solusi ICT bagi Pemerintah Daerah
Berita Terkini
Saiful Mujani Penuhi...
Saiful Mujani Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya terkait Kasus Dugaan Penghasutan
1 jam yang lalu
2 WNA Ditemukan Tewas...
2 WNA Ditemukan Tewas di Apartemen Jakbar
3 jam yang lalu
Sinergi Pemprov DKI...
Sinergi Pemprov DKI dan BI, Inflasi Jakarta Melandai pada Mei
4 jam yang lalu
4 Kombes Digeser ke...
4 Kombes Digeser ke Polda Pulau Jawa pada Mutasi Polri Mei 2026
6 jam yang lalu
Bayar PBB-P2 hingga...
Bayar PBB-P2 hingga 31 Juli, Warga Jakarta Otomatis Dapat Potongan 7,5%
6 jam yang lalu
Gerakan Kurbanlah Salurkan...
Gerakan Kurbanlah Salurkan Hewan Kurban untuk 3.000 Keluarga di Aceh
7 jam yang lalu
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved