Diperiksa Kasus Penghadangan, Djarot Dicecar 18 Pertanyaan

Senin, 05 Desember 2016 - 20:41 WIB
Diperiksa Kasus Penghadangan,...
Diperiksa Kasus Penghadangan, Djarot Dicecar 18 Pertanyaan
A A A
JAKARTA - Cawagub DKI Djarot Saiful Hidayat selesai diperiksa polisi terkait dugaan kasus penghadangan kampanye yang terjadi di Petamburan, Jakpus dengan terlapor Rudi. Dalam pemeriksaan itu, Djarot mengaku dicecar dengan 18 pertanyaan oleh penyelidik.

"Ada 18 pertanyaan dan sudah kami berikan data. Saya diperiksa sebagai saksi," ujar Djarot pada wartawan di Polda Metro Jaya, Senin (5/12/2016).

Menurutnya, selain R, masih ada sejumlah orang yang diduga terlibat dalam aksi penghadangan pada kampanyenya itu di Petamburan, Jakpus. Namun, semua data seperti video dan foto soal penghadangan itu sudah diberikan ke penyidik sebagai bukti. (Baca: Kampanye di Kembangan Selatan, Djarot Diusir Warga)

Djarot menerangkan, dia berharap, adanya laporan kasus ini membuat masyarakat yang tak suka padanya untuk berlaku dewasa dan memahami politik dengan baik. Sebab, tindakan seperti itu tidak diperbolehkan dan masuk pada pelanggaran hukum. (Baca juga: Diusir Warga Rawa Belong, Ahok Kabur Naik Mikrolet)

"Kenapa harus diproses tuntas sampai dua kali (kasus penghadangannya) karena kita harap dikemudian hari tak ada lagi. Dan saya tidak mau nanti kalau pas pemilihan tanggal 15 Februari 2017, ada upaya penghadangan pada pendukung paslon tertentu untuk masuk ke TPS," tuturnya.

Maka itu, beber Djarot, Bawaslu, Polisi, dan Kejaksaan harus bisa bertindak cepat, tegas, dan akurat dalam menangani kasus penghadangan itu sehingga masyarakat terdidik dan memahami akan pentingnya berdemokrasi.

Adapun soal saksi, ungkapnya, 12 saksi yang dijadwalkan diperiksa pada Senin (5/12/2016) ini telah hadir semuanya. Adapun soal massa yang menghadangnya itu, dia meyakini bukan berasal dari warga Petamburan. Dia pun sejatinya meminta pada polisi untuk menyelidiki jika memang ada aktor dibalik penghadangan kampanyenya tersebut yang kerap terjadi.

"Umumnya bukan warga, tapi kalau R ini infonya memang warga situ. Namun, meski warga situ boleh tidak menghadang? Padahal warga lain welcome," paparnya.

Djarot mengungkapkan, meski warga asli, seharusnya tidak menghadang kampanyenya. Apalagi, Ketua RW setempat yang mengundang kedatangannya itu dan memintanya untuk melihat kondisi rusun di Petamburan.
(ysw)
Berita Terkait
PDIP Godok Kader Internal...
PDIP Godok Kader Internal di Pilgub DKI: Ada Ahok, Djarot, Risma, dan Andika Perkasa
Penasaran, Ini Mahakarya...
Penasaran, Ini Mahakarya Gubernur DKI dari Sutiyoso hingga Anies
Saefullah, Sekda DKI...
Saefullah, Sekda DKI 4 Gubernur dari Jokowi, Ahok, Djarot hingga Anies
4 Gubernur Jakarta yang...
4 Gubernur Jakarta yang Dulunya Wagub dari Henk Ngantung hingga Djarot Saiful Hidayat
Respons Ganjar soal...
Respons Ganjar soal Wacana Duet Anies-Ahok di Pilkada DKI Jakarta
Menakar Peluang Duet...
Menakar Peluang Duet Anies-Ahok di Pilkada DKI Jakarta
Berita Terkini
Pramono Tegaskan 2.843...
Pramono Tegaskan 2.843 Lowongan Padat Karya Program Jangka Pendek
37 menit yang lalu
Prabowo Tinjau SRMP...
Prabowo Tinjau SRMP 17 Tabanan, Disambut Yel-yel hingga Tari Kecak dari Siswa
1 jam yang lalu
Pramono Yakin CFD Rasuna...
Pramono Yakin CFD Rasuna Said Jadi Ikon Baru Jakarta, Dilirik Wisatawan Mancanegara
2 jam yang lalu
Gempa 5,3 Magnitudo...
Gempa 5,3 Magnitudo Guncang Maluku Barat Daya
2 jam yang lalu
Dokter Gigi Asal Vietnam...
Dokter Gigi Asal Vietnam Buka Praktik di Ciputat Pakai Izin Tinggal Kunjungan, Endingnya Dideportasi
3 jam yang lalu
Pramono Akan Resmikan...
Pramono Akan Resmikan CFD Rasuna Said saat HUT Jakarta, Mayoritas Warga Minta Dilanjutkan
4 jam yang lalu
Infografis
Deretan Nama Perwira...
Deretan Nama Perwira Polisi yang Terseret Kasus Narkoba
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved