Legislatif Didesak Segera Sahkan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual

Jum'at, 18 November 2016 - 05:26 WIB
Legislatif Didesak Segera...
Legislatif Didesak Segera Sahkan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual
A A A
KEFAMENANU - Sebuah yayasan yang memiliki kepedulian terhadap perempuan dan anak, Yayasan Amnaut Bife Kuan atau Yabiku NTT terus menggandeng berbagai elemen di Kabupaten Timor Tengah Utara, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Mereka berupaya untuk memperkuat dukungan guna mendesak legislatif segera melakukan pengesahan Undang-undang Penghapusan Kekerasan Seksual.

Penggalangan dukungan melalui sosialisasi yang berlangsung di aula pertemuan Bupati TTU lantai dua, Kamis (17/11), dilakukan menyusul terdapatnya data Komnas Perempuan Indonesia pada tahun 2013-2015 yang mencatat kasus kekerasan seksual berjumlah rata-rata 298.224 tiap tahunnya.

Salah satu anggota DPRD TTU, Filiana Tahu yang membawakan materi dalam sosialisasi itu menyatakan, data tersebut setiap tahun terus meningkat hingga menjadi keresahan tersendiri bagi kaum perempuan dan anak terhadap para pelaku yang berkaitan dengan kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak.

"Sosialisasi ini mengatakan kepada orang TTU bahwa saat ini di tingkat nasional kasus kekerasan seksual sedang menjadi perhatian serius, karena draft undang-undangnya itu sudah masuk sebagai program legislasi nasional dan tercatat sebagai program prioritas untuk dibahas di DPR-RI," ujarnya.

Dia berharap, dengan adanya penggalangan dukungan dari berbagai daerah di tanah air bisa mendorong proses pengesahan draft undang-undang tersebut bisa segera terealisasi.

Hal tersebut diharapkan bisa meminimalisir kegelisahan masyarakat TTU khususnya, dan Indonesia pada umumnya yang selama ini bergelut dengan kegelisahannya terhadap penyelesaian kasus-kasus kekerasan seksual yang dinilai tidak adil.
(nug)
Berita Terkait
KPPB Ajak Masyarakat...
KPPB Ajak Masyarakat Tolak Aksi Kekerasan Terhadap Perempuan
Survei Kemen PPPA: Jumlah...
Survei Kemen PPPA: Jumlah Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak Menurun
Ketua RPA Perindo: Jangan...
Ketua RPA Perindo: Jangan Sungkan Lapor, Pendampingan Kami Gratis!
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Serius Tangani Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak
Kampanye 16 Hari Anti...
Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak
Pemkot Depok Minta Warga...
Pemkot Depok Minta Warga Tak Takut Laporkan Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak via Hotline
Berita Terkini
SDN di NTT Dibongkar...
SDN di NTT Dibongkar untuk KDMP, Andreas PDIP: Jangan Korbankan Program Lainnya
14 menit yang lalu
Program Perempuan Berdaya...
Program Perempuan Berdaya Sandiaga Uno, Peserta Raup Pesanan Jutaan Rupiah
1 jam yang lalu
129 Sampul Paspor Bekas...
129 Sampul Paspor Bekas Jemaah Haji Ditemukan Tercecer di Serpong, Imigrasi: Dokumen Lama
1 jam yang lalu
Operasi SAR Ledakan...
Operasi SAR Ledakan Bom Peninggalan Perang Dunia II di Biak Ditutup
2 jam yang lalu
BRI Kokohkan Dominasi,...
BRI Kokohkan Dominasi, Raih Penghargaan Best Private Bank Skala Internasional
2 jam yang lalu
Peneliti MPSI: PSN Wanam...
Peneliti MPSI: PSN Wanam Jadi Penggerak Kemajuan Papua Selatan dan Ketahanan Pangan
2 jam yang lalu
Infografis
7 Fakta Pulau Pedofil...
7 Fakta Pulau Pedofil Jeffrey Epstein: Kuil Misterius hingga Dugaan Kejahatan Seksual
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved