Dua Bulan Diperbaiki, Jalan di Jakarta Kembali Rusak
Kamis, 17 November 2016 - 06:31 WIB
Dua Bulan Diperbaiki, Jalan di Jakarta Kembali Rusak
A
A
A
JAKARTA - Baru dua bulan diperbaiki, beberapa jalan di Jakarta kembali rusak. Kuat dugaan kerusakan jalan disebabkan material aspal yang tak sesuai. Sebab, kerusakan terjadi sebelum musim hujan.
Pantauan KORAN SINDO, kerusakan jalan ini terjadi di sepanjang Jalan Palmerah Barat, depan Pasar Pisang, puskesmas, dan kantor Bank BNI. Di beberapa titik itu, kerusakan cukup parah, seperti aspal tak lagi padat dan menjadi batu-batu kerikil.
Bila hujan datang, jalanan itupun mulai tergenang. Lubang jalan tak terlihat karena tertutup air. Karena lubang yang ada terlalu dalam beberapa kendaraan pun akhirnya terperosok dan membahayakan pengendara.
"Kebanyakan terjadi saat hujan mas," ucap Eko (25), salah seorang pedagang di kawasan Jalan Palmerah I, Rabu 16 November 2016.
Adanya lubang di pinggir jalan di kawasan itu seringkali menyebabkan kemacetan. Sejumlah kendaraan roda empat mulai berjalan pelan menghindari lubang. Kondisi ini diperparah dengan mikrolet yang berhenti secara sembarang.
Selain di kawasan Jalan Palmerah, jalan baru rusak juga terjadi di kawasan Jalan Raya Rawa Belong dan Jalan Arteri Panjang menuju Pos Pengumben dari kawasan lampu merah Jalan Kebon Jeruk Raya.
Sementara itu, hujan deras yang melanda kawasan Jakarta Barat dalam beberapa hari terakhir mengakibatkan beberapa jalan menjadi berlubang. Pantauan KORAN SINDO jalan berlubang di temui di beberapa titik di antara sepanjang jalan Arteri Panjang, tak jauh dari putar balik Rawa Belong, lampu merah Kedoya, dan Green Garden.
Kerusakan jalan juga terpantau di kawasan Jalan Meruya Ilir, Kembangan, dekat pertigaan menuju meruya dan jalan Kembang Kerep. Tak jauh dari lokasi jalan berlubang juga jalan Puri Kembangan, sebrang pos polisi Puri Polsek Kembangan.
Sementara kerusukan paling parah, jalan yang di beton terlihat di sepanjang jalan JORR II, Kecamatan Kembangan-Cengkareng. Di ruas jalan sekitar 10 kilometer itu, kerusakan jalan terlihat di beberapa titik diantaranya, sebelum naik flyover Rawa Buaya, SMA Al Huda, depan pos kebakaran Cengkareng, depan arah masuk Taman Palm, dan akses masuk menuju pemukiman di Rawa Buaya.
Sedangkan di kawasan Kapuk dan Tambora-Grogol Petamburan, kerusakan jalan terlihat di kawasan Jalan Tubagus Angke dekat putar balik arah dari arah Tambora, pasar pagi, dan jembatan genit.
Kerusakan yang terjadi di kawasan bersifat variatif. Ada yang memiliki luas sekitar puluhan sentimeter namun dengan kedalaman sekitar 20 sentimeter. Ada pula yang luasnya mencapai satu meter.
"Ini kan macet gara-gara kendaraan pada pelan mas," ucap Wirno, (38), salah seorang pedagang taman hias di kawasan dekat Taman Palm, Cengkareng, Jakarta Barat.
Lubang jalan yang terjadi di jalan JORR II itu membuat kemacetan hampir sekitar 3 kilometer setiap harinya, kendaraan melaju secara pelan menghindari lubang, menyebabkan antrian dari fly over Cengkareng hingg akses menuju Taman Palm.
Kondisi serupa juga terjadi di kawasan jalan Tubagus Angke, Grogol Petamburan, Jakarta Barat. Lubang jalanan di kawasan itu membuat antrian panjang. Beberapa kendaraan terpaksa melaju pelan menghindari lubang. Antrian sepanjang 5 kilometer dari arah fly over pesing hingga RPTRA Kalijodo tak terhindarkan.
"Setiap hari bisa sampai berjam jam mas kalo macet disini," ucap Riki (38), salah pengguna kendaraan yang biasa lewat.
Dikonfirmasi terpisah, Kabid Pemeliharaan Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta, Sukowibowo menegaskan, kerusakan jalan yang terjadi disebabkan hujan. Karena itu ia tak menampik beberapa jalan terlihat rusak dan berlubang. "Kami sudah mendata beberapa diantara memang yang rusak parah," ujar Sukawibowo.
Meski demikian, Sukowibowo menyampaikan, karena saat ini belum tutup anggaran, makanya Dinas dan Sudin dibawahnya akan mendesak vendor yang melakukan perbaikan ulang di beberapa titik jalan yang sebelumnya telah perbaiki, salah satunya di kawasan Palmerah dan Rawa Buaya. "Besok rencananya kita rapatin masalah ini," katanya.
Pantauan KORAN SINDO, kerusakan jalan ini terjadi di sepanjang Jalan Palmerah Barat, depan Pasar Pisang, puskesmas, dan kantor Bank BNI. Di beberapa titik itu, kerusakan cukup parah, seperti aspal tak lagi padat dan menjadi batu-batu kerikil.
Bila hujan datang, jalanan itupun mulai tergenang. Lubang jalan tak terlihat karena tertutup air. Karena lubang yang ada terlalu dalam beberapa kendaraan pun akhirnya terperosok dan membahayakan pengendara.
"Kebanyakan terjadi saat hujan mas," ucap Eko (25), salah seorang pedagang di kawasan Jalan Palmerah I, Rabu 16 November 2016.
Adanya lubang di pinggir jalan di kawasan itu seringkali menyebabkan kemacetan. Sejumlah kendaraan roda empat mulai berjalan pelan menghindari lubang. Kondisi ini diperparah dengan mikrolet yang berhenti secara sembarang.
Selain di kawasan Jalan Palmerah, jalan baru rusak juga terjadi di kawasan Jalan Raya Rawa Belong dan Jalan Arteri Panjang menuju Pos Pengumben dari kawasan lampu merah Jalan Kebon Jeruk Raya.
Sementara itu, hujan deras yang melanda kawasan Jakarta Barat dalam beberapa hari terakhir mengakibatkan beberapa jalan menjadi berlubang. Pantauan KORAN SINDO jalan berlubang di temui di beberapa titik di antara sepanjang jalan Arteri Panjang, tak jauh dari putar balik Rawa Belong, lampu merah Kedoya, dan Green Garden.
Kerusakan jalan juga terpantau di kawasan Jalan Meruya Ilir, Kembangan, dekat pertigaan menuju meruya dan jalan Kembang Kerep. Tak jauh dari lokasi jalan berlubang juga jalan Puri Kembangan, sebrang pos polisi Puri Polsek Kembangan.
Sementara kerusukan paling parah, jalan yang di beton terlihat di sepanjang jalan JORR II, Kecamatan Kembangan-Cengkareng. Di ruas jalan sekitar 10 kilometer itu, kerusakan jalan terlihat di beberapa titik diantaranya, sebelum naik flyover Rawa Buaya, SMA Al Huda, depan pos kebakaran Cengkareng, depan arah masuk Taman Palm, dan akses masuk menuju pemukiman di Rawa Buaya.
Sedangkan di kawasan Kapuk dan Tambora-Grogol Petamburan, kerusakan jalan terlihat di kawasan Jalan Tubagus Angke dekat putar balik arah dari arah Tambora, pasar pagi, dan jembatan genit.
Kerusakan yang terjadi di kawasan bersifat variatif. Ada yang memiliki luas sekitar puluhan sentimeter namun dengan kedalaman sekitar 20 sentimeter. Ada pula yang luasnya mencapai satu meter.
"Ini kan macet gara-gara kendaraan pada pelan mas," ucap Wirno, (38), salah seorang pedagang taman hias di kawasan dekat Taman Palm, Cengkareng, Jakarta Barat.
Lubang jalan yang terjadi di jalan JORR II itu membuat kemacetan hampir sekitar 3 kilometer setiap harinya, kendaraan melaju secara pelan menghindari lubang, menyebabkan antrian dari fly over Cengkareng hingg akses menuju Taman Palm.
Kondisi serupa juga terjadi di kawasan jalan Tubagus Angke, Grogol Petamburan, Jakarta Barat. Lubang jalanan di kawasan itu membuat antrian panjang. Beberapa kendaraan terpaksa melaju pelan menghindari lubang. Antrian sepanjang 5 kilometer dari arah fly over pesing hingga RPTRA Kalijodo tak terhindarkan.
"Setiap hari bisa sampai berjam jam mas kalo macet disini," ucap Riki (38), salah pengguna kendaraan yang biasa lewat.
Dikonfirmasi terpisah, Kabid Pemeliharaan Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta, Sukowibowo menegaskan, kerusakan jalan yang terjadi disebabkan hujan. Karena itu ia tak menampik beberapa jalan terlihat rusak dan berlubang. "Kami sudah mendata beberapa diantara memang yang rusak parah," ujar Sukawibowo.
Meski demikian, Sukowibowo menyampaikan, karena saat ini belum tutup anggaran, makanya Dinas dan Sudin dibawahnya akan mendesak vendor yang melakukan perbaikan ulang di beberapa titik jalan yang sebelumnya telah perbaiki, salah satunya di kawasan Palmerah dan Rawa Buaya. "Besok rencananya kita rapatin masalah ini," katanya.
(mhd)