Anies-Sandi Janji Seluruh Pemuka Agama Nikmati KJS Plus
Selasa, 15 November 2016 - 19:27 WIB
Anies-Sandi Janji Seluruh Pemuka Agama Nikmati KJS Plus
A
A
A
JAKARTA - Cagub dan Cawagub DKI Jakarta Anies Baswedan dan Sandiaga Uno menilai akses dan biaya pengobatan tergolong mahal bagi kalangan menengah dan menengah ke bawah di Jakarta.
Hal itu membuat Pemprov DKI Jakarta mengeluarkan program Kartu Jakarta Sehat (KJS) guna meringankan biaya pengobatan mereka.
Selain warga miskin, sasaran penerima KJS yang lain adalah para guru mengaji. Namun tunjangan dan bantuan sosial bagi guru mengaji itu, dirasa Cagub dan Cawagub DKI Jakarta Anies Baswedan dan Sandiaga Uno kurang menyeluruh.
“Seharusnya cakupan tunjangan juga berlaku bagi semua pemuka(tokoh) agama,” ucap Anies dalam keterangan persnya, Selasa (15/11/2016).
Untuk itu, lanjut Anies, KJS yang ada sekarang akan diperluas cakupannya ke pengajar sekolah minggu, penjaga rumah ibadah, khatib, penceramah, dan pemuka agama lainnya.
Mantan Mendikbud itu juga akan memperbaiki mekanisme pengajuan KJS, karena selama ini para pemuka agama harus mengajukan proposal terlebih dahulu. Belum lagi jumlah bantuan sosial yang bervariasi dan tidak pasti.
”Kita akan jemput bola dengan melakukan pendataan melalui yayasan dan organisasi keagamaan agar tercapai ketepatan sasaran penerima tunjangan,” tambahnya.
Terpisah, Sandiaga menambahkan program yang nantinya diberi nama KJS Plus itu tetap menggandeng UP Jamkesda Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta sebagai operatornya. Sehingga para pemuka agama itu mendapatkan pelayanan terbaik di puskesmas atau rumah sakit milik pemerintah.
”Jaminan pemeliharaan kesehatan berupa KJS Plus ini nantinya juga merupakan bentuk tanggung jawab Pemprov dalam memenuhi kebutuhan dasar(kesehatan) warganya,” kata Sandi.
Sandi berharap dengan terjaminnya kesehatan para pemuka agama, juga akan membantu proses transfer nilai dan moral ke para pengikutnya.
"Sebab, bagaimanapun mereka telah berjasa mengenalkan manusia dengan tuhan serta mengamalakan setiap perintah-Nya. Salam Bersama," tutupnya.
Hal itu membuat Pemprov DKI Jakarta mengeluarkan program Kartu Jakarta Sehat (KJS) guna meringankan biaya pengobatan mereka.
Selain warga miskin, sasaran penerima KJS yang lain adalah para guru mengaji. Namun tunjangan dan bantuan sosial bagi guru mengaji itu, dirasa Cagub dan Cawagub DKI Jakarta Anies Baswedan dan Sandiaga Uno kurang menyeluruh.
“Seharusnya cakupan tunjangan juga berlaku bagi semua pemuka(tokoh) agama,” ucap Anies dalam keterangan persnya, Selasa (15/11/2016).
Untuk itu, lanjut Anies, KJS yang ada sekarang akan diperluas cakupannya ke pengajar sekolah minggu, penjaga rumah ibadah, khatib, penceramah, dan pemuka agama lainnya.
Mantan Mendikbud itu juga akan memperbaiki mekanisme pengajuan KJS, karena selama ini para pemuka agama harus mengajukan proposal terlebih dahulu. Belum lagi jumlah bantuan sosial yang bervariasi dan tidak pasti.
”Kita akan jemput bola dengan melakukan pendataan melalui yayasan dan organisasi keagamaan agar tercapai ketepatan sasaran penerima tunjangan,” tambahnya.
Terpisah, Sandiaga menambahkan program yang nantinya diberi nama KJS Plus itu tetap menggandeng UP Jamkesda Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta sebagai operatornya. Sehingga para pemuka agama itu mendapatkan pelayanan terbaik di puskesmas atau rumah sakit milik pemerintah.
”Jaminan pemeliharaan kesehatan berupa KJS Plus ini nantinya juga merupakan bentuk tanggung jawab Pemprov dalam memenuhi kebutuhan dasar(kesehatan) warganya,” kata Sandi.
Sandi berharap dengan terjaminnya kesehatan para pemuka agama, juga akan membantu proses transfer nilai dan moral ke para pengikutnya.
"Sebab, bagaimanapun mereka telah berjasa mengenalkan manusia dengan tuhan serta mengamalakan setiap perintah-Nya. Salam Bersama," tutupnya.
(ysw)