Bahas Anggaran, Dana Hibah ke Bekasi Terancam Dikurangi

Selasa, 15 November 2016 - 00:08 WIB
Bahas Anggaran, Dana...
Bahas Anggaran, Dana Hibah ke Bekasi Terancam Dikurangi
A A A
JAKARTA - Pembahasan Kebijakan Umum Anggaran-Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) DKI Jakarta 2017 terus dikebut oleh Badan Angaran (Banggar) bersama Tim anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). Banyak alokasi anggaran dana hibah yang dinilai Banggar berlebihan dan tidak sesuai kegiatannya.

Wakil ketua Banggar DPRD DKI, Muhammad Taufik mengatakan, proses KUA-PPAS DKI Jakarta saat ini sedang dalam tahap persetujuan di dalam rapat bersama TAPD.

Menurutnya, masih banyak anggaran yang berlebihan dan tidak sesuai dengan tupoksinya. Misalnya saja dalam anggaran hibah TNI yang berjumlah sekitar Rp49 Miliar dengan keterangan untuk pengerukan/pemeliharaan empat sungai.

Menurutnya, pengerukan dan pemeliharaan sungai sudah ada tupoksinya, yakni Dinas Tata air. Banggar pun meminta agar TAPD mengoreksi kembali kegiatan tersebut.

"Untuk Bekasi dana hibahnya Rp318 Miliar, apa tidak bisa disamakan dengan daerah lainnya yang berkisar Rp5 Miliar? Atau dikembalikan seperti tahun lalu Rp98 miliar," kata Taufik dalam ruang rapat Banggar DPRD DKI Jakarta, Senin 14 November 2016.

Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta, Saefullah menjawab, dana hibah ke bekasi memang lebih besar ketimbang yang lainnya. Sebab, bekasi menjadi tempat mobilitas pembuangan sampah 70.000 ton perhari di Bantar Gerbang. Sehingga, akses lalu lintas menuju Bantar gebang harus dirapihkan.

Saefullah menuturkan, ada beberapa rute truk sampah dari Jakarta ke Bantar Gebang. Rute Cibubur, dinilai terlalu jauh dan pernah ditutup masyarakat.

Kemudian dicari rute lain melalui Jatiwaringin Raya. Namun kondisinya sempit, dan ketika arus lalu lintas padat, bau sampah dalam truk menyebar. Untuk itu perlu dilebarkan dan juga ada yang harus dibangun fly over serta perkuat pembangunan jembatan.

"Pendapatan DKI juga disumbang oleh warga Bekasi. Pemkot Bekasi pun sudah melampirkan kajian-kajiannya. Jadi saya pikir dana tersebut cukup karena melalui kajian dan rencana anggaran biaya (RAB)," ungkapnya.

Anggota Banggar fraksi Nasdem, Bestari barus berkomentar bila hibah ke bekasi sebesar Rp318 Miliar itu sudah mencakup comunity development. Artinya, tidak mungkin bisa dikurangi dari Rp100 miliar. Dia pun meminta agar lebih baik pimpinan Banggar memberikan dana hibah ke Bekasi hanya sekitar Rp100 Miliar.

"Rencana pembangunan lima ITF di Jakarta kan ditargetkan 2017. Begitu juga dengan pembelian truk. Nah dengan begitu, mobiltas ke Bekasi berkurang. Jadi enggak perlu tuh bangun tiga fly over atau jembatan," ujarnya.

Wakil Ketua Banggar lainya, Triwisaksana yang memimpin jalannya rapat Bangar pun meminta TAPD mengurangi dana hibah menjadi Rp 100 miliar. Atau dikurangi sekitar Rp 100 miliar. Menurutnya, pembangunan tiga fly over dan jembatan terlalu berlebihan. Sebab, masih banyak yang perlu diprioritaskan.

"Kalau tidak bisa dijelaskan, saya minta untuk ditunda," ujar pria yang diakrab sapa Sani diiringi denan persetujuan TAPD terkait penundaan pembahasan dana hibah ke Bekasi hingga hari Selasa (15/11/2016).
(ysw)
Berita Terkait
APBD Kota Bekasi 2023...
APBD Kota Bekasi 2023 Rp5,9 Triliun, Tri Adhianto: Kita Fokus 3 Hal
Sah, APBD Kota Bekasi...
Sah, APBD Kota Bekasi 2023 Sebesar Rp5,9 Triliun
Dana Belanja Tak Terduga...
Dana Belanja Tak Terduga Covid-19 di Kota Bekasi Capai Rp140 Miliar
Pandemi Covid-19, Kota...
Pandemi Covid-19, Kota Bekasi Turunkan Target Pendapatan Rp1 Triliun
Serapan APBD Bekasi...
Serapan APBD Bekasi Masih Minim, Tri Berikan Semangat ke SKPD
Serapan APBD Masih Rendah,...
Serapan APBD Masih Rendah, Pemkot Makassar Target Bisa Capai 90%
Berita Terkini
12 Wilayah Indonesia...
12 Wilayah Indonesia Siaga Tsunami Pascagempa M7,7 yang Berpusat di Filipina
1 jam yang lalu
Peringatan Dini Tsunami...
Peringatan Dini Tsunami di Sulut, Gorontalo, Sulteng, Malut, Kaltim Pasca Gempa M7,7
1 jam yang lalu
Imigrasi Semarang Bongkar...
Imigrasi Semarang Bongkar Praktik Love Scamming, Tangkap 4 WNA China
12 jam yang lalu
Keluhkan Bongkar Muat...
Keluhkan Bongkar Muat Batu Bara di Laut, Nelayan Pulau Ampel: Jadi Susah Tangkap Ikan
12 jam yang lalu
Makin Fleksibel! Keliling...
Makin Fleksibel! Keliling Dunia Nggak Masalah, Daftar BRImo Kini Bisa dari 15 Negara
12 jam yang lalu
Bhakti TNI, Satgas Yonif...
Bhakti TNI, Satgas Yonif 631/Antang Bangun MCK di Dagai Puncak Jaya
12 jam yang lalu
Infografis
Daftar Lengkap Pelatih...
Daftar Lengkap Pelatih Timnas Indonesia dari Masa ke Masa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved