Cek Sumber Banjir, Ridwan Kamil Perintahkan 1.500 Orang Hujan-hujanan
Senin, 14 November 2016 - 20:10 WIB
Cek Sumber Banjir, Ridwan Kamil Perintahkan 1.500 Orang Hujan-hujanan
A
A
A
BANDUNG - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil gusar dengan banjir yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir di Kota Bandung. Selain melakukan perbaikan gorong-gorong, sumur resapan, hingga membuat danau retensi, ada langkah lain yang akan dilakukan.
Dalam waktu dekat, sebanyak 1.500 orang yang selama ini disebut pasukan gorong-gorong akan diperintahkan untuk hujan-hujanan. Mereka akan mengecek secara langsung sumber atau penyebab banjir.
"Dalam waktu jangka pendek, 1.500 pasukan ini akan saya kirim untuk hujan-hujanan, untuk mengecek banjir cileuncang," kata Emil, sapaan akrabnya, di Pendopo Kota Bandung, Senin (14/11/2016).
Selama ini, petugas gorong-gorong selalu bertugas saat tidak turun hujan. Mereka selalu membersihkan gorong-gorong dari sampah dan melakukan perbaikan. "Mulai sekarang kerjanya itu pas hujan, hujan-hujanan, jangan pas kering. Supaya tahu yang ngocor (saluran air yang meluber) ke jalan di mana titiknya, dibersihkan, bukan pakai kira-kira," jelasnya.
Banjir di Kota Bandung dalam beberapa pekan terakhir memang cukup meluas ke sejumlah titik. Karakteristik banjir terbilang cepat surut dalam beberapa jam atau oleh warga Bandung sering disebut banjir cileuncang.
Emil melakukan pengecekan ke titik banjir pada Minggu (13/11/2016) yaitu di kawasan Jalan Setiabudi. Di sana ia menemukan ada saluran air yang terhambat alirannya karena ada jalan yang dibeton oleh perusahaan dealer. Ada juga hal serupa yang terjadi di rumah pribadi.
Ia berharap segala langkah yang dilakukan bisa berdampak positif. Banjir diharapkan tidak terjadi lagi. "Makanya saya akan membelanjakan sebanyak-banyaknya yang bisa dibelanjakan sampai Bulan Desember. Supaya pas puncaknya (musim hujan) bulan Januari 2017, minimal bisa terprediksi," pungkas Emil.
Dalam waktu dekat, sebanyak 1.500 orang yang selama ini disebut pasukan gorong-gorong akan diperintahkan untuk hujan-hujanan. Mereka akan mengecek secara langsung sumber atau penyebab banjir.
"Dalam waktu jangka pendek, 1.500 pasukan ini akan saya kirim untuk hujan-hujanan, untuk mengecek banjir cileuncang," kata Emil, sapaan akrabnya, di Pendopo Kota Bandung, Senin (14/11/2016).
Selama ini, petugas gorong-gorong selalu bertugas saat tidak turun hujan. Mereka selalu membersihkan gorong-gorong dari sampah dan melakukan perbaikan. "Mulai sekarang kerjanya itu pas hujan, hujan-hujanan, jangan pas kering. Supaya tahu yang ngocor (saluran air yang meluber) ke jalan di mana titiknya, dibersihkan, bukan pakai kira-kira," jelasnya.
Banjir di Kota Bandung dalam beberapa pekan terakhir memang cukup meluas ke sejumlah titik. Karakteristik banjir terbilang cepat surut dalam beberapa jam atau oleh warga Bandung sering disebut banjir cileuncang.
Emil melakukan pengecekan ke titik banjir pada Minggu (13/11/2016) yaitu di kawasan Jalan Setiabudi. Di sana ia menemukan ada saluran air yang terhambat alirannya karena ada jalan yang dibeton oleh perusahaan dealer. Ada juga hal serupa yang terjadi di rumah pribadi.
Ia berharap segala langkah yang dilakukan bisa berdampak positif. Banjir diharapkan tidak terjadi lagi. "Makanya saya akan membelanjakan sebanyak-banyaknya yang bisa dibelanjakan sampai Bulan Desember. Supaya pas puncaknya (musim hujan) bulan Januari 2017, minimal bisa terprediksi," pungkas Emil.
(zik)