Polda Sebut Ada 2 Kemungkinan Penyebab Ledakan PHD Bekasi

Selasa, 25 Oktober 2016 - 06:28 WIB
Polda Sebut Ada 2 Kemungkinan...
Polda Sebut Ada 2 Kemungkinan Penyebab Ledakan PHD Bekasi
A A A
JAKARTA - Polda Metro Jaya menyebut ada dua kemungkinan penyebab ledakan di restoran Pizza Hut Delivery (PHD) di Jalan Raya Hankam RT 04/05, Pondok Melati, Kota Bekasi, akhir pekan lalu. Hingga kini kepolisian masih melakukan penyidikan guna mengetahui penyebab pasti ledakan tersebut.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Awi Setiyono mengatakan, ada dua kemungkinan pemicu ledakan di PHD. Pertama, ruang dapur tidak mampu menahan tekanan gas yang tabungnya terbuka.

Diprediksi tekanan gas saat itu sangat kuat di dapur, karena gas yang keluar dari tabung seberat 50 kilogram. Selain itu, durasi keluarnya gas dari tabung itu juga cukup lama berkisar lima jam lebih.

Bahkan, jadwal gerai itu ditutup pada pukul 02.00 WIB, sementara ledakan itu terjadi pada pukul 07.20 WIB. "Pemicu kedua, karena adanya saklar lampu di ruang dapur," kata Awi kepada wartawan pada Senin, 24 Oktober 2016 kemarin.

Awi menuturkan, sebagai lokasi pertemuan antara arus listrik dengan instalasi di gedung, keberadaan saklar lampu sangat menunjang untuk memicu ledakan. ”Saklar lampur juga bisa jadi pemicu ledakan, karena kan ada arus listrik,” ungkapnya.

Kendati demikian, penyidik masih mengidentifikasi lokasi guna memastikan pemicu ledakan tersebut. Terpisah, Kapolsek Pondok Gede Kompol Sukadi menduga sebelum ledakan itu terjadi, karyawan PHD lupa menutup keran tabung gas, sehingga menimbulkan ledakan.

Sebab usai kejadian, penyidik mendapati keadaan keran tabung gas dalam posisi aktif. Sehingga, tabung itu saat ditinggalkan dalam keadaan terbuka.

Sukadi membantah karyawan PHD sengaja membiarkan keran tabung gas dalam keadaan terbuka. Sebab bila mengacu pada standar operasional prosedur (SOP) rumah makan tersebut, karyawan harus mematikan api dan memadamkan lampu.

”Kalau disengaja mungkin tidak, karena mengacu pada SOP itu harus dimatikan,” katanya. Menurut dia, saat kejadian terdapat empat tabung gas elipiji dengan masing-masing berat 50 kilogram, dua di antaranya telah kosong, sedangkan dua lagi masih terisi.

Sehingga, kata dia, satu dari dua tabung yang terisi itu dalam kondisi terbuka, sedangkan satu tabung lagi belum digunakan. Hingga saat ini, empat tabung gas 50 kilogram telah dievakuasi petugas Puslabfor Mabes Polri dan teknisi PHD dari puing bangunan PHD.

Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Umar Surya Fana mengungkapkan, sebanyak 10 saksi telah diperiksa terkait ledakan di restoran PHD. ”Kita masih dalam penyelidikan, dan meminta keterangan saksi,” katanya.

Menurut dia, penyidik belum bisa menetapkan tersangka dalam kasus tersebut. Sebab, penetapan tersangka dianggap terlalu prematur karena polisi baru saja mengungkap keran tabung gas dalam keadaan terbuka.

Manager Operasional PHD Kamaludin mengaku enggan berspekulasi dengan penyebab ledakan itu. Dia menyerahkan semua kepada pihak kepolisian dan masih menunggu hasilnya.”Kasus ini dalam penyelidikan kepolisian, kita serahkan kepada mereka,” katanya singkat.
(whb)
Berita Terkait
Ledakan Beirut, Jumlah...
Ledakan Beirut, Jumlah Korban Tewas Terus Bertambah
Ledakan Terjadi di Pusat...
Ledakan Terjadi di Pusat Kota Cologne Jerman
Tunjukkan Solidaritas,...
Tunjukkan Solidaritas, Burj Khalifa Nyalakan Lampu Bendera Lebanon
Ratusan Orang Hilang...
Ratusan Orang Hilang Usai Ledakan Beirut, Pencarian Online Digencarkan
Beirut Bangkit dari...
Beirut Bangkit dari Ledakan, Korban Tewas Bertambah Jadi 135 Orang
Ledakan Terasa hingga...
Ledakan Terasa hingga 160 Km, 300.000 Orang Kehilangan Rumah
Berita Terkini
Prabowo Tinjau SRMP...
Prabowo Tinjau SRMP 17 Tabanan, Disambut Yel-yel hingga Tari Kecak dari Siswa
25 menit yang lalu
Pramono Yakin CFD Rasuna...
Pramono Yakin CFD Rasuna Said Jadi Ikon Baru Jakarta, Dilirik Wisatawan Mancanegara
1 jam yang lalu
Gempa 5,3 Magnitudo...
Gempa 5,3 Magnitudo Guncang Maluku Barat Daya
1 jam yang lalu
Dokter Gigi Asal Vietnam...
Dokter Gigi Asal Vietnam Buka Praktik di Ciputat Pakai Izin Tinggal Kunjungan, Endingnya Dideportasi
2 jam yang lalu
Pramono Akan Resmikan...
Pramono Akan Resmikan CFD Rasuna Said saat HUT Jakarta, Mayoritas Warga Minta Dilanjutkan
2 jam yang lalu
Nunggak Bayar Sewa Indekos,...
Nunggak Bayar Sewa Indekos, Motor Teman Diembat
3 jam yang lalu
Infografis
5 Badan Intelijen Terbaik...
5 Badan Intelijen Terbaik pada 2025, Nomor 2 Paling Kejam dan Kontroversial
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved