Dituding Giring Opini Dukung Ahok-Djarot, Ini Klarifikasi Charta Politika
Selasa, 18 Oktober 2016 - 11:07 WIB
Dituding Giring Opini Dukung Ahok-Djarot, Ini Klarifikasi Charta Politika
A
A
A
JAKARTA - Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya memberikan klarifikasi terkait penangkapan salah seorang petugas survei oleh salah satu Ketua RT di Kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan.
"Saya sedang rapat, kasus itu sudah saya klarifikasi melalui Twitter," kata Yunarto Wijaya saat dihubungi SINDOnews, Selasa (18/10/2016). Melalui akun Twitter @ChartaPolitika, lembaga survei ini membenarkan tengah melakukan survei Pilgub DKI Jakarta.
Metodologi yang digunakan dalam survei ialah stratified random sampling. Survei hanya dilakukan di beberapa kecamatan terpilih dan bukan survei secara menyeluruh di Jakarta.
Survei tersebut dilakukan untuk kebutuhan pemetaan data di kecamatan-kecamatan terpilih. Tak itu saja, kegiatan survei yang dilakukan Charta Politika dibekali izin resmi dari Kemendagri dan BPTSP DKI Jakarta.
Menurut akun @ChartaPolitika, potongan foto kuesioner yang dipostinng akun Twitter @AndiArief_AA hasil perebutan paksa dari petugas survei oleh salah satu Ketua RT di Kelurahan Lebak Bulus. Potongan foto tersebut jika dibaca lebih teliti tertulis hanya ditanyakan kepada responden yang memilih Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat.
Di pertanyaan selanjutnya dilakukan pula pendalaman pertanyaan kepada responden pemilih selain Basuki-Djarot. Pertanyaan seperti ini biasa dilakukan saat survei untuk menggali karekteristik pemilih masing-masing calon.
Charta Politika menilai yang membuat menjadi ramai postingan potongan foto @AndiArief_AA tidak ditampilkan secara utuh. Beberapa kali ada pihak yang ingin menjatuhkan kredibilitas survei Charta Politika dengan mengedit data kami oleh pihak-pihak tersebut.
Untuk diketahui di sosial media ramai dibicarakan penangkapan petugas survei Chandra Politika yang diketahui merupakan salah seorang mahasiswa di Ciputat oleh salah seorang Ketua RT. petugas survei tersebut ditangkap karena dituding menggiring opini untuk mendukung Ahok-Djarot.
"Saya sedang rapat, kasus itu sudah saya klarifikasi melalui Twitter," kata Yunarto Wijaya saat dihubungi SINDOnews, Selasa (18/10/2016). Melalui akun Twitter @ChartaPolitika, lembaga survei ini membenarkan tengah melakukan survei Pilgub DKI Jakarta.
Metodologi yang digunakan dalam survei ialah stratified random sampling. Survei hanya dilakukan di beberapa kecamatan terpilih dan bukan survei secara menyeluruh di Jakarta.
Survei tersebut dilakukan untuk kebutuhan pemetaan data di kecamatan-kecamatan terpilih. Tak itu saja, kegiatan survei yang dilakukan Charta Politika dibekali izin resmi dari Kemendagri dan BPTSP DKI Jakarta.
Menurut akun @ChartaPolitika, potongan foto kuesioner yang dipostinng akun Twitter @AndiArief_AA hasil perebutan paksa dari petugas survei oleh salah satu Ketua RT di Kelurahan Lebak Bulus. Potongan foto tersebut jika dibaca lebih teliti tertulis hanya ditanyakan kepada responden yang memilih Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat.
Di pertanyaan selanjutnya dilakukan pula pendalaman pertanyaan kepada responden pemilih selain Basuki-Djarot. Pertanyaan seperti ini biasa dilakukan saat survei untuk menggali karekteristik pemilih masing-masing calon.
Charta Politika menilai yang membuat menjadi ramai postingan potongan foto @AndiArief_AA tidak ditampilkan secara utuh. Beberapa kali ada pihak yang ingin menjatuhkan kredibilitas survei Charta Politika dengan mengedit data kami oleh pihak-pihak tersebut.
Untuk diketahui di sosial media ramai dibicarakan penangkapan petugas survei Chandra Politika yang diketahui merupakan salah seorang mahasiswa di Ciputat oleh salah seorang Ketua RT. petugas survei tersebut ditangkap karena dituding menggiring opini untuk mendukung Ahok-Djarot.
(whb)