DPR Minta Timses Cagub DKI Tak Lagi Gunakan Isu SARA
Selasa, 18 Oktober 2016 - 09:35 WIB
DPR Minta Timses Cagub DKI Tak Lagi Gunakan Isu SARA
A
A
A
JAKARTA - DPR mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga stabilitas Jakarta selama Pilgub DKI Jakarta 2017 mendatang. DPR meminta seluruh tim sukses pasangan calon tak menggunakan isu SARA pada kampanye mendatang.
Anggota Komisi III DPR Ahmad Sahroni mengimbau agar semua pihak dapat menahan diri dalam menjalani tahapan kontestasi Pilgub DKI serta menghindari kampanye yang menggunakan isu SARA. "Kampanye saja belum dimulai, namun nuansa kebencian sudah kita lihat dan dengar dimana-mana. Percayalah, warga Jakarta adalah pemilih cerdas yang akan menyampaikan aspirasinya pada saat pemilihan nanti," kata Sahroni dalam keterangan tertulis yang diterima SINDOnews, Selasa (18/10/2016).
Wakil rakyat yang berasal Dapil III DKI Jakarta ini menuturkan, sangat miris dengan maraknya kampanye bernuansa SARA belakangan ini. Padahal, isu ini sangat berbahaya karena bisa memicu perpecahan.
“Karena itu, saya berharap dalam kampanye nanti semua lebih santun, beretika dan tidak berkampanye membawa isu SARA. Saya mengharapkan agar semua tetap damai dan kondusif,” tuturnya.
Sahroni meminta seluruh pasangan cagub dan cawagub maupun timsesnya untuk melakukan kampanye secara sopan, tertib, edukatif, bijak dan beradab. Karena itu, semua model kampanye yang bersifat provokatif harus dihindari.
Hal ini penting agar kondisi keamanan di Ibu Kota kondusif. Sebab mendekati ajang gelaran Pilgub DKI , situasi politik semakin memanas. “Isu SARA yang mengemuka pasca-pertemuan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama dengan warga Kepulauan Seribu beberapa waktu lalu membuat tensi politik di DKI cukup tinggi,” tuturnya.
Meski larangan menggunakan kampanye berbau SARA terus disuarakan, Sahroni mengaku sentimen SARA agaknya masih menjadi jualan politik yang menjanjikan di mata cagub-cawagub DKI Jakarta dan tim suksesnya.
Meski demikian, Sahroni yakin mengangkat isu SARA bakalan tidak laku di Jakarta. Sebab, masyarakat Jakarta menjunjung tinggi semangat pluralisme.
Anggota Komisi III DPR Ahmad Sahroni mengimbau agar semua pihak dapat menahan diri dalam menjalani tahapan kontestasi Pilgub DKI serta menghindari kampanye yang menggunakan isu SARA. "Kampanye saja belum dimulai, namun nuansa kebencian sudah kita lihat dan dengar dimana-mana. Percayalah, warga Jakarta adalah pemilih cerdas yang akan menyampaikan aspirasinya pada saat pemilihan nanti," kata Sahroni dalam keterangan tertulis yang diterima SINDOnews, Selasa (18/10/2016).
Wakil rakyat yang berasal Dapil III DKI Jakarta ini menuturkan, sangat miris dengan maraknya kampanye bernuansa SARA belakangan ini. Padahal, isu ini sangat berbahaya karena bisa memicu perpecahan.
“Karena itu, saya berharap dalam kampanye nanti semua lebih santun, beretika dan tidak berkampanye membawa isu SARA. Saya mengharapkan agar semua tetap damai dan kondusif,” tuturnya.
Sahroni meminta seluruh pasangan cagub dan cawagub maupun timsesnya untuk melakukan kampanye secara sopan, tertib, edukatif, bijak dan beradab. Karena itu, semua model kampanye yang bersifat provokatif harus dihindari.
Hal ini penting agar kondisi keamanan di Ibu Kota kondusif. Sebab mendekati ajang gelaran Pilgub DKI , situasi politik semakin memanas. “Isu SARA yang mengemuka pasca-pertemuan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama dengan warga Kepulauan Seribu beberapa waktu lalu membuat tensi politik di DKI cukup tinggi,” tuturnya.
Meski larangan menggunakan kampanye berbau SARA terus disuarakan, Sahroni mengaku sentimen SARA agaknya masih menjadi jualan politik yang menjanjikan di mata cagub-cawagub DKI Jakarta dan tim suksesnya.
Meski demikian, Sahroni yakin mengangkat isu SARA bakalan tidak laku di Jakarta. Sebab, masyarakat Jakarta menjunjung tinggi semangat pluralisme.
(whb)