PT SOL Meledak, Warga Sarulla Mengamuk Serang 7 Pekerja Korea

Senin, 17 Oktober 2016 - 20:15 WIB
PT SOL Meledak, Warga...
PT SOL Meledak, Warga Sarulla Mengamuk Serang 7 Pekerja Korea
A A A
TAPUT - Aksi demonstrasi ratusan warga Pahae Jae, Tapanuli Utara (Taput), di kawasan PT Sarulla Operation Limited (PT SOL) berlangsung ricuh. Sebanyak 37 warga ditangkap dalam aksi itu.

Kericuhan terjadi sekitar 50 menit setelah adanya suara ledakan yang diduga bersumber dari areal pembangkit listrik tenaga panas bumi tersebut. Semula, warga menganggap suara ledakan itu adalah suara ban mobil yang pecah.

Namun, seiring dengan suara ledakan itu juga terdengar suara bising menyengat hingga radius 3 Kilo meter (Km). “Awalnya, warga menganggap biasa saja," kata Pendeta (Pdt) Resort HKBP Pangaloan Taput FJ Sidabutar, Senin (17/10/2016).

Tetapi setelah 30 menit suara bising itu tidak kunjung berhenti, warga menjadi panik. Sebab, di antara warga sekitar ada anak-anak dan orangtua yang tidak sanggup mendengar suara bising itu. Sehingga, seketika langsung berkumpul.

Warga pun kemudian mendatangi kantor PT SOL untuk mempertanyakan perihal suara bising tersebut. Sebab, selain mengeluarkan suara bising, kawasan itu juga dipenuhi dengan asap tebal yang semakin membuat kepanikan di pemukiman penduduk.

“Inilah yang membuat warga semakin khawatir. Sehingga melakukan protes kepada pekerja perusahaan, meskipun para pekerja itu berhasil meredam suara bising setelah 30 menit berlangsung,” sambungnya.

Saat warga tengah ramai itu, ada orang yang sengaja melakukan provokasi, sehingga warga lainnya terpancing melakukan tindakan yang merusak, bahkan melakukan penganiayaan terhadap enam pekerja berkebangsaan Korea.

“Itu jelas melanggar hukum memang. Aparat kepolisian harus bertindak proporsional, profesional, dan tidak melakukan penekanan, termasuk penganiayaan kepada warga yang diamankan tersebut,” sebut dia.

Dari seluruh warga yang diamankan, tidak seluruhnya jemaat HKBP Pangaloan Taput. Namun ada sebahagian diantaranya. “Tidak semua warga itu jemaat saya, tetapi ada sebagian dari mereka itu adalah jemaat saya,” terangnya.

Jika bersalah, tambah dia, aparat kepolisian dipersilahkan menegakkan hukum tanpa membuat pelanggaran hukum semisal melakukan penekanan, penganiayaan, dan lainnya yang membuat warga semakin takut.

“Saya harap jangan ada upaya diskriminasi berupa menekan atau bahkan menganiaya warga yang diamankan tersebut. Kami sudah mengunjungi mereka ke polres, dan berbicara dengan Kasat Reskrim Polres Taput,” jelasnya.

Sementara itu, Kasubbid Penerangan Masyarakat (Penmas) Polda Sumut AKBP MP Nainggolan menjelaskan, PT SOL adalah sub kontraktor dari PT Hunday yang terletak di Kecamatan Pahae Jae, Taput, yang dirusak warga pada Sabtu 15 Okrober 2016.

Namun proses penangkapan itu dilakukan pada Minggu 16 Oktober 2016 atau sehari setelah kejadian. Sedikitnya ada 37 warga yang telah ditangkap pihak kepolisian dan masih menjalani pemeriksaan secara intensif di Polres Taput.

“Saat ini ke-37 warga yang diamankan itu masih dalam proses pemeriksaan intensif di Polres Taput untuk mencari bukti-bukti sejauh mana keterlibatan mereka (warga) dalam kasus pengrusakan dan penganiayaan tersebut,” tegas Nainggolan.

Dari 37 warga yang diamankan, polisi akhirnya menetapkan 21 tersangka. Penetapan tersangka itu dilakukan berdasarkan rekaman CCTV, serta keterangan saksi-saksi, barang bukti, dan pengakuan para tersangka.

“Para tersangka dijerat dengan Pasal 363 ayat 1 Subs 170 subs 406 dan 351 ayat 1 KUHP tentang Pencurian, Penganiayaan dan Perusakan secara bersama-sama dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara,” pungkasnya.
(san)
Berita Terkait
DPR Kutuk Aksi Penyerangan...
DPR Kutuk Aksi Penyerangan Terhadap Wakapolres Karanganyar
Rekonstruksi Penyerangan...
Rekonstruksi Penyerangan Anggota Polri di Gorontalo
Aksi Brutal Kelompok...
Aksi Brutal Kelompok Pemuda Bersenjata Busur Serang Warga, 1 Pelajar Terkena Panah
Aksi Penyerangan Warga,...
Aksi Penyerangan Warga, Polisi Buru Sekelompok Pemuda
Kasus Benturan Kembali...
Kasus Benturan Kembali Terjadi, Harmonisasi TNI – Polri Mendesak
Aksi Penyerangan Warga...
Aksi Penyerangan Warga di Cipinang Terekam Kamera CCTV
Berita Terkini
Pra SPMB 2026 Dibuka,...
Pra SPMB 2026 Dibuka, Pemkot Tangsel Siapkan 9.976 Kuota untuk SMP Negeri
4 menit yang lalu
Kolaborasi Kemanusiaan,...
Kolaborasi Kemanusiaan, Polda Riau Bantu 310 Warga Ikut Operasi Katarak Gratis
8 menit yang lalu
Perkuat Literasi Keuangan...
Perkuat Literasi Keuangan untuk Guru dan Tenaga Pendidik, MNC Sekuritas Gelar Edukasi Pasar Modal di SMAN 46 Jakarta
1 jam yang lalu
Membuka Peluang Mandiri:...
Membuka Peluang Mandiri: Pemuda Disabilitas Karawang Dibekali Keterampilan Cetak Sablon
1 jam yang lalu
Dukung Nanik S Deyang...
Dukung Nanik S Deyang Jadi Kepala BGN, APJI Harap Tata Kelola Program MBG Dibenahi
1 jam yang lalu
Gunung Dukono Erupsi...
Gunung Dukono Erupsi Sore Ini, Luncurkan 1.200 Meter Abu Vulkanik
1 jam yang lalu
Infografis
7 Fakta Pembantaian...
7 Fakta Pembantaian Warga Gaza yang Antre Makanan oleh Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved