Kadipaten Puro Pakualaman Yogyakarta, Larung Tiga Gunungan

Rabu, 12 Oktober 2016 - 15:47 WIB
Kadipaten Puro Pakualaman...
Kadipaten Puro Pakualaman Yogyakarta, Larung Tiga Gunungan
A A A
KULONPROGO - Kadipaten Puro Pakualaman, menggelar labuhan di Pantai Glagah. Ini menjadi tradisi yang rutin dilaksanakan setiap 10 Muharram, untuk melarung sukerto (membuang kesialan). Ikut dilarung tiga buah gunungan, berupa gunungan hasil bumi, gunungan pakaian (pengagem) dan gunungan padi.

Tradisi labuhan ini diawali dengan kirab dari Pesanggrahan Pakualaman menuju ke Joglo labuhan di Pantai Glagah dengan berjalan kaki sejauh tiga kilometer.

Iringan-iringan ini diawali dengan Bregodo Lombok Abang, Bregodo Plangkir, tiga buah gunungan dan diikuti keluarga dan kerabat Pakualaman. Sebelum dilarung ketiga gunungan dan uba rampe yang ada didoakan terlebih dulu.

"Ini merupakan tradisi sebagai ungkapan rasa syukur," jelas KPH Indrokusumo, yang merupakan kerabat Pakualaman.

Beberapa pakaian yang dilarung, merupakan pakaian kebesaran pangeran, serta kelengkapan lainnya. Termasuk aneka jenis hasil bumi, buah dan sayuran, hingga padi.

Harapannya dengan tradisi ini, masyarakat diberikan kesehatan, keselamatan dan kesejahteraan. Salah satunya mendoakan para leluhur yang telah meninggal dunia.

"Doa ini untuk keselamatan dan kesejahteraan masyarakat Indonesia pada umumnya dan warga DIY pada khususnya," jelasnya.

Tradisi labuhan sendiri menarik perhatian masyarakat dan pengunjung Pantai Glagah. Semenjak pagi, ribuan warga dengan antusiasi menunggu proses labuhan.

Apalagi juga ada hiburan dengan menampilkan kesenian sholawatan kelompok Kiai Kanjeng Kedung Gonsosari dan pentas angguk putri dari Kulur.

Seorang warga Ida Purwasari mengaku sengaja datang dari rumahnya dari Gamping, Sleman bersama dengan rekannya untuk mengikuti labuhan.

Dia pun rela berdesak-desakan untuk mendapatkan ubarampe dari aneka gunungan yang dilarung. Bahkan badannya basah terkena hempasan ombak, ketika berebut uba rampe.

"Ini dapat kacang panjang, nanti untuk dimasak dan disantap bersama keluarga. Semoga mendapatkan berkah," pungkasnya.
(nag)
Berita Terkait
7 Tradisi Unik Menyambut...
7 Tradisi Unik Menyambut Ramadan di Berbagai Daerah, Ada yang Terjaga sejak Abad ke-14
Tradisi Sadranan: Merayakan...
Tradisi Sadranan: Merayakan Kekerabatan dan Budaya di MaxOne Loji Kridanggo Boyolali
Airlangga Hartarto:...
Airlangga Hartarto: Tradisi Yaa Qowiyyu, Dakwah Damai Memperkuat Rakyat
Gelar Ngobeng Lauk,...
Gelar Ngobeng Lauk, Ganjar Sejati Pererat Silaturahmi Warga Tasikmalaya
Tips Memilih Jodoh Menurut...
Tips Memilih Jodoh Menurut Tradisi Jawa Sesuai Bibit, Bebet dan Bobot
Mandau Terbang, Tradisi...
Mandau Terbang, Tradisi Berburu Suku Dayak yang Tak Pernah Meleset dari Kepala
Berita Terkini
Gejolak PPP Banten,...
Gejolak PPP Banten, dari Gugatan ke Pengadilan hingga Saling Somasi
4 menit yang lalu
Kemenhut Bangun Rumah...
Kemenhut Bangun Rumah untuk Warga Terdampak Bencana Aceh Tamiang
11 menit yang lalu
Polisi Bakal Panggil...
Polisi Bakal Panggil Pengemudi Alphard dan Satpam yang Terlibat Cekcok di Bundaran HI
50 menit yang lalu
Sekda Tangsel Bambang...
Sekda Tangsel Bambang Ingatkan ASN Berikan Pelayanan Publik Sesuai Standar
54 menit yang lalu
Pramono Ungkap Alphard...
Pramono Ungkap Alphard Penerobos Lampu Merah di Bundaran HI Pakai Pelat Palsu
1 jam yang lalu
Minta Satpam Tak Dipecat,...
Minta Satpam Tak Dipecat, Pramono Ungkap CCTV Alphard Terobos Lampu Merah di Bundaran HI
1 jam yang lalu
Infografis
Susu Kecoa Diklaim Peneliti...
Susu Kecoa Diklaim Peneliti Tiga Kali Lebih Bergizi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved