Soal Penertiban, Pemprov DKI Diminta Lebih Manusiawi

Selasa, 11 Oktober 2016 - 01:24 WIB
Soal Penertiban, Pemprov...
Soal Penertiban, Pemprov DKI Diminta Lebih Manusiawi
A A A
JAKARTA - Pemprov DKI Jakarta diminta lebih manusiawi saat melakukan penggusuran di sejumlah kawasan. Selain itu, Pemprov juga diminta untuk lebih dahulu melakukan diskusi dengan warga.

Wakil Ketua DPRD Muhamad Taufik mengatakan, saat ini penggusuran di DKI jauh dari kata manusiawi, banyak warga memiliki KTP DKI ikut tergusur. Terlebih dalam hal ini, Pemprov DKI terkesan menggusur permukiman tanpa rencana.

Kondisi demikian terlihat dari sejumlah pembangunan yang mangkrak seperti Kalijodo dan Luar Batang. Dua kawasan itu, lanjut Taufik, sudah rata dengan tanah, namun pembangunannya tak kunjung dikerjakan.

Menurut Taufik, bila memang alasannya mempercepat pembangunan, tak semestinya mengorbankan masyarakat atau rakyat kecil. Apalagi harus memindahkan tanpa adanya jaminan kesejahteraan, hingga mendapatkan penghasilan.

Lokasi rusunawa, kata Taufik masih jauh dari kata sempurna. Selain lokasinya cukup jauh dan berada di pinggiran Ibu Kota, di lokasi itu, air belum terhubung dengan baik. Belum lagi permasalahan ekonomi, memindahkan kelompok manusia harus juga memikirkan kehidupan ekonomi warganya.

"Pemindahan warga ke rusunawa hanya akan menciptakan masalah baru. Mereka sudah hidup bertahun tahun, tapi karena dirusak penghasilannya, pendapatan mereka juga menjadi terganggu," kata Taufik pada wartawan Senin, 10 Oktober 2016 kemarin.

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengatakan Pemprov DKI tengah mempercepat pembangunan dan akan melakukan penertiban di beberapa lokasi yang dianggap menjadi masalah, seperti banjir, pemukiman kumuh, hingga ruang terbuka hijau.

Meski memiliki anggaran melimpah, namun lanjut Ahok, DKI tidak akan membantu warga dengan memberikan program cicil rumah terhadap korban gusuran. Alasanya, karena DKI menilai warga tersebut tak mampu membayar cicilan rumah.

"Mereka enggak mungkin bangun rumah satu lantai, dua lantai, karena tanahnya yang mahal," tutur Ahok. Meski demikian, Ahok mengatakan DKI memiliki solusi lain soal penggusuran salah membangun kawasan rusunawa.

Di kawasan itu, masyarakat yang memiliki gaji Rp3 juta akan dibangun unit rusun hingga 36 meter persegi, bila dikomersilkan harganya mencapai 200-250 juta. "Kami mau buat satu model yang kami subdisi habis 80% lebih. Disitu anaknya dapat KJP, naik bus gratis, ada dokter macam-macam. Hanya bayar Rp5-15.000," tutur Ahok.

Di kategori kedua, ada rusunawa dengan harga kost. Lokasi ini akan di bangun di beberapa terminal, stasiun LRT dan MRT. Sementara terhadap masyarakat berpenghasilan di atas Rp 10 juta. Pemprov DKI memberikan kebijakan untuk tidak membayar tanah bangunan, asalkan tanah tersebut tidak dijual ke orang lain, setelah 20-30 tahun. "Nanti pemda bayar dengan harga NJOP," tuturnya.

Sedangkan solusi ke empat, bila ada masyarakat memiliki tanah lebih bisa menjualnya ke DKI. Nantinya Pemprov membeli dengan 2 hingga 2,5 kali lipat. Solusi ini memang masih jmenjadi pembahasan.
"Atau kita kasih tanah lagi, nilainya bisa 2-3 kali," ucapnya.
(whb)
Berita Terkait
Pemprov DKI Tertibkan...
Pemprov DKI Tertibkan 25 Kios di Tebet Jaksel
Patung Kucing Libi di...
Patung Kucing Libi di Kampung Susun Cakung, Simbol Warga Lawan Penggusuran
Ariza Janji Pergub Penggusuran...
Ariza Janji Pergub Penggusuran Era Ahok Dicabut sebelum Lengser
Anies Bagikan Kisah...
Anies Bagikan Kisah Libi, Seekor Kucing Saksi Penggusuran di Bukit Duri
Jakarta Beri Diskon...
Jakarta Beri Diskon BPHTB 50 Persen bagi Pembeli Rumah Pertama
Pencabutan Pergub Penggusuran...
Pencabutan Pergub Penggusuran Dikembalikan Kemendagri, Heru Budi: Lagi Dikaji
Berita Terkini
MNC Vision Network-MNC...
MNC Vision Network-MNC Peduli Salurkan Bantuan Seragam dan Sembako di Panti Asuhan Anak Ceria Indonesia Depok
5 jam yang lalu
Resmi Dibuka, DAIKIN...
Resmi Dibuka, DAIKIN Proshop Alvamega Hadirkan Solusi Tata Udara Premium di Serpong
6 jam yang lalu
300 Siswa-Warga Dapatkan...
300 Siswa-Warga Dapatkan Pemeriksaan Mata dan Kacamata Gratis
6 jam yang lalu
Bongkar Gudang Penyimpanan...
Bongkar Gudang Penyimpanan Kosmetik Impor Ilegal di Tangerang, BPOM Ungkap Modus Operandi dan Peredaran
6 jam yang lalu
Stop Polemik, Prof Dede:...
Stop Polemik, Prof Dede: Pengelolaan Yayasan Diserahkan ke Pemerintah melalui UIN Jakarta
8 jam yang lalu
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, UMJ Tanam 3.650 Bibit Pohon di Ciputat
9 jam yang lalu
Infografis
Keringanan PBB-P2 DKI...
Keringanan PBB-P2 DKI Jakarta 2026 Berlaku Bertahap
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved