Ini Kata Pengamat Soal Fenomena Dukun Palsu

Minggu, 09 Oktober 2016 - 18:01 WIB
Ini Kata Pengamat Soal...
Ini Kata Pengamat Soal Fenomena Dukun Palsu
A A A
JAKARTA - Belakangan ini masyarakat diramaikan dengan kasus dukun palsu yang mengaku-ngaku dapat menggandakan uang seperti Dimas Kanjeng Taat Pribadi, di Jawa Timur. Sedangkan di Depok terdapat dukun palsu bernama Anton Herdiyanto yang mengaku bisa menggandakan emas batangan.

Menanggapi fenomena tersebut, psikolog Universitas Pancasila (UP) Maharani Ardi Putri mengatakan, ketika seseorang sudah berusaha namun tidak mendapatkan hasil maka mereka akan mencoba cara lain, salah satunya dengan cara klenik. Ketika cara itu dianggap berhasil, maka akan terus dipercaya.

"Iya ke arah itu (putus asa). Ketika dirasa tidak ada alternatif lain maka cara itulah (klenik) yang digunakan," kata Putri usai acara Dies Natalis ke-50 dan wisuda 1.700 mahasiswa Universitas Pancasila di Jakarta, Minggu (9/10/2016).

Lebih lanjut dikatakannya, masyarakat Indonesia juga terkadang latah. "Ketika dianggap efektif maka banyak yang mengikuti," tegasnya.

Hal lainnya, kata dia, generasi saat ini adalah generasi instan. Dimana mereka ingin mendapatkan hasil tanpa harus melewati proses panjang dan susah. "Ini yang menjadi menarik bagi beberapa orang sehingga banyak diikuti," ujarnya.

Terkait soal pembunuhan Shendy dan Sanusi yang dilakukan Anton, kata dia, ada kaitannya antara keinginan untuk mendapatkan hasil dengan cara cepat tanpa berusaha keras. Diketahui, bahwa Anton membunuh korbannya dengan cara meracun dan kemudian jasadnya dibuang.

"Ini bukti bahwa, orang selalu tertarik untuk mendapat sesuatu dengan cara yang cepat dan mudah. Atau kadang-kadang orang merasa bahwa dia tidak ada alternatif lain. Sehingga karena tidak ada alternatif lain," ucapnya. (Baca: Pembunuhan Dua Pemuda di Depok Terkait Praktik Perdukunan)
(mhd)
Berita Terkait
Ini Tampang Pelaku Pembunuhan...
Ini Tampang Pelaku Pembunuhan Perempuan yang Jasadnya Dibungkus Plastik di Sukoharjo
Ini Fakta-fakta Pembunuhan...
Ini Fakta-fakta Pembunuhan Mahasiswa Kedokteran UB
Pembunuh Pengusaha Emas...
Pembunuh Pengusaha Emas di Papua Ternyata WNA Afghanistan, Pelaku Selingkuhan Istri Korban
1 Buron Kasus Vina Cirebon...
1 Buron Kasus Vina Cirebon Berhasil Diringkus Polda Jabar
Ditahan Imbang Polandia,...
Ditahan Imbang Polandia, Prancis Gagal Juara Grup
Polda Jateng Ungkap...
Polda Jateng Ungkap Kasus Pembunuhan Advokat di Cilacap, Kakak Beradik Ditangkap
Berita Terkini
Pengamat: Blackout Sumatera...
Pengamat: Blackout Sumatera Belum Tentu Dipicu karena Pengadaan Batu Bara
13 menit yang lalu
Bantargebang Hanya Terima...
Bantargebang Hanya Terima Sampah Residu, 146 Pasar Dilengkapi Tempat Sampah Pilah
1 jam yang lalu
Abidin Fikri: Evaluasi...
Abidin Fikri: Evaluasi Haji 2026, Bekal Perbaikan Layanan Tahun Depan
1 jam yang lalu
Workshop di Makassar,...
Workshop di Makassar, Tri Tito Karnavian Ingatkan Orang Tua Wajib Hadir dalam Aktivitas Digital Anak
1 jam yang lalu
Jelang Musda Partai...
Jelang Musda Partai Demokrat Aceh, Nurdiansyah Alasta Dapat Dukungan dari Mualem
2 jam yang lalu
Kasus Ijazah Jokowi,...
Kasus Ijazah Jokowi, Hakim Jadwalkan Putusan Praperadilan ke-2 Roy Suryo pada 20 Juli 2026
3 jam yang lalu
Infografis
Jakarta Gencar Bersih-bersih...
Jakarta Gencar Bersih-bersih Ikan Sapu-sapu, Ini Alasannya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved