Diguyur Hujan, Puluhan Rumah di Pangandaran Terendam Banjir
Kamis, 06 Oktober 2016 - 12:13 WIB
Diguyur Hujan, Puluhan Rumah di Pangandaran Terendam Banjir
A
A
A
PANGANDARAN - Hujan yang mengguyur sejak Rabu 5 Oktober 2016 di Kabupaten Pangandaran mengakibatkan puluhan rumah warga di Dusun Baleungbeung, Desa Margacinta, Kecamatan Cijulang terendam banjir.
Salah satu warga yang terkena banjir Iin Ruhinah (30), mengatakan, sedikitnya 10 rumah terendam banjir sejak pukul 21.00 WIB hingga pukul 01.00 WIB.
"Ketinggian banjir berpariatif mulai dari 30 centi meter hingga 50 centi meter, bahkan air masuk ke dalam rumah warga sehingga peralatan rumahtangga banyak yang basah,” kata Iin.
Masih dikatakan Iin, warga yang terkena dampak banjir memilih bertahan dirumah masing-masing dan menyelamatkan peralatan rumahtangga sambil menunggu banjir surut.
"Air yang masuk ke perumahan warga baru bisa surut setelah pukul 01.00 WIB dan hingga pagi warga masih membersihkan rumah dari sampah sisa banjir yang terjadi," tambah Iin.
Ditempat terpisah sebuah bangunan Taman Kanak Kanak Miftahul Falah yang berlokasi di Dusun Budiasih, Desa Cibenda, Kecamatan Parigi tertimpa pohon kelapa pada pukul 20.30 WIB dan mengakibatkan atap bangunan hancur.
"Satu bangunan hancur di bagian atasnya dan puing-puing material genteng berserakan ke dalam ruangan," kata Iwan warga setempat.
Saat berita ini ditulis belum bisa ditaksir kerugian yang dialami, warga setempat bergotong royong membersihkan sisa puing bangunan yang tertimpa pohon kelapa tersebut.
Salah satu warga yang terkena banjir Iin Ruhinah (30), mengatakan, sedikitnya 10 rumah terendam banjir sejak pukul 21.00 WIB hingga pukul 01.00 WIB.
"Ketinggian banjir berpariatif mulai dari 30 centi meter hingga 50 centi meter, bahkan air masuk ke dalam rumah warga sehingga peralatan rumahtangga banyak yang basah,” kata Iin.
Masih dikatakan Iin, warga yang terkena dampak banjir memilih bertahan dirumah masing-masing dan menyelamatkan peralatan rumahtangga sambil menunggu banjir surut.
"Air yang masuk ke perumahan warga baru bisa surut setelah pukul 01.00 WIB dan hingga pagi warga masih membersihkan rumah dari sampah sisa banjir yang terjadi," tambah Iin.
Ditempat terpisah sebuah bangunan Taman Kanak Kanak Miftahul Falah yang berlokasi di Dusun Budiasih, Desa Cibenda, Kecamatan Parigi tertimpa pohon kelapa pada pukul 20.30 WIB dan mengakibatkan atap bangunan hancur.
"Satu bangunan hancur di bagian atasnya dan puing-puing material genteng berserakan ke dalam ruangan," kata Iwan warga setempat.
Saat berita ini ditulis belum bisa ditaksir kerugian yang dialami, warga setempat bergotong royong membersihkan sisa puing bangunan yang tertimpa pohon kelapa tersebut.
(nag)