LSI Paparkan Penyebab Elektabilitas Ahok Turun

Selasa, 04 Oktober 2016 - 17:52 WIB
LSI Paparkan Penyebab...
LSI Paparkan Penyebab Elektabilitas Ahok Turun
A A A
JAKARTA - Elektabilitas calon petahana Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Wagub DKI Djarot Saiful Hidayat mengalami penurunan. Sejumlah faktor menjadi penyebab turunnya elektabilitas pasangan yang diusung PDIP, Golkar, Hanura dan Nasdem tersebut.

Peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Adjie Alfaraby mengatakan, berdasar survei LSI, tingkat kesukaan publik kepada Ahok pada Maret 2016 sebesar 71,3%. Persentase tersebut menurun pada Juli 2016 sebesar 68,9%.

"Ahok kuat, namun tingkat elektabilitas dan kesukaan terus menurun. Pada September ini saja tingkat kesukaan Ahok menjadi 58,2%," ungkap Adjie di Kantor LSI, Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa (4/10/2016).

Adjie melanjutkan, berapa faktor yang membuat Ahok tak lagi disukai responden di antaranya, isu kebijakan, kepribadian, serta munculnya cagub baru. "Beberapa faktor itu kami dapat melalui hasil penelitian kami setelah sehari pendaftaran calon, jadi sangat faktual dan diinginkan warga," tambahnya.

Adjie mengatakan, isu kebijakan yang menjadi penyebab Ahok tak disukai lagi karena selama ini banyaknya penertiban yang dilakukan Ahok. Mulai dari pembongkaran Kampung Pulo, Pasar Ikan, Bukit Duri, Kalijodo, dan Kampung Luar Batang.

"Meski kebijakan itu benar, namun cara melakukan penertiban tidak mengedepankan masalah biologis. Lebih mementingkan konglomerat, dinilai warga sangat meresahkan," tambahnya.

Mantan Bupati Belitung Timur itu juga sering marah. Hal itulah yang menjadi faktor lain membuat warga tak memilihnya. Terlebih, Ahok yang memiliki karakter kasar, dinilai warga tidak pantas.

"Dalam penelitian itu, Ahok terlalu banyak memaki pegawai hingga warga. Terlebih sosok arogan juga kerap diperlihatkannya," ungkapnya.

Munculnya nama-nama baru seperti Anies Baswedan dan Agus Yudhoyono, yang membuat warga mulai berpaling. Wajah-wajah baru ini terus muncul untuk memberikan warga memilih calon gubernurnya.

"Adanya alternatif calon gubernur baru yang membuat pamor Ahok terus turun," ucapnya.
(whb)
Berita Terkait
Noer Fajrieansyah Didorong...
Noer Fajrieansyah Didorong Maju Pilgub DKI Jakarta 2024
Respons PAN soal Kaesang...
Respons PAN soal Kaesang Bakal Maju Pilgub DKI: Semua Punya Hak
Ditanya Mau Jadi Gubernur,...
Ditanya Mau Jadi Gubernur, Wagub Ariza: Kita Lagi Mikirin Omicron
Pemuda Pancasila Deklarasi...
Pemuda Pancasila Deklarasi Dukung Anies Baswedan di Pilgub Jakarta
Demokrat Pamer Jagoan...
Demokrat Pamer Jagoan Pilgub DKI, Golkar: Pilkadanya Tahun 2024, Masih Jauh
DPD Hanura Sodorkan...
DPD Hanura Sodorkan Nama Djafar Badjeber Cawagub Jakarta, Ketua DPW Perindo: Kita Sambut Baik
Berita Terkini
BSU Lanjutkan Komitmen...
BSU Lanjutkan Komitmen Dukungan Pendidikan Anak di Tahun Ajaran Baru 2026
9 menit yang lalu
Pemerintah Diminta Percepat...
Pemerintah Diminta Percepat Penanganan Pengungsi Konflik Papua dan Tindak Tegas KKB
10 menit yang lalu
Roy Suryo Bakal Ajukan...
Roy Suryo Bakal Ajukan Praperadilan Jilid III soal Penerapan Pasal 35 UU ITE
55 menit yang lalu
UNJ Dampingi Penguatan...
UNJ Dampingi Penguatan Kapasitas Guru PKBM Ghaisan Cendekia
1 jam yang lalu
Bea Cukai-Polri Bongkar...
Bea Cukai-Polri Bongkar Penyelundupan 3.336 Gram Narkotika di Bandara Soekarno-Hatta
1 jam yang lalu
3 Pelaku Pembobolan...
3 Pelaku Pembobolan Bank Jambi Senilai Rp144,82 Miliar Jadi Tersangka
1 jam yang lalu
Infografis
Kisah Jenderal Hoegeng...
Kisah Jenderal Hoegeng Menyamar Jadi Hippies, Turun Langsung Bongkar Narkoba
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved